Diduga Palsukan Tandatangan Kiem Seng Dilaporkan Ke Polres Tanjungpinang

Diduga Palsukan Tandatangan Kiem Seng Dilaporkan Ke Polres Tanjungpinang

Samuderakepri.co.id, Tanjungpinang – Bary melaporkan Bapak Kiem Seng ke Polres Tanjungpinang atas dugaan pemalsuan tanda tangan dalam dokumen Kwitansi Jual Beli Sebidang Tanah, Surat Kuasa dan Perjanjian Jual Beli (PJB).

Menurut Bary, Mendiang ayahnya membeli sebidang tanah di Kawasan Jl.Rambutan RT 2 RW VIII Kelurahan Kampung Baru Kecamatan Tanjungpinang Timur Kabupaten Kepulauan Riau dan diketahui oleh Kecamatan Tanjungpinang Timur dengan No.414/TPT/VI 1991.

Yang setelah adanya pemekaran wilayah, maka tanah tersebut sekarang berada diwilayah RT.06 / RW.05 Kelurahan Tanjungpinang Timur Kecamatan Bukit Bestari Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau.

Sesuai dengan Surat Keterangan Register yang telah dikeluarkan dari Kelurahan Kampung Baru Kecamatan Tanjungpinang Barat Kota Tanjungpinang pada hari Rabu tanggal 12 Juli 2017 dengan Nomor 472/02/7.4.16.02/2017.

Dan telah disahkan kembali kepemilikannya sesuai data register dari tanah tersebut oleh Kelurahan Tanjungpinang Timur Kecamatan Bukit Bestari Kota Tanjungpinang pada hari Kamis tanggal 27 Juli 2017 dengan Surat Nomor 590/132/7.3.10.02/2017.

Sesuai surat yang dikeluarkan Kelurahan tanah tersebut hingga saat ini masih dimiliki oleh Alm Siswoyo, saat di wawancara media ini Senin (12/09/17).


“Selama ini kami tidak pernah merasa lahan tanah milik Ayahnya dijual belikan kepihak mana pun, “Namun anehnya, ”Tapi Tiba-tiba saja Bapak Kiem Seng mencari saya untuk meminta KTP, KK dan mengajak saya ke kantor Kelurahan untuk menandatangani surat jual beli dan balik nama Surat Alas hak atas nama Alm Siswoyo, ”Ungkapnya.

Bary menambahkan, “kecurigaan dimulai dari keterangan Ibu kandung, para saksi dan teman Alm dan atas keaslian dan keabsahan Pengikat Jual Beli, Kwitansi dan Surat Kuasa tersebut semakin memuncak ketika saya temui Notaris yang membuat Pengikat Jual Beli. Notaris tersebut ragu dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan kepadanya, ”Ujarnya.

Dalam surat tersebut tertera bahwa: Bary melaporkan Kiem Seng Senin ( 04/09/17) dengan laporan pengaduan perihal pemalsuan dan memberikan keterangan palsu ke dalam Surat/akta authentic seperti diatur dalam pasal 263 dan 266 KUHP.

Apabila pelaku tersebut terbukti melakukan pemalsuan tanda tangan dan merugikan korban, maka pelaku tersebut akan dikenakan, Pasal 263 ayat (1) KUHP berbunyi sebagai berikut:

“Barangsiapa membuat surat palsu atau memalsukan surat, yang dapat menerbitkan sesuatu hak, sesuatu perjanjian (kewajiban) atau sesuatu pembebasan utang, atau yang boleh dipergunakan sebagai keterangan bagi sesuatu perbuatan, dengan maksud akan menggunakan atau menyuruh orang lain menggunakan surat-surat itu seolah-olah surat itu asli dan tidak dipalsukan, maka kalau mempergunakannya dapat mendatangkan sesuatu kerugian dihukum karena pemalsuan surat, dengan hukuman penjara selama-lamanya enam tahun.

Jadi, pidana maksimal yang dapat dijatuhkan pada pemalsu tanda tangan suatu surat adalah enam tahun penjara.

Namun, untuk dapat dikenai sanksi pidana Pasal 263 ayat (1) KUHP ini sebagaimana dijelaskan R. Soesilo (hlm 195), surat yang dipalsu itu harus suatu surat yang:

a. Dapat menerbitkan hak, misalnya: ijazah, karcis tanda masuk, surat andil dan lainnya.

b. Dapat menerbitkan suatu perjanjian, misalnya: surat perjanjian piutang, perjanjian jual beli, perjanjian sewa dan sebagainya.

c. Dapat menerbitkan suatu pembebasan utang, misalnya kwitansi atau surat semacam itu; atau

d. Suatu surat yang boleh dipergunakan sebagai suatu keterangan bagi sesuatu perbuatan atau peristiwa, misalnya: surat tanda kelahiran, buku tabungan pos, buku kas, dan masih banyak lagi.

Pihak Kepolisian juga diminta untuk bersungguh-sunguh dalam menangani permasalahan kasus ini dengan tetap mengedepan kan asas praduka tak bersalah namun untuk secepatnya dapat mengungkap kasus ini dengan segera dan agar tidak terjadi lagi yang seperti ini. (red)

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

www.000webhost.com