Diduga Disperindagkop Lalai Dalam Pengelolaan Pasar Tradisional Di Anambas

Diduga Disperindagkop Lalai Dalam Pengelolaan Pasar Tradisional Di Anambas
samuderakepri.co.id, Anambas – Pasar Tradisional yang terletak di jalan Tanjung Kecamatan Siantan Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) sampai hari ini belum ada tanda -tanda kehidupan bagi para pedagang .
Pasar yang dibangun dengan anggaran 10 milliar tersebut terkesan di telantarkan Dengan Kondisi Tersebut Tidak Sesuai Dengan Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah.
Perhatian pemerintah pusat terhadap daerah perbatasan rasanya cukup maksimal. Pasalnya, pembangunan pasar tersebut merupakan bantuan pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dengan alokasi anggaran Dana Alokasi Khusus ( DAK) pada tahun 2009 lalu.
Pasar yang sudah dibangun pemerintah pusat tersebut sampai hari ini belum memberikan dampak yang signifikan bagi para pedagang dipasar tersebut.
Fitra salah satu pedagang yang sudah hampir 5 tahun bertahan dipasar tersebut mengatakan belum ada tindakan nyata dari Dinas Disperindagkop KKA dalam mengelola pasar.
“Pasar tradisional sampai hari ini belum ada kemajuan, yang ada malah kondisi pasar makin memburuk. Seperti petugas pasar yang sudah di gaji tidak melaksanakan tugasnya dengan baik. Petugas kebersihan tidak pernah melaksanakan kewajibannya, dilantai atas ini bau fesing, sampah- sampah berserakan tidak ada aktivitas menyapu apalagi mengepel lantai” kata Fitra 17/4/2017.
Miris, pasar ini sempat dikunjungi orang nomor satu di Anambas dalam program kerja 100 hari masa kerja pasca dilantik nya bupati KKA.
Fitra juga mengatakan kios-kios pasar banyak yang tutup tidak beroperasi sama sekali. Sehingga dijadikan tempat buang air kecil oleh orang-orang yang tak bermoral.
“Bagaimana pengunjung mau datang kepasar tersebut. Kita saja pedagang tidak bisa bertahan lebih dari 30 menit akibat bau fesing yang menyengat.Saya pribadi tidak tahan bisa saja nanti akan berakibat infeksi pernapasan, itu kan virus yang berasal dari kotoran manusia”. (f/Red)

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

www.000webhost.com