Abdul Haris, Bupati Anambas : Akui Yang Membatalkan Pembangunan SMA Desa Kiabu

Abdul Haris, Bupati Anambas : Akui Yang Membatalkan Pembangunan SMA Desa Kiabu
  • samuderakepri.co.id, Anambas – Sesuai dengan UUD 1945 dan Sistim Pendidikan Nasional ( SISIDIKNAS ) No.20 th 2003, mengamanahkan bahwa setiap warga Negara Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang layak. Itu artinya, masyarakat di kota maupun di desa, di daerah maju maupun di daerah yang tidak maju berhak mendapatkan pendidikan yang formal maupun informal.
Salah satunya, seperti di daerah Terluar, Terdepan Dan Terpencil, dan di daerah perbatasan khususnya di Desa Kiabu Kecamatan Siantan Selatan Kabupaten Anambas.
Memberikan seluas-luasnya kepada masyarakat kesempatan pendidikan dengan membangun gedung-gedung sekolah, penambahan dan pemerataan tenaga pengajar, serta meningkatkan penambahan gaji guru didaerah terpencil. Selain itu, pemerintah harus membangun jalan dan menyediakan listrik untuk mendukung proses berjalannya pendidikan.
Penyuluhan terhadap masyarakat tentang arti pentingnya peran pendidikan. Tidak lupa juga untuk membangun kesehatan di diri masing-masing individu, karena kesehatan hubungannya sangat erat dalam mewujudkan pendidikan yang tidak bisa dilepaskan.

Pemerintah Daerah Provinsi Kepri untuk membantu membangun pendidikan di daerah pedesaan, karena mereka juga bagian dari masyarakat Provinsi Kepulauan Riau yang harus maju seperti yang ada di kota Provinsi.
Sesuai dengan visi Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau “Menjadikan Masyarakat Kepulauan Riau menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Mandiri,Kompetitif, Berakhlak Mulia dan Bertamadun Melayu”.
Semoga pembangunan gedung SMA di Desa Kiabu oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dapat secepatnya terlaksana dan dapat bermanfaat dan menjadi motivasi bagi kita semua untuk mewujudkan pemerataan pendidikan yang berkualiti tinggi.
Awal tahun 2017 Informasi yang didapat bahkan sampai ke telinga masyarakat desa kiabu , SMA desa kiabu terpilih menjadi satu diantara sekolah di seluruh Provinsi Kepri yang akan menerima dana pembangunan USB sebesar 2 milyar rupiah, dan langsung dapat rekomendasi oleh Bapak Gubernur Provinsi Kepulauan Riau.
Doa dari seluruh masyarakat yang telah mewakafkan tanah mereka, yang telah dengan ikhlas Ini adalah hasil kerja bakti masyarakat yang optimis.
Mereka percaya diri, bahwa mereka mampu mendirikan gedung SMA yang layak bagi anak-anak mereka. Mereka pantang menyerah dan selalu berpikiran positif.
Kendala dan ketidak pastian yang bertubi tidak membuat mereka berhenti berharap. Mereka tidak henti berdoa kepada Allah untuk memberkahi usaha mereka, dan akhirnya turun tangan untuk pendidikan ini berbuah nyata.
 

 

Agustar Ketua Nelayan Kiabu sekaligus warga yang telah mengibahkan lahan dan selama ini beliau lah dengan Masyarakat Desa Kiabu yang kuat berusaha dan memperjuangkan membuat usulan pengajuan Pembangunan Sekolah SMA di Desa Kiabu sampai ke Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau.
Agustar Mengatakan saat dihubungi via telpon oleh Media samuderakepri.co.id, “Kita dengan beberapa warga dari Desa Kiabu sudah menemui langsung Bapak Bupati Kabupaten Anambas siang tadi (20/04/2017), untuk menanyakan terkait dibatalkannya pembangunan Sekolah SMA di Desa Kiabu, hasil dari pertemuan dengan Abdul Haris Bupati Anambas.
“Bahwa Abdul Haris Bupati Anambas akui memang dia yang mengalihkan pembangunan SMA Desa Kiabu ke pembangunan Asrama Pelajar dan Rumah Guru ke tempat lain, semulanya coba untuk berkilah namun saat ditunjukkan bukti print out pesan Kadis Pendidikan Provinsi Kepri, akhirnya beliau mengakuinya, dengan alasan takut nanti disalahkan dikarenakan tidak bisa memenuhi paselitas ketersediaan untuk Sekolah SMA di Desa Kiabu nanti, dan juga nanti kalau memang Desa Kiabu sangat membutuhkan Sekolah SMA tunggu lah tahun 2018 akan kita usulkan kembali untuk di bangun, “Ungkapnya.
Dengan rasa kecewa warga yang menemui Pimpinan Daerah Kabupaten Anambas, tidak habis pikir kenapa bisa dengan tidak berpikir panjang dan tidak menghargai perjuangan masyarakat yang memperjuangkan selama ini untuk pembangunan Sekolah, dibatalkannya dengan alasan yang tidak masuk akal sehat.
Agustar juga mengatakan hal ini tidak hanya sampai disini warga yang mendukung dalam pembangunan untuk Sekolah di Desa Kiabu akan mencoba untuk menemui Gubernur Provinsi Kepulauan Riau dalam waktu dekat untuk meminta saran dan kebijaksanaannya dan mengadukan hal kalau memang juga tidak ditangapi kita akan coba untuk mengadu nasip ke Bapak Presiden RI, “Ungkapnya lagi.

 

 “Bupati Anambas Abdul Haris, saat dikompirmasi “Melalui pesan sikat melalui nomor telpon wa, nya, hanya membaca namun tidak ada jawaban yang diberikan terkait alasan dialihkan pembangunan USB di Desa Kiabu ke asrama pelajar dan rumah guru, sampai berita ini diterbitkan. (red)

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

www.000webhost.com