Diduga Pengadaan Pelatihan Dan Peningkatan Spots Diving Fiktif Di Dinas Pariwisata Anambas

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Anambas Iwan K Roni

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Anambas Iwan K Roni

Samuderakepri.co.id, Anambas – Marak dan mulai tercuatnya kasus-kasus korupsi di Kabupaten Kepulauan Anambas tidak terlepas dari pungsi kita sebagai masyarakat untuk memantau,  melihat  dan melaporkan ke pihak yang berwajib merupakan tanggung jawab kita semua sebagai warga Negara Indonesia yang baik.

Seperti yang sudah ditangani pihak yang berwajib ada beberapa kasus yang naik saat ini sudah diperiksa dan ada juga yang sudah diputuskan hukumannya.

Terkait Dugaan Pengadaan Pelatihan Dan Peningkatan Spots Diving Fiktif Di Dinas Pariwisata Anambas yang telah merugikan negara hampir 1,7 Milyar Rupiah.

Tokoh Masyarakat Anambas, yang namanya tidak mau disebutkan namanya, Menangapi hal ini, “Menjelaskan, “Sudah jelas dugaan dalam dua paket dengan hampir sama kegiatannya di selenggarakan yang sama dan juga hampir bisa dibilang Fiktif itu kegiatan karena tidak pernah kelihatan mana pelatihannya, dilaksanakan bisa jadi hanya untuk mengelabui masyarakat anambas, alias asal-asalan saja kegiatannya dilaksanakan.

Saya berharap pihak berwajib segera mungkin untuk mengusut dan menangani Terkait Dugaan Pengadaan Pelatihan Dan Peningkatan Spots Diving Fiktif Di Dinas Pariwisata Anambas yang telah merugikan negara hampir 1,7 Milyar Rupiah, Ungkapnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Kepulauan Anambas Iwan K. Roni selaku Penguna Aggaran (PA) saat dikompirmasi wartawan samuderakepri.co.id, dikantornya (Jumat 10/06) 11:35 wib, “Menjelaskan, “Waduh Fiktif ya, “Anggaran itu awalnya ada di kita sehubungan anggaran dipisit tidak dilaksanakan, ada kerja sama (IC) dengan pihak conoco, pihak conoco menindaklajuti kegiatan itu, sehubungan kegiatan kita yang tidak jadi dan dipotong, uangnya tidak ada.

Maka untuk pelatihan diving itu langsung ditangani pihak IC dan conoco, jadi pihak conoco yang menyelenggarakan kegiatan dengan mengunakan anggaran dari mereka.

Kesiapan masyarakat kita disiapkan disiapkan apabila nanti, waktu itu 40 orang yang diundang, masing masing kecamatan, sehingga kesiapan kedepan bisa dapat mencari pekerjaan untuk menjadi daivingnya khususnya di pariwisata.  Kita tidak pernah mengadakan pelatihan Spot Diving, Ungkapnya.

Salah satu oknum PNS di Lingkungan Dinas Pariwisata Kabupaten Anambas, yang namanya tidak mau disebutkan, “Membenarkankan, “Memang benar pengadaan kegiatan pelatihan diving secara prosudur dilaksanakan tapi teknis dilapangan tidak dilaksanakan, namun dialihkan kegiatan ke rutinitas kantor.

Tentu saja menjadi pertanyaan, apakah boleh dari dari kegiatan yang sudah ditenderkan lelang dan dimenangkan salah satu perusahan dan anggaranya dialihkan ke kegiatan lain?… (Bersambung). (red)


Tagged with

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

www.000webhost.com