Home » Batam » KPHL Unit II Batam Sang Penjaga, Pelindung Dan Pengelola Hutan Lindung Yang Gundul

KPHL Unit II Batam Sang Penjaga, Pelindung Dan Pengelola Hutan Lindung Yang Gundul

“Kepala KPHL II unit Batam, blusukan keluar masuk perkampungan warga dan mengejar-ngejar Ketua RT untuk meminta tanda tangan. Katanya supaya cepat cair dari perusahaan…disaksikan oleh ASN KPHL / Stafnya”.

Lahan kebun warga Kampung dibilang Hutan Lindung tapi ternyata Hutan Gundul

SAMUDERAKEPRI.CO.ID, BATAM – Pada tayangan sebelumnya sudah dijelaskan, menurut sumber KPHL bahwa tugas dan fungsi KPHL adalah sama dengan Dinas Kehutanan sebelumnya (KP2K) yaitu menjaga dan melindungi hutan lindung. Hanya saja namanya cukup keren pada saat ini dengan nama KPHL (Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung) yang berada dibawah Dinas Kehutanan Prov. Kepri, berdomisili di Sekupang namun tidak ada papan nama pada kantornya.

Lamhot Sinaga Kepala KPHL Unit II Batam yang memiliki prinsip kerja tulus tanpa pamrih untuk warga masyarakat, taat pada aturan dan berwajah bersih gagah..rela blusukan keluar masuk Kp. Setengar Kel. Tg. Piayu yaitu diperkampungan warga paling sudut dan paling pojok Kota Batam. Lalu dengan sopan beretika dan disiplin ilmu yang tinggi memberikan surat tanpa cap stempel kepada warga kampung.

Kemudian memaparkan konsep kerjanya bahwa Hutan Lindung harus dijaga dan dilestarikan melalui sistem pemanfaatan jasa Pengelolaan Hutan Lindung wisata alam yang telah diijinkan Dinas terkait. Serta menyampaikan tentang proses Dokumen Sertifikat TORA untuk membantu masyarakat yang memiliki lahan kebun dan sudah di kelola secara turun temurun agar memperoleh legalitas sertifikat hak milik namanya TORA (Tanah Objek Reforma Agraria) di Kota Batam.

Warga masyarakat kampung mengatakan, bahwa memang benar orang Kehutanan KPHL datang berulang kali blusukan masuk kampong memberi surat tidak ada cap stempelnya. Kami hanya orang kampong orang kebun hidup sama keluarga tidak ada sekolahan. Tapi setelah tau isi surat itu kami jadi takut tidak tenang jadi kami ikut saja kerja mengukur batas lokasi. Katanya orang Kehutanan mau bikin wisata alam 90 Ha luasnya. Setelah siap mengukur, kami tidak diminta tanda tangan kecuali daftar hadir dan terima upah. Dan tapal batasnya ditulis DEW bukan KPHL ada kami foto.

Tapi belakangan ini kami dengar dan kami lihat kenapa Pak RT kami dikejar-kejar sama orang Kehutanan juga orang perusahaan hanya untuk tanda tangan, katanya hanya sebagai bukti laporan berita acara pengukuran sudah siap dikerjakan? Apa itu berita acara kami tak ngerti tapi kenapa koq Pak RT yang dikejar terus.. memaksa namanya.

Usaha kerja keras Lamhot Sinaga yang rela blusukan keluar masuk kampung mengejar-ngejar Ketua RT dan jagonya bersumpah tapi ternyata untuk kepentingan pihak perusahaan dengan dalih Investasi Eksklusif, telah menuai kritikan keras yang sangat serius dan mengundang reaksi dari berbagai pemerhati elemen masyarakat Kota Batam.

Dari sekian banyaknya anggota Dewan, merasa terkejut merasa prihatin sebab wakil rakyat juga mendengar dan tau bahwa Kp. Setengar memiliki historical kisah sejarah. Di dalamnya ada situs sejarah Kota Batam yang harus di jaga dilestarikan sesuai bukti dokumen surat aslinya pada jaman dahulu..ucapan Anggota Dewan namun belum memberi tanggapan… Anggota Dewan berpesan akan mengecek langsung ke lapangan.

