Home » Batam » BP Batam Apresiasi Pameran “Batam Tempo Doeloe…”

BP Batam Apresiasi Pameran “Batam Tempo Doeloe…”

SAMUDERAKEPRI.CO.ID, BATAM – Merdeka….Merdeka….! Teriakan kalimat rakyat Indonesia yang membahana mengisi relung hati bangsa di bumi Pertiwi ini pada Hari Kemerdekaannya.

Namun di kota Batam HUT RI ke 73 pada tanggal 17 Agustus 2018 ini terasa lain dari biasanya sebab banyak warga masyarakat Batam yang terkesima oleh tampilan acara pada “Pameran Batam Tempo Doeloe…”, ada apa ya sampai sedemikian hebooh…?

Dalam rangka memperingati HUT RI ke 73 di kawasan komplek Nagoya City Walk-Kecamatan Lubuk Baja, acara Pameran “Batam Tempo Doeloe” dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Batam.

Ternyata acara pameran tersebut dikemas dalam bentuk tampilan yang unik menarik tentang kisah kota Batam dalam fakta sejarah Aktual yang dipadukan dgn beragam kegiatan pada era terdahulu hingga masa kini.

Deputy IV BP Batam Mayjen TNI AD Eko Supriyanto pada saat acara pameran “Batam Tempo Doeloe” menyampaikan, Ini baru namanya anak muda kreatif dan inovatif yang berkarya untuk mengangkat nama kota Batam ke masa depan namun tetap mengingat serta menggali asal usul kisah sejarah keberadaan kota Batam.

Sudah seharusnya program kerja ini dilanjutkan dan ditingkatkan sebab dapat dijadikan sebagai tolak ukur dalam pendidikan generasi bangsa ini agar tidak melupakan kisah sejarah maupun fakta Aktual yang ada khususnya di kota Batam ini.

Dalam hal ini BP Batam sangat mendukung dan memberi Apresiasi kepada ketua panitia yang telah merancang mengangkat nama kota Batam bukan skala nasional saja tp juga di mata dunia.

Dan pada waktu yang sama di lokasi pameran, Deputy IV BP Batam menerima penjelasan dan pemaparan oleh ketua panitia tentang kisah sejarah asal usul maupun cikal bakal kota Batam (sebelumnya sudah ada industri pabrik batu bata tahun 1911 oleh Raja Ali Kelana) hingga sejarah Otorita Batam atau BP Batam serta kota Batam pada masa kini yg berkembang sedemikian pesat.

Ketua panitia “Edi Sutrisno” memberi penjelasan, bahwa acara pameran Batam Tempo Doeloe ini di kemas dan di taja untuk mengingatkan kita kembali betapa tingginya nilai nilai luhur budaya bangsa ini maupun aktifitas kehidupan pada masa lampau namun telah terlupakan.

Bagaimana mungkin anak anak sekolah pada jaman now tidak tau siapa pemimpinnya dan kisah asal usulnya…? Apakah hal tersebut dapat disebut etika peradaban yang benar…?
Itulah maksud dan tujuan pameran “Batam Tempo Doeloe” ini ditaja dan kami persembahkan buat generasi bangsa ini agar tidak melupakan kisah sejarah maupun wawasan ilmu etika peradaban.

Edi Sutrisno menambahkan, bahwa acara pameran ini di meriahkan oleh para Ekspatriat atau turis dalam bahasa keren nya adalah bule.
Para turis bule sangat senang dan bersukaria dapat tampil dalam acara mobil jaddul, motor jaddul, sepeda ontel dan lomba makan kerupuk,memasukkan paku ke dlm botol.

Namun pada lomba tarik tambang sang bule terkecoh melongo bahkan sempat terseret beberapa meter oleh kekuatan semangat dan ke kompakan lawannya yang memakai kostum Merah Putih yaitu 3 orang bule melawan 40 murid sekolah SD, dan sang bule pun menyerah takluk pada saat itu…Ada video nya loh..ujar ketua panitia menutup pembicaraan. (Ricky Mora).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Web
Analytics