Bisa Gagal Diresmikan : Pemerintah Daerah Diminta Serius TanganiPermasalahan Pembebasan Lahan Bandara Letung

samuderakepri.co.id, Kepri – Tidak lama lagi bandar udara letung akan rampung dalam pembangunanya, dan setelah itu akan segera diresmikan oleh pemerintah pusat.

Apakah bisa diresmikan oleh pemerintah pusat sedangkan permasalahan pembebasan lahan belum juga diselesai sampai saat ini oleh pemerintah daerah, seperti yang di sampaikan Lukman Tanjung, kepada samuderakepri.co.id.

Ia menilai pemerintah daerah tidak serius dalam menangapi permasalahan pembebasan lahan selama ini, saya saja seperti bola dibuatnya oer ke sana oper kesini, dengan alasan yang tidak masuk akal bahwa anggaran untuk ganti rugi lahan yang terkena proyek bandara letung yang terkena lahan yanah kebun saya sudah habis, itukan jawaban yang tidak masuk akal dan bukan jawaban untuk menyelesaikan masalah.

Tidak sedikit anggaran pembebasan lahan yang dikeluarkan dan dihabiskan pemerintah dari APBN saja sebesar 165 Miliyar dan dari APBD sebesar 1,3 Triliun untuk pembebasan dan pembangunan udara letung, tapi belum bisa dimaksimalkan karena ada persoalan yang belum diselesaikan.

Miski sudah uzur usia dan dengan segala keterbatasan fisik dan fikiran, namun saya tidak bosan-bosannya untuk memperjuangkan keadilan hak-hak saya, karena saya pernah turut andil dalam mempertahankan tegaknya Republik ini, saya hanya minta keadilan untuk diberikan ganti rugi yang layak terhadap tanah saya di Desa Bukit Padi, Kecamatan Jemaja Timur, Kabupaten Anambas, yang terkena proyek bandara udara letung sesuai apa yang menjadi hak saya.

Ia juga menyampaikan, “Tentu saja dalam memperjuangkan hak saya bukan mengada-ngada karena kamipun memiliki dasar dan bukti-bukti yang dapat kami pertanggung jawabkan dunia dan akhirat. “Ungkapnya.

Tentu saja dalam pembangunan bandar udara letung yang tidak lama lagi rampung dan akan segera diresmikan pemerintah pusat menuai banyak pertanyaan di kalangan Masyarakat, Apakah bisa pemerintah pusat meresmikannya, padahal masalah pembebasan lahan tak kunjung-kunjung diselesaikan oleh pemerintah daerah. (r/red)

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

www.000webhost.com