Effi Sjuhairi : Kadis PU Kabupaten Anambas Akui Lalai dalam Proyek Peningkatan Jaringan Irigasi Jemaja

samuderakepri.co.id, Anambas – Kadis PU Kabupaten Kepulauan Anambas Effi Sjuhairi, “Akui kelalaian dari pihak Dinas PU Anambas terkait Proyek Peningkatan jaringan Irigasi Jemaja dengan nilai proyek Rp.5.509.159.000.00, pemenang tender oleh perusahan SF yang menyebabkan kerusakan hutan lindung, pasalnya jalan masuk akses proyek untuk alat berat masuk melalui jalur yang dibuka oleh pihak kontraktor yang diduga saat ini masuk dalam kawasan hutan lindung.

jika benar kawasan tersebut adalah kawasan hutan lindung maka dinas PU Kabupaten Anambas akan membuat surat Pernyataan resmi untuk mereboisasi kembali hutan yang telah dilewati alat berat tersebut dan atau pinjam pakai lahan. “Ungkapnya saat dikompirmasi samuderakepri.co.id Sabtu (07/10/2017).

Dan Kini masih menunggu hasil dari tim Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Kepulauan Riau yang turun survay untuk memastikan apakah terkena dalam kawasan hutan lindung apakah tidak,  dan sudah hampir 35 tahun waduk  tidak pernah di otak atik. “Ungkapnya.

Masih simpang siurnya apakah waduk yang terkena kawasan hutan lindung atau pun akses jalan yang dibuka oleh kontraktor yang merusak hutan lindung di Waduk Irigasi Desa Bukit Padi Kecamatan Jemaja Timur.

Sementara ditempat yang terpisah Andiguna Kabid perencanaan Dinas Bapedda Kabupaten Kepulauan Anambas beberapa hari yang lalu dijumpai di ruang kerjanya menuturkan bahwa yang termasuk kawasan hutang lindung adalah lokasi waduk bukan yang dilewati alat berat bukanlah kawasan hutan lindung,”Ungkapnya.

Tim dari Dinas Kehutan dan Lingkungan Hidup Prov.Kepri, Agus Purwoko selaku Kasi penegakan hukum dan tapal batas Provinsi Kepri saat di wawancara media ini Sabtu malam (06/10/2017) menjelaskan, “Apa bila hasil dari survay dilokasi proyek Irigasi di Jemaja masuk dalam kawasan Hutan lindung maka akan dikenakan saksi Diberhentikan dan ditutup jalan akses menuju ke lokasi proyek, Ungkapnya.

Bedasarkan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 Pasal 50 Larangan dan saksi bagi perusak hutan lindung poin 2 dilarang merambah hutan lindung dan poin 6 Dilarang membawa alat-alat berat Truk, lori buldozer dan lain-lainnya apabila dilanggar  akan dikenakan dengan saksi Pidana penjara 10 tahun atau denda 10 milyar. Bersambung..(rn/red)

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

www.000webhost.com