Infrastruktur Jalan Kawasan Industri Kota Batam Perlu Di Perhatikan

Infrastruktur Jalan Di Area Kawasan Industri Perlu Di Perhatikan

Samuderakepri.co.id, Batam – Begitu padat dan pesatnya kendaraan yang melintasi area kawasan Industri Tanjung Uncang, Batu Ampar dan Kabil-Batam hingga ratusan kendaraan roda dua, maupun roda empat khususnya angkutan alat-alat berat tentu berakibat pada kapasitas dan beban jalan.

Kondisi jalan hingga saat ini cukup memprihatikan dan perlu perbaikan demi perbaikan infrastruktur untuk memenuhi dan mendukung keselarasan aktifitas industri yang di butuhkan para investor atau pengusaha khususnya untuk keselamatan dan kenyamanan ribuan pekerja di dalamnya.

Dari sekian banyaknya para pekerja yang melintasi jalan tersebut menyatakan satu suara yang sama “Kami hanya pekerja operator kelas bawah untuk menghidupi anak istri, membantu beban orang tua/keluarga, kalau pun kami dapat gaji lebih atau bonus itu pun setelah kami kerja lembur siang dan malam untuk persiapan keperluan anak-anak sekolah. Tapi bila kami melintas di jalan ini (jalan rusak dan berlubang) kami selalu merasa was-was tidak nyaman karena sudah sering terjadi kecelakaan beruntun dan yang rugi, repot kami juga terus mau mengadu kemana…? Sebenarnya kecelakaan pekerja di kawasan jalan industri sering terjadi di sebabkan apa ya bang…? Para pekerja malah balik bertanya melalui awak media ini.

Namun diantara pekerja menambahkan “Kami buruh kecil juga bayar pajak, bonus pun kena pajak bahkan belanja makan minum sama keluarga pun di pajak lagi…semua kena pajak, makan tuh pajak sampe buncit…masak abang tak tau, tak menyadarinya…?

Dan kalau di bolehkan UU Darurat itu sebenarnya untuk apa atau untuk kepentingan siapa,kalau untuk kepentingan rakyat, biarlah kami yang datang mencari dan bertemu orang-orang hebat, sangat pintar mencari-cari kesalahan orang lain, semua bahan di jadikan alasan politik untuk kepentingan dirinya dan orang-orangnya, jangan di anggap kami buruh kecil tidak tau…! Urus saja kerja mu tanggung jawab mu, jangan campuri urusan orang lain biar orang mengingat hasil kerja budi baik mu.

Tapi pada saat awak media ini bertanya tentang identitas/latar belakangnya, sang pekerja langsung menjawab “kami di sini hanya buruh kecil butuh hidup tenang dengan bekerja bukan pamer titel dan jabatan apa lagi ngomong doang, bang…imbuh sang pekerja namun terlihat sepintas bola matanya bersinar dengan bentuk rahang yang kokoh dan rongga dada tulang bahu terawat stabil.

Sementara itu pihak manajemen dari beberapa perusahaan di kawasan industri enggan berkomentar selain dari kalimat “Lanjutkan program kerja evaluasi dan investigasi media bapak (maksudnya samuderakepri) sesuai keseimbangan aturan sebab hanya bukti kerja yang kami harapkan bukan politik ataupun mencari-cari kesalahan orang lain.

Menurut keterangan narasumber bahwa BP Batam pada tahun 2017 ini melaksanakan peningkatan dan perbaikan jalan di beberapa titik area kawasan industri.

Berdasarkan hasil pantauan media ini di temukan masih ada infrastruktur jalan di area kawasan industri Tanjung Uncang tercipta dari tanah yang sangat alami. Seharusnya jalan di area kawasan industri dapat lebih di cermati kembali bukan hanya sekedar di cor saja, sementara permukaan jalan penuh dengan jerawat mengakibatkan jalan tidak rata dan bergelombang seperti di area Cikitsu hingga patung singa maupun area lainnya. Cukup lah hanya muka atau wajah saja yang berjerawat tapi jalanan harus rata jangan sampai terkontaminasi atau turut serta berjerawat pula.

Padahal pajak kendaraan telah dinaikkan tapi kok malah jalan semakin rusak…..??

Diharapkan para pemimpin tokoh bangsa Negara ini khususnya tokoh Pemimpin Kota Batam agar dapat lebih mengutamakan kaedah-kaedah pola pembangunan yang berenergi positif dan sehat jangan membawa sifat atau sikap egosentris diri sendiri maupun kasta golongannya sebab masyarakat juga tau dan mengikuti perkembangannya, “katanya demi kepentingan orang banyak dan rakyat…??

Sang bocah cilik anak negeri ( bukan bocah ingusan ) mengungkap harapan dihatinya sambil berdendang “Gunung Bintan Lekuk Di Tengah…Gunung Daek Bercabang Tiga…Hancur Badan Dikandung Tanah…Budi Yang Baek Di Kenang Juga…”. (Ricky Mora/Red)

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

www.000webhost.com