Hari Marwah Kampung Tua Telah Dikangkangi & Di Nodai

samuderaKepri.co.id, Batam – Seantero alam jagat raya ini pun tahu apa itu “ kampung tua”. Didalamnya pasti ada nilai-nilai sejarah / situs sejarah yang harus dijaga, di rawat dan dilestarikan keberadaannya.Sebagai bukti betapa tinggi dan besarnya peradaban kehidupan, berbudaya, dan beretika serta nilai ketulusan pada zaman sebelumnya (beberapa abad yang silam).Itulah nilai-nilai yang berkharisma natural, disegani, dihormati, dan selalu dikenang atas keluhuran budi pekerti, ilmu maupun tindak tanduk perilakunya.Dan hal itu hanya dimiliki oleh orang-orng yang berhati tulus. Apakah orang-orang pandai yang berpendidikan tinggi dengan ribuan pasukan bahkan memiliki kewenangan serta kemampuan sudah merasa benar, jago dan hebat diatas bumi ini… ?

 Tentang kampung tua tentu ada isinya yaitu “Maklumat Kampung Tua” antara lain : Mengakui titik keberadaan kampung tua dan setara dengan daerah lainnya yang mendapatkan pelayanan hukum maupun administrasi serta ditindak lanjuti dengan rekomendasi sertifikasi lahan kampung tua oleh Otorita Batam / BP Batam, Pemko Batam, BPN Kota Batam dengan masyarakat secara bersama-sama.

Akan tetapi, pada hari marwah kampung tua, yang dibanggakan dan dihebohkan hanya disuguhi sebuah “Piagam Penghargaan” belaka.Sebatas itukah hasil kerja keras musyawarah yang telah berjuang selama 5 tahun… ?

Sadarlah !Duhai… manusia-manusia bersih bermuka dua.Itupun kalau tidak mau disebut manusia-manusia culas mendua hati. Tuhan Maha Melihat, masih banyak hak orang-orang yang dikelabui, terzolimi di dalam rencana langkah hidup mu.

Pada kesempatan lain, masyarakat Kota Batam bertanda tanya “Apakah itu yang disebut hari marwah kampung tua… ?

Mungkin, karena faktor cuaca alam yang terbelenggu masa pancaroba membuat massa (ribuan orang) pada hari marwahterpecah diserang penyakit seperti batuk-batuk, influenza bahkan masuk angin bikin perut kembung bagi tokoh-tokoh tua yang bukan orng muda lagi. Kalau sakit demam, obatnya ke dokter. Bukan main hujan… Celoteh warga masyarakat / massa yang sangat kecewa.

Namun demikian, hasil pantauan dan kajian media in, bukan hanya para tokoh tua (RKWB) dan tokoh-tokoh muda Kota Batam saja yang tahu nilai-nilai situs sejarah di dalamnya.Bahkan warga pendatang pun tahu dan ingat bahwa pada setiap titik sudut penjuru Kota Batam, dikelilingi oleh Makam-Makam Tua yang sakral dan beraura gaib / mistis.   (Ricky Mora, S.Ag-)


Tagged with

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

www.000webhost.com