Kejaksaan Agung RI Dan Peningkatan Kinerja Jajarannya

Samuderakepri.co.id, Batam – Diantara keluarga-keluarga korban yang batinnya menjerit, meratap pilu mengiringi tubuh kaku tidak bernyawa jenazah sang suami, sang ayah, dan sang anak serta sang saudara yang dinyatakan meninggal dunia, tewas diakibatkan penganiayaan pembunuhan. Masih dapat menerimanya dengan hati pasrah ikhlas kepada Tuhan Sang Pencipta dan Sang Pengatur Takdir.Dengan penuh harapan terhadap para pengatur wakil-wakil Tuhan di atas bumi ini yang sudah semakin tua pula umurnya.

Namun apa daya, keluarga-keluarga korban penganiayaan pembunuhan yang tidak punya apa-apa. Semakin merasa hampa, kecewa yang sangat dalam atas keputusan para pengatur wakil-wakil Tuhan tersebut. Rasa terhina, terhempas sambil berfikir “bagaimana jika suatu ketika para pengatur wakil-wakil Tuhan dan makhluk-makhluk yang turut terlibat, mengetahui dan mengalaminya… Apakah lingkaran jalinan itu dapat menerimanya dengan hati pasrah & ikhlas, pulamenghadap Tuhan yang sesungguhnya ?

Bapak kepala kejaksaan Agung RI & Jajarannya, dan untuk khususnya Kajari Batam & Jajarannya. Atas tindakan kejahatan pidana matinya orang lain dengan modus seakan-akan perkelahian 1 lawan 1 dengan notabene I’m Good Father yang bisa membuat tatanan BAP yang tidak jeli dalam hal matinya orang lain. Apakah kejadian 1 lawan 1 dengan tanpa alat dapat mematikan orang lain… ?

Sehingga dapat dianggap perlu dilakukan pembinaan peningkatan kinerja yang sudah ada dan telah mengetahui yang sebenarnya.Kajian pembuktian yang seakan-akan tertutupi adalah satu fenomena delik hukum yang sepertinya berseberangan. Namun demikian tanggapan salah seorang JPU Immanuel Tarigan SH,MH berupa SMS “Pasal 351 KUHP penganiyayaan mengakibatkan matinya orang lain”. Apakah secara delik hukum tersebut di atas masuk dalam katagori tuntutan 4 tahun penjara ??

Pada sisi lain, kilas balik Planet Holiday Hotel berdarah dengan matinya 1 orang & cacat se umur hidup dengan putusnya 1 tangan. Dimana pihak keluarga korban yang tidak punya apa-apa, mendengar tuntutan JPU saat itu hanya hampa belaka dan mengharapkan dari Tuhan Yang Maha Esa dan dari Yang Mulia mewakili Tuhan diatas bumi ini hanya berupa permen karet belaka. Apakah peristiwa yang menyebabkan matinya orang lain, sengaja terpelihara rapi & terlindungi di antara kabut tipis yang menjelma… ??

Namun demikian, demi kondusifnya iklim Batam yang dianggap perlu untuk dicermati.Permasalahan dan pergerakan demi pergerakan Gemot (Geng Motor) dan Begal yang sangat meresahkan masyarakat Kota Batam dan telah di antisipasi oleh Bapak Kapolresta Barelang.Ditengarai, dibiayai dan disponsori oleh salah seorang pengusaha di Kota Batam yang notabene sebagai bentuk pengalihan hanya untuk mempertahankan jalur bisnisnya pada suatu waktu bila diperlukan.

Apakah tatanan hukum dan mekanisme pelaksanaan hukum yang terlindungi lantas terpelihara rapi dalam kabut tipis di bumi Kartini yang cerdas, handal, bijak bermoral dapat disebut sisa-sisa tertinggalnya hukum masa kerajaan Nederland….

Sudah saatnya sang pejuang perwira tinggi Jenderal Naga Bonar jagonya tersenyum berkicau “Apa Kata Dunia….! “Meskipun sang perwira tinggi Jenderal Naga Bonar pernah turun pangkatnya menjadi sersan mayor namun hati, sikap dan kepribadiannya tetap tulus bersahaja sambil berceloteh “yang penting masih ada mayor nya jadilah dan gue tetap seorang perwira yang disukai juga disayangi…”.(RM.S.Ag)


Tagged with

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

www.000webhost.com