Kampus Uniba Batam Bergetar Oleh Peci Dan Toga

samuderakepri.co.id, Batam – Berawal dari sebuah kampus / Universitas Abulyatama yang identik dengan nuansa islami. Kini telah berkembang, diiringi dengan perubahan status menjadi sebuah kampus Universitas Batam (Uniba) dengan prinsip kampus nasional atau umum yang bernaung dibawah Yayasan Griya Husada dengan ketua H. Rusli Bintang. Akan tetapi Yayasan Griya Husada kampus UNIBA kini telah bergetar, terguncang lumayan hebat hingga mengalami porak poranda. Bagaikan dilanda hujan meteor yang jatuh secara horizontal pada malam hari disebabkan Peci vs Toga (Reaksi mahasiswa tanggal 26 Oktober 2015).

Kronologinya, bermula dari surat keputusan / kebijakan Rektor uniba No. 414/REK-Uniba/IX/2015 menyebutkan bahwa tahun 2015 wisuda menggunakan peci. Tanpa sosialiasi dan / atau pemberitahuan pada ketentuan awal daftar masuk kuliah. Akibatnya para mahasiswa melakukan aksi demo hingga aksi sweeping berulang kali.

BEM Uniba Sopandi, dan Sofu Laia yang pernah mengharumkan nama kampus Uniba dalam rangka Argumentasi / Diskusi dengan Mahkamah Agung RI menyampaikan rasa kesal dan kecewanya. Bahwa pihak mahasiswa telah berkirim surat berupa nota kesepakatan dan tuntutan mahasiswa kepada pihak Rektorat Uniba. Isi surat tersebut adalah landasan hukum logika dan tuntutan penolakan mahasiswa sesuai bukti wisuda pakai topi toga (Brosur, Kuitansi). Akan tetapi pihak Yayasan Griya Husada kampus Uniba malah menjawab dengan santai dan enteng yakni “Akan mengembalikan uang mahasiswa “sebesar Rp. 1.700.000,- bagi mahasiswa yang menolak wisuda pakai peci dan ijazah pasti diberikan. Kemudian pihak Rektorat Uniba meninggalkan mahasiswa begitu saja dengan rasa percaya diri yang cukup tinggi dan tidak mencontohkan etika yang baik. (Pertemuan tanggal 13 Oktober 2015 ).

Dan tanggapan, penjelasan Rektor Universitas Batam Profesor Novirman dalam dua lembar kertas tanpa tanda tangan dan cap stempel menyebebutkan bahwa topi wisuda dulunya memiliki arti dan kebanggaan bagi lulusan Perguruan Tinggi hingga anak – anak TK / Paud, TPQ telah hilang maknanya…? Akan tetapi Profesor Novirman sang Rektor Uniba tidak menyebutkan dengan jelas sebagai bukti nyata bahwa lulusan anak – anak TK / Paud, TPQ sudah ada atau banyak yang diwisuda pakai PECI. Anak – anak TK saja tahu bersuka cita dan merasa bangga diwisuda pakai topi toga, Duhai Bapak Profesor … celoteh para orang tua murid TK/Paud, TPQ.

Sementara itu, Ngaliman SE, M.Si. selaku WR III (Wakil Rektor III) bidang kemahasiswaan tidak terlihat tampil secara intelektual, sehat dan bijak untuk melayani para mahasiswa sebagai anak didiknya yang perlu diayomi serta butuh ketenangan, kejelasan sebab telah dirugikan dalam harapan. Bahkan justru sebaliknya yang hampir saja terjadi yakni WR I (Wakil Rektor I) Zulkarnain Edward hampir saja menjadi sasaran atau tumbal atas rasa kesal, kecewa dan betapa marahnya para mahasiswa karena telah di bohongi juga dipermainkan.

Sebelumnya Ngaliman SE, M.SI. selaku WR III (Wakil Rektor III) telah membuat Stigmen bahwa keputusan Rektorat tidak ada yang menyalahi aturan dan tidak ada yang dirugikan. Ucapan Ngaliman itulah yang membuat kami geram, kecewa. Sehat enggak … gentle enggak. … Ngaliman waktu ngomong … cetus para mahasiswa.

Namun demikian pihak Rektorat Uniba tidak dapat dikonfirmasi dengan tujuan memantau persiapan wisuda mahasiswa sebagaimana umumnya. Dan hasil pantauan Tim Media ini, diduga telah terjadi unsur pemaksaan kebijakan dibawah standar prosedur. Dan proses Tahapan Pengembangan Dosen tidak efektif (sesuka hati bagi yang pintar ngomong atau pintar cari muka). Serta program pembangunan kampus Uniba perlu dicermati sebab mungkin saja nama mahasiswa yang digadaikan. Dan diduga telah terjadi penyelewengan UU No.12 Tahun 2012 Tentang Perguruan Tinggi. Dapatkah dipertanggung jawabkan oleh Rektorat Uniba tentang Barter pengembalian uang mahasiswa sebesar Rp. 1.700.000,- bagi mahasiswa yang menolak wisuda pakai peci….. ???

Inilah ungkapan hati sang panglima besar penyandang Satya Lencana Bintang Toejoeh
JENDRAL NAGA BONAR “ Apa kata dunia …! Sambil tersenyum kecut dan lirih…. (RMS.Ag)


Tagged with

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

www.000webhost.com