Hutan Lindung Batam Digunduli Hama-Hama Berdasi Saling Tuding Dan Menghujat

Foto Area Hutan Lindung Yang Telah Gundul (1200 M Dari Lokasi)

Foto Area Hutan Lindung Yang Telah Gundul (1200 M Dari Lokasi)

samuderaKepri.co.id, Batam – Tiada satupun kata yang dapat terucap atas suksesnya aktifitas-aktifitas empuk tersembunyi di Kota Batam, selain dari kata-kata“ Itu pasti perbuatan orang-orang serakah yang tidak bertanggung jawab”. Tapi kenyataannya yang selalu terjadi masyarakat kecil ditangkapi, ditindak atas nama hukum.Sementara aktifitas yang bersekala besar masih tetap mulus berjalan dengan indah. Disinyalir ada modus-modus tertentu yang telah disetting untuk mengelabui masyarakat banyak demi terciptanya nama baik dan citra suatu kewenangan.Entah sampai kapan sadarnya meskipun rambut telah memutih.Namun selalu saja masyarakat kecil yang dikorbankan.Seperti proyekbisnis produksi alam (pengrusakan alam)galian pasir tanah/darat ataupun pasir laut.Khususnyapembalakan kayu-kayu hutan hingga gundul, gersang, kering kerontang yang berakibat buruk pada  area lokasi disekitarnya maupun area lokasi daerah tangkapan air (DAM) sebagaisumber utama kehidupan manusiayang patut dijaga kelestariannya.

Menurut keterangan warga masyarakat yang masih pengurus partai politik di kota Batam (enggan menyebutkan namanya) bahwa pada saat ini, kondisi suhu udara, cuaca Kota Batam terasa panas sangat jauh berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya yang terasa sejuk dan segar. Akibat hutan lindung digunduli, kayu-kayu hutan dijadikan anugerah rejeki.Bukit-bukit disikat habis & dijadikan ajang bisnis usaha maupun pemukiman baru (melalui developer) tanpa legalitas yang jelas.Dan tanpa penerapan solusi antisipasi atas hal-hal yang diperjual belikan.Seperti area lokasi  penghijauanyang sudah ada ketentuannya juga drainase yang tidak layak. Bahkan, bila anugerah Tuhan turun dari langit, sudah pasti Batam bersahabat, bersaudara dengan air yang bercampur sampah dan air lumpur yang kotor alias banjir melanda. Dari tahun ke tahun itulah kondisi kota Batam yang sebenarnya.

Konon Kota Batam yang sangat di istimewakan sebab di anugerahi kesaktian melalui Keputusan Presiden (Kepres). Tapi kenyataannya syarat dengan tata cara manipulasi profesional dan tindakan penyelewengan-penyelewengan dengan dalih aturan kewenangan yang pragmatis. Diduga Aktifitas-aktifitas pengembangan daerah Kota Batam hingga Rempang dan Galang telah disalah gunakan yang mengakibatkan kerugian negara mencapai milyaran rupiah bahkan bisa lebih nilainya.Dan belum termasuk jual beli lahan yang telah gundul untuk selanjutnya dimanfaatkan oleh orang lain dengan dalih penghijauan mulai dari harga 30 juta rupiah hingga ratusan juta rupiah (Celoteh warga yang enggan menyebutkan namanya).

Dimana wajah tata ruang kota Batam yang dibanggakan, sementara di area lokasi penghijauan telah berdiri bangunan permanen dan tempat usaha (IMB Siluman), maupun lokasi fasum yang telah disalah gunakan fungsinya. Dasar manusia serakah… bagaikan makhluk Tuhan yang kurang waras telah lupa pada Sang Penciptanya. Sehingga tega merusak keindahan kota, merusak keindahan alam dan membuat arus lalu lintas semakin sempit, semakin ruwet saja. Serta hanya mementingkan, memperkaya diri sendiri tanpa memikirkan akibatnya di kemudian hari.

Dalam hal ini pihak-pihak terkait pun saling tuding dan saling menghujat. Dinas KP2K dan BP Batam maupun unsur-unsur lainnya yang terlibat dan lebih tahu urusan keserakahan pengrusakan alam.Sudah pasti ingat dan hafal sampai kapan pun atas perbuatannya dihadapan Tuhan,bersama sebuah lagu populer “Bangun tidur ku terus mandi…” dengan gubahan lagu “ Indonesia tanah air ku,Tanah tumpah darah ku..” seperti gurindam 12 gubahan Raja Ali Aji.
Betapa nikmatnya dan Indahnya anggaran suku bunga deposito dari berbagai koneksitas suku bangsa di negeri ini.Namun menyakiti bahkan menyayat-nyayat hati masyarakat, rakyat Indonesia.Dimata dunia Internasional, negara Indonesia sangat Kaya Raya hasil buminya, Tapi kini telah berpaling hingga memproduksi “Impor” dari negara luar.

Bagaimanakah sistem dan mekanisme perjalanan perekonomian negara ini (Nasib Rakyat dan Bangsa) kedepannya…..??

Namun demikian, hingga saat ini sang Pemangku Amanah Kewenangan (BP Batam) maupun sang Pengemban Amanah Sumpah Kitab Suci,masih tetap makhluk ciptaan Tuhan yang suci nan bersih (dhoif) dengan tali ayunan yang terbuat dari intan & berlian dengan segala keserakahan dan kehebatannya..yangberlindung dibawah naungan Ka’bah….. (Ricky Mora, S.Ag-)


Tagged with

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

www.000webhost.com