Gustian Riau Antara Moral, Hukum Adat Dan Kelainan Jiwa

Gustian Riau Antara Moral, Hukum Adat Dan Kelainan Jiwa

Samuderakepri.co.id, Batam – Ada-ada saja tingkah polah etika perbuatan Oknum Pejabat Pemko Batam yang bersembunyi di balik tirai berwajah suci dan etika yang tinggi dalam cermin kasta harga diri yang menonjolkan ke egoisan. Namun kenyataannya tiada memiliki nilai-nilai rasa yang di junjung tinggi oleh segenap penduduk Kota Batam yang hidup dan berjuang di bawah pilar Bumi Melayu Payung Negeri.

Itulah tingkah polah etika Gustian Riau Kepala Dinas BPM-PTSP Kota Batam yang di anggap sesat dan terungkap setelah membezuk pegawai honorernya yang sakit berinisial “A” lewat pemberian paket istimewa berupa Buah Nanas Dan Ubi Kayu. Sehingga menimbulkan api amarah dan semakin mendidih pada segenap penduduk Bumi Melayu Kota Batam yang terdengar jeritan batinnya di bawah naungan PERPAT Kota Batam.

Panglima Perpat (Dewan Pendiri) Saparuddin Muda menyampaikan “kami tidak terima tata cara, sikap dan etika Gustian Riau yang telah menyakiti merendahkan dan mencoreng marwah keluarga kami yang sedang sakit (surat izin sakit) kok malah di kasih buah nanas dan ubi kayu, apa maksudnya…??? Dan sebelumnya Gustian Riau sempat menjawab dengan ringan dan enteng via HP itu hal yang biasa atau ada kebiasaan yang di lakukannya. Inilah yang membuat kami marah dan melakukan Aksi Damai pada hari ini tanggal 27 Maret 2017 meskipun sebelumnya tertunda. Untung saja saya pihak keluarganya, kalau saya ayahnya pasti parang sebagai jawabannya. Atau Gustian Riau mengidap penyakit kelainan jiwa ?? Penyakit kok di pelihara…terlalu banyak gelper dan massage yang di urusinya”.

Panglima Perpat menambahkan panggil dan hadirkan Gustian Riau, adat mana yang dia pakai ? Atau selesaikan secara Hukum Adat Melayu…!!! Dan copot Jabatan Gustian Riau sebab tidak punya etika dan moral yang layak di pertahankan. Etika perbuatan dan cara berfikir Gustian Riau bukanlah insan manusia yang baik untuk di tiru tapi bagaikan makhluk Tuhan bernama hewan……sambil menahan kesal dan geram…

Hal senada juga di sampaikan oleh fungsionaris pentolan-pentolan Perpat Kota Batam bahkan Orasi Demo menciptakan sebuah adegan drama berdurasi 420 detik (paket istimewa Gustian Riau berupa nanas plus ubi kayu) yang menyakiti batin dan mencoreng marwah penduduk melayu menjadi bahan perhatian yang harus di pertanggung jawabkan.

Tuntutan Aksi Damai Perpat Kota Batam di terima oleh Setdako Batam “Jefridin” dengan jawaban bahwa poin-poin aksi damai akan di sampaikan kepada Walikota Batam sesuai unsur materi aturan yang ada. Apalagi sudah menyangkut etika dan moral di Bumi Melayu ini secepatnya dalam hitungan waktu 1 minggu. (RMSAg) Bersambung……..


Tagged with

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

www.000webhost.com