Kepala DITPAM BP Batam Tukang Rekayasa dan Pembohong Besar

Kasat Reskrim: Mereka Ditangkap Karena Setoran Fee Gratifikasi?

Hutan Lindung Daerah Tangkapan Air Gundul Dan Gersang Kemanakah Kayu Hutan Tersebut : (Foto Istimewa)

samuderakepri.co.id, Batam – Kasus Illegal Logging area DAM Nongsa-Batam semakin mengkerucut bahkan semakin panas bagaikan bola api yang mengelilingi Organ Tubuh Direktorat Pengamanan (Ditpam) sebagai Institusi professional dan terhormat dengan induk semangnya Otorita Batam / BP Kawasan Batam.

Empat orang tersangka BS, AR, Y, S, yang ditangkap Ditpam Bp Batam tanggal 26 Mei 2016 di area DAM Nongsa dan kasusnya dilimpahkan Cecep Rusmana (Kepala Ditpam) pada Satreskrim Polresta Barelang tanggal 27 Mei 2016 dengan Surat Perintah Penangkapan nomor: SP-Kap/200/v/2016/RESKRIM hingga saat ini para Tersangka di tahan pada rutan barelang.

Tersangka Y dan S tentang kasus yang menimpanya dan Barang Bukti yang dituduhkan berupa Kayu Balok sudah jadi cukup banyak tapi hanya 20 Batang Kayu Balok yang dibawa Ditpam memberi jawaban bahwa “kami tidak mengakui dan menolak itu bukan punya kami, itu barang orang lain. Kami disergap ditangkap dan dipukuli tidak diberi kesempatan bicara saat pulang kerja dari kebun pak Mansur waktu menjelang maghrib dan dipaksa mengakui perbuatan yang tidak kami lakukan maksudnya Barang Bukti menurut keterangan Tersangka”.

Tersangka BS dan AR tentang kasus yang menimpanya dan Barang Bukti yang dituduhkan berupa Kayu Balok sudah jadi cukup banyak tapi  hanya 20 Batang Kayu Balok yang dibawa Ditpam memberi jawaban bahwa “kami tidak mengakui dan menolak itu bukan punya kami, itu barang orang lain tidak tau punya siapa. Kami disergap ditangkap dipukuli tidak diberi kesempatan bicara jauh di luar area TKP dan dipaksa mengakui perbuatan yang tidak kami lakukan maksudnya Barang Bukti menurut keterangan Tersangka”. Dan ternyata Tersangka BS adalah anggota Ditpam juga.

Berdasarkan hasil pantauan Investigasi Media ini bahwa kondisi cuaca DAM Nongsa pada sore atau senja hari menjelang waktu maghrib sudah mulai gelap, apalagi Area lokasi kebun milik pak Mansur warga setempat (TKP). Dan kondisi fisik anggota Ditpam saat mengangkat 20 Batang Kayu Balok (data foto hanya 1 batang kayu balok yang diangkat) terlihat segar bugar tanpa peluh atau keringat menghiasi tubuh mereka. Pada data foto Barang Bukti Illegal Logging dari  narasumber atau informasi yang disebar luaskan oleh Cecep Rusmana Kepala Ditpam BP Batam tertulis tanggal 19 Mei  2015 dan berita terbit tanggal 28 Mei dan 30 Mei 2016.. Ternyata lucu dan pintar Cecep Rusmana Kepala Ditpam bercanda sebab berita tersebut terbit 2 hari setelah kejadian penangkapan.

Dan para Tersangka tidak mengakui, menolak Barang Bukti yang dituduhkan Cecep Rusmana Kepala Ditpam serta Data Foto Barang Bukti Illegal Logging yang disebar luaskan Cecep Rusmana tidak sesuai logika akal sehat dengan waktu kondisi dramatis kejadian dalam aturan ciri-ciri analogi dan antologi bahasa fakta yang sesungguhnya.

Contoh Data Foto Barang Bukti Kayu Balok Tangkapan Ditpam (lokasi Hutan 200 Meter dari jalan) : (Foto istimewa)

Diduga Cecep Rusmana telah melakukan pertunjukan Drama sebuah rekayasa dan kebohogan besar. Ada skenario apa di balik Drama Penangkapan Tersangka…??

Apakah Kepala Ditpam benar-benar tidak mengetahui dan dengan sadar menutup matanya atas kondisi Hutan Lindung Daerah Tangkapan Air yang sangat dibutuhkan manusia Penduduk Kota Batam ini, lebih dari 90 Ha luas lahan digunduli gersang kering kerontang dan rakyat kecil pekerja kebun sayur menjadi sasaran tambahan program kerjanya.

Lantas mau dijadikan apa lahan gundul tersebut?  Serakah betul dirimu duhai pemangku amanah kewenangan penganut fee gratifikasi yang dihiasi Obesitas citra diri dalam interupsi nilai revolusi mental menuju revolusi moral apakah dibutuhkan..! (RMSAgMHum/RED)


Tagged with

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

www.000webhost.com