Kinerja Tim Penertiban Videotron BP Batam Tidak Akurat Dan Tidak Cermat

Berkas notulen rapat yang dipimpin H.M. Nur Syafriadi selaku Deputi IV BP Batam, tidak ditemukan gambar lokasi luas area Fly Over.

Videotron raksasa yang telah dibongkar oleh Tim Penertiban BP Batam tgl 25 Feb 2016 (Fhoto : Istimewa)

Videotron raksasa yang telah dibongkar oleh Tim Penertiban BP Batam tgl 25 Feb 2016 (Fhoto : Istimewa)

samuderakepri.co.id, Batam – Rencana pembangunan fly over (jembatan layang) sepanjang 25 km yang bertujuan untuk mengurai kepadatan arus lalulintas di Kota Batam, telah menuai kritikan pedas dan keras, bahkan perlawanan di lapangan. Tim Penertiban Reklame videotron yang dikomandoi H.M Nur Syafriadi (Deputi IV BP Batam) tidak berkutik dan tertahan semangat kerjanya setelah mendapat perlawanan dari pihak pemilik reklame videotron, PT.Arsikon.

Menurut keterangan Tim Penertiban Reklame Videotron BP Batam (enggan menerakan namanya) bahwa pihak PT.Arsikon sebagai pemilik videotron telah dihubungi via handphone berulang kali agar hadir menyaksikan pembongkaran videotron tersebut. Setelah menunggu berjam-jam akhirnya Tim Penertiban kesal dan nekat membongkarnya.

Tidak lama kemudian pihak PT.Arsikon datang ke lokasi tapi setelah melihat videotron raksasa terbaring kaku tak berdaya diatas tanah alias sudah dibongkar paksa. Maka utusan pihak PT.Arsikon (berbadan tegap, besar, perut sedikit buncit) langsung bersuara tinggi menantang “siapa yang bertanggung jawab atas pembongkaran ini dan siapa yang mengganti rugi bila terjadi kerusakan..? kenapa bukan reklame/ iklan di tengah jalan (simpang jam) yang dibongkar duluan, ada apa ini…? Pada waktu rapat tanggal 15 Febuari 2016 sudah disampaikan, kami yang akan membongkarnya. Namun tiada satupun Tim Penertiban yang mampu menjawabnya. Sehingga pihak PT.Arsikon mendirikan kembali videotron raksasa tersebut.

Sebelumnya Pasi Teritorial Kodim 0316/Batam yang turun ke lokasi, juga menanyakan “siapa yang bertanggung jawab atas pembongkaran ini”. Sambil menunjukan berkas rapat notulen tanpa gambar lokasi luas area fly over yang akan dipersiapkan.

Berdasarkan hasil pantauan tim media ini, apakah pejabat BP Batam dengan sengaja atau menganggap sepele berkas data pendukung yang seharusnya dilampirkan. Dan disinyalir, videotron raksasa milik PT.Arsikon berdiri kokoh tanpa ijin yang jelas… Terasa lucu cara kerja Tim BP Batam, bagaimana mungkin benda yang sudah dibongkar boleh dipasang kembali..? Pada tanggal 11 Maret 2016 dilokasi yang sama (simpang jam) PT.Arsikon mendirikan/ memasang kembali videotron raksasa tersebut. (RMSAg)


Tagged with

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

www.000webhost.com