LP3B Kota Batam Ir. Safwin dan Praktisi Hukum yang selalu aktif pada Kantor Pengadilan Negeri Batam menyatakan, bahwa setelah kami memperhatikan data bukti dan dokumentasi yang dibuat oleh KPHL itu sudah jelas suatu tehnik tipu muslihat akal bulus yang sangat kotor tapi cerdik. Apa makna Hutan Lindung…mana kayunya dan pohonnya yang besar..? itu namanya tukang kibul & pembohong terdidik pake blusukan bolak balik masuk kampung orang kayak jokowi saja bawa-bawa TORA lagi.
Apa maksud dan tujuannya mengejar ngejar ketua RT mengharap tanda tangan untuk berita acara katanya..apa lagi Ketua RT adalah ahli waris Makam Tua situs sejarah Kota Batam yang tidak punya pendidikan. Tak perlulah ngoceh dengan bahasa seperti itu sama orang kampung.

Perhatikan & sentuh hati orang kampung, bayar atau berikan haknya yang wajar supaya sama-sama enak dan urusan berjalan lancar. Jangan Mansur..jangan Munafiklah. Atau apa namanya kalau bukan Calo Investor.. coba pikirkan…!

Kampung Setengar Kelurahan Tg. Piayu memiliki historikal kisah sejarah yaitu Situs Sejarah Makam Tua “Keling Bin Djabat, Djabat Bin…” siapakah Djabat itu sebenarnya?
Dan bagaimana dengan asal mula nama Bandara Internasional Batam “Hang Nadim, Nadim bin…? Serta sumur tua didaerah tinggalnya Siti Norhalizah artis popular negeri Jiran, hingga saat ini memiliki dan merawat sumur tua (persinggahan) Hang Djabat yang tersohor pula (cuplikan pertemuan dengan beberapa ASN Pemko Batam dan ASN Provinsi Kepri yang sudah sampai kesana). Nama Hang adalah sebuah sebutan tambahan pada ciri khas kelebihan yang dimiliki seseorang, tak ubahnya nama Nong Isa (asal mula Nongsa) atas keberadaan Raja Isa yang masih tertutup oleh tabir rahasia ilahi…?

Hasil penelusuran & kajian tim penulis media ini ditemukan bahwa pada setiap titik sudut penjuru Kota Batam dikelilingi oleh Makam Tua, Batam memiliki Makam Tua didalam pohon berusia ratusan tahun (makam terawat rapi siapa yang menjaganya…?) dan Tapekong tua didalam hutan Nongsa, kisah Pulau Penyabung, kisah Pulau Putri ada 2 di Prov. Kepri, serta kisah Legendaris Pendekar atau Panglima bertajuk dalam sebutan “Hang…” Siapakah Hang Nadim dan Hang Djabat yang sesungguhnya..sampai hati dan tega disebut HOAX…? Lalu bagaimana kisah fakta Zuriat makam Nong Isa (makna zuriat adalah keluarga & sahabat, jadi bukan makam Raja Isa) dimana makam Legendaris Nong Isa…?

Namun demikian, berdasarkan hasil pantauan media ini dapat dipastikan bahwa Lamhot Sinaga akan membuka tabir kolaborasi Dishut, Polhut Batam dalam kisah sejarah bersambung berjudul “Kronologi dan Historis Gudang Pabrik Kayu Yang Ceria dan Cemerlang di Kota Batam…” hasil buah karya Jendral Naga Bonar.

Sehingga kolaborasi kinerja yang sangat profesional, disiplin ilmu berwajah bersih dan dipandang rakus terima setoran…kisah okmun-oknum Dinas Kehutanan KP2K sebelumnya pada pos penjagaan kehutanan..yang mengetahui dan terlibat lenyapnya titik-titik hutan bakau tapi jago berdalih sudah membuat laporan PNBP namun tanpa dokumentasi foto akurat sesuai yang dianjurkan. Berapa luas hutan bakau yang ditutupi dilenyapkan…?

Dan sengaja menutup mata membiarkan kayu-kayu hutan berdendang ria berjoging santai keluar hutan menuju salon kecantikan dan duduk manis di dalam gudang pabrik kayu milik sang juragan. Itukah ciri khas profil Dinas Kehutanan / KPHL dengan hiasan hutan gundul yang indah di kota Batam..dan bersembunyi dalam laporannya yang tidak logis serta akal-akalan secara berjama’ah..? (r a / rd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Web
Analytics