Menteri Pariwisata Arief Yahya Menerima Cendera Mata Dari Wali Kota LisDarmasyah, Hasil Karya Pelukis Asal Anambas Deddy Junizar

Penyerahan lukisan potret MenPar Arief Yahya. Oleh Walikota lis Darmansyah. Dalam rangkan peresmian Gedung Gonggong tgl 29 okt 2016 di Tanjungpinang

Samuderakepri.co.id, Tanjungpinang
– Peresmian ikon yang menjadi kebanggan masyarakat Kota Tanjungpinang yang dilakukan oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia (RI), Dr. Ir. Arief Yahya, M. Sc, dengan di tandai penguntingan pita dan penandatanganan prasasti, di TIC Gedung Gongong Laman Boenda Tepi Laut Tanjungpinang Sabtu malam (29/10) lalu.

Selain dimeriahkan dengan gemerlapnya cahaya lampu warna-warni kapal hias, sky latern, serta yacth dari berbagai negara, acara itu dilengkapi dengan sajian berbagai atraksi hiburan, seni tradisi dan budaya