Home » Batam » Makam Tua Kampung Setengar Situs Sejarah Yang Terabaikan

Makam Tua Kampung Setengar Situs Sejarah Yang Terabaikan

Keunikan dan Keistimewaan Kota Batam Dikelilingi Makam Tua Yang Berada Pada Setiap Titik Sudut Penjuru….

Makam Tua Keling bin Jabat Kampung Setengar – Tanjung Piayu

SAMUDERAKEPRI.CO.ID, BATAM – Kota Batam pada masa 45 tahun silam adalah sebuah pulau terpencil dan dianggap sebagai pulau mati tidak berpenghuni bagi manusia-manusia pintar yang berdedikasi cukup tinggi hingga mempunyai kasta harga diri yang menciptakan cahaya alfa dan energy rasa khilaf yang menghantui diri…

Seiring dengan waktu berlalu… Pulau Batam menjadi daerah industri yang sangat menjanjikan harum namanya dan berupaya keras untuk menumbuhkan Kota Batam Bandar dunia yang madani… sehingga terbuka peluang proses percepatan menjamurnya usaha habis gelap terbitlah terang bisnis pemukiman dan perumahan oleh para pelaku usaha profesional kolokan maupun pebisnis kawakan yang royal tapi kedekut…

Para tokoh-tokoh tua secara hukum Kitab Faroidh masih punya garis keturunan raja-raja terlihat masih sehat wajah berseri dan merasa ringan menghirup udara segar anugerah pemberian Tuhan, serta diantara tokoh RKWB (Rumpun Khasanah Warisan Batam) menyampaikan, kisah sejarah Pulau Batam ada keunikan dan keistimewaan harus dijaga. Pulau ini tempat persinggahan raja-raja dahulu, panglima dan pendekar utusan kerajaan juga ulama atau tuan syeikh.

Pohon Besar Berusia Ratusan Tahun Pada Masa Alm. Keling bin Jabat Kampung Setengar

Pulau Batam ini unik dan istimewa sebab ada ciri khas nama seperti Teluk Mata Ikan, Teluk Senimba, Batu Merah, Batu Belah, Batu Ampar, Batu Mencarut, Batu Besar, Tanjung Riau, Tanjung Bemban, Tanjung Uma dan Tanjung Piayu (Piayu Kampung Bagan, Piayu Kampung Setengar, Piayu Laut). Dan di Pulau Batam ini ada Pulau Putri dulu awal kisah namanya Pulau Pulut Kuning atau Pulau Kunyit tak jejak dasar laut –ada orang menyelam kebawah merasa takjub melihatnya, Pulau Combon, Pulau Janda Berhias (Tionghoa bersanggul penghuninya), Pulau Ai Yasa boleh tengok nampak belum tenggelam lagi…

Tapi sekarang dah jadi kota Batam dah maju Bandar dunia yang madani iye… dulu yang kami tau otoriti pertamina belum ada lagi Otorita. Kota Batam ni dikelilingi makam-makam tua boleh di ingat wai sebelum kualat…dan Batam punya makam tua ada didalam pohon besar sangat (pohon beringin) umurnya wai ratusan tahun…sambil tersenyum melirik tim penulis media ini.

Namun saat ditanya tentang Makam Tua Keling bin Jabat Kampung Setengar, lantas tokoh tua menjawab dengan mata berbinar “Tanya same warisnya, kisah sejarah itu memang betul ada talian darah sama Pulau Galang, Pulau Akar, Kampung tu ada paling ujung pelosok pulau Batam ni.

Menurut keterangan “Ahad, Abu dan anak cucu” ahli waris Makam Tua Keling bin Jabat Kampung Setengar – Piayu menjelaskan, dulu lagi orang tua buyut kami sudah tinggal disini (sambil menunjuk makam tua / makam buyut) dan menyebutkan nama-namanya. Juga menunjukkan KK asli warna merah bukti biodata orang tua buyutnya terdaftar di Pemerintah Kota Batam Desa Pulau Buluh Kec. Batam Barat.

Kampung Setengar dibuka orang tua buyut kami (kami belum lahir lagi) berasal dari nama tumbuhan sekitar bakau yang mengeluarkan cairan warna merah semacam cat alami cantik terang warnanya. Tumbuhan itu dibawa ke Temasek (sekarang Singapura) juga Malaysia dan dijual untuk bekal hidup kami disini. Itulah mata pencaharian kami disini juga hasil laut disini (nelayan) dan berkebun turun temurun.

Orang-orang yang tinggal menetap kat sini masih keluarga, ada juga orang pendatang jadi keluarga kami. Tak banyak orang tinggal disini sebab tempatnya paling ujung pelosok lagi… bersambung – Kampung Tua Setengar Penemu Bahan Cat Alami… (RMS.Ag)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Web
Analytics
%d blogger menyukai ini: