Desa Kiabu Anambas Wilayah Tapal Batas Yang Merasakan Ketidak Adilan Dari Pemerintah

Desa Kiabu Kecamatan Siantan Selatan Kabupaten Anambas yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia, Singapora, Thailand, dan Vetnam

Samuderakepri.co.id, Kepri – Seberapa penting arti pendidikan bagi sebuah bangsa? Tentu saja Sangat penting. Secara filosofis, Ki Hajar Dewantara menggambarkannya seperti ini, ”Pengaruh pengajaran itu umumnya memerdekakan manusia atas hidupnya lahir, sedangkan merdekanya hidup batin terdapat dari pendidikan.”

Tanpa pendidikan yang baik, mustahil tercapai masyarakat madani dan menjadi bangsa yang maju. Tetapi, kondisi di Provinsi Kepulauan Riau menunjukkan bahwa pemerataan pendidikan belum terwujud secara menyeluruh. Jomplang – nya mutu pendidikan, baik dari segi sumber daya manusia (tenaga pendidik), sarana dan prasarana, maupun anggaran peningkatan pendidikan, antara Provinsi  dan Kabupaten, 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) begitu rengang.

Karena itu, dibutuhkan adanya kemauan politik (political will ) dari pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk menyentuh permasalahan di wilayah 3T. Di bidang pendidikan, anggaran untuk menangani keterbatasan pendidikan di daerah 3T harus optimal agar tidak banyak sekolah di wilayah tapal batas yang merasakan ketidakadilan. Misalnya, Pembangunan Gedung Sekolah, gedung sekolah sudah reyot, atap rusak, kayu lapuk, dan sebagainya.

Dalam hal ini, pemerintah Pusat melalui Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) sebenarnya telah memberikan perhatian secara khusus. Dalam rangka upaya untuk memprioritaskan pemerataan mutu pendidikan di daerah-daerah terdepan, terluar, dan tertinggal, Dikti membuat program SM-3T (sarjana mendidik di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal). Tentu saja program ini patut disambut baik ketimbang menghambur-hamburkan anggaran untuk, misalnya, penerapan kurikulum baru yang menelan anggaran sangat besar.

Contoh saja dalam pengajuan untuk pembangunan Gedung SMA di Desa Kiabu Kabupaten Kepulauan Anambas, adalah daerah terdepan, terluar, dan tertinggal, tentu saja harus menjadi perhatian dari daerah maupun Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, mengingat sangat dibutuhkannya sarana pendidikan didaerah itu.

Pengajuan dari daerah ke provinsi sudah sejak tahun 2014 sampai 2016 belum juga terlaksana pembangunan untuk penunjang pendidikan didaerah itu, apakah selama ini tidak ada perhatian dari pemerintah provinsi dikarenakan hanya daerah perkotaan saja yang menjadi proritas oleh pemerintah provinsi kepri, daerah terdepan, terluar, dan tertinggal atau tapal batas tidak menjadi perhatian selama ini.

Tentu saja Masyarakat ditapal batas merasa mereka seakan-akan tidak diingah, tentu saja dalam dunia pendidikan kami menginginkan anak-anak kami bisa bersekolah seperti anak-anak di kota umunya, tentu saja kami mengadu kepada pemerintah kalau tidak pada pemerintah kepada siapa lagi, Kami berharap dengan Pemerintah yang baru ini bisa lebih memperhatikan daerah kami di tapal batas. “Ungkap Agustar warga Desa Kiabu kepada media ini. (dari berbagai sumber/red)


Tagged with

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

www.000webhost.com