Home » Anambas » Bulan Puasa Datang, Mari Sambut Tradisi Lebaran Khas Anak Desa Bukit Padi

Bulan Puasa Datang, Mari Sambut Tradisi Lebaran Khas Anak Desa Bukit Padi

SAMUDERAKEPRI.CO.ID, ANAMBAS – Tradisi setiap tahun saat menyabut Bulan Puasa Sekolah diliburkan Dulu saya pernah merasakan libur satu bulan penuh ketika bulan puasa. Di Desa, dulu saya bisa menghabiskan keseharian saya dengan banyak sekali hal.

Tampak terlihat Permainan kelereng yang selama ini jarang kita lihat khususnya di Desa Bukit Padi Kecamatan Jemaja Timur kini bisa kita lihat kembali kemeriahan Permainan lokal Desa Bukit padi, (16/5/2018)
Selain Permainan Kelereng Riskan beserta Rekan Rekannya saat sedang asik bermain Kelereng menjelaskan bahwa Kami juga biasanya bermain Petak Unpet dan Gasing tutur Riskan yang masih duduk di bangku sekolah SDN 003 Desa Bukit Padi ini.

Riskan Juga Menambahkan Kalau Bulan Puasa Kami Biasanya mengisi acara acara menjelang Berbuka Puasa dengan permainan seperti kelereng yang saat ini sedang berlangsung, gasing bahkan Petak Umpet.
Saat di tanyai Terkait Berpuasanya Riskan menjelaskan Sangat kuat Berpuasa Karena Kita Orang Islam Wajib Berpuasa kalau tidak nanti dimarah Allah tuturnya.

Saat ditanyai Kenapa tidak sekolah Riskan dan temen temen sepermainannya menjelaskan, “Kan Libur Kata Buk Guru Karena Besok Kita Menyambut Bulan Puasa Tuturnya sangat lugu.

Jaya temen sabayanya juga tidak kalah menariknya ingin Berkomentar Kalau Saya (Jaya) Jerat Burung Punai Tanah kalau disini namanya Burung Pelimbuk (Nama Tempatan) Jeratnya Juga tidak jauh dari rumah saya, dan saat orang Nyelip Padi (Menggunakan Mesin Penggiling) maka Burung Pelimbuk tersebut berdatangan saat itulah Burungnya banyak yang hinggap untuk memakan sisa sisa Beras yang berterbangan saat Proses Penyelipan Berlangsung, Jelasnya.

Tradisi membawa makanan ketika tarawih, di manfaatkan kami anak-anak untuk kembali makan bersama. Padahal ketika berbuka puasa di rumah biasanya kami sudah kekenyangan. Namun, ketika momentum selepas sholat taraweh, kami akan kembali lapar.

Kami bersama-sama dengan bersuka cita makan bersama di masjid atau langgar-langgar. Bercengkrama dan menghabiskan waktu ketika malam.
Jika menjelang pukul 10, kami anak-anak pulang kerumah, sementara orang tua kami menyempatkan membaca al’quran, biasanya sampai menjelang saur suara-suara lantunan alquran akan terdengan bersautan menemani tidur kami anak-anak pedesaan.

Tradisi Berpakaian Serba Baru, Bukan cuma kami anak-anak, hampir semua masyarakat mewajibkan / berusaha selalu tampil dengan pakaian baru di hari raya Idul Fitri. Bukan hanya hati yang baru, kami masyarakat pedesaan akan memperbarui baju, rambut bahkan merenovasi rumah-rumah kami.

Alasan yang paling saya sukai adalah, “Nanti di waktu Hari Raya, akan banyak tetangga berdatangan, kami keluarga akan menyambut mereka dengan maksimal semampu kami”. Itulah alasanya. (***/sam7)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Web
Analytics
%d blogger menyukai ini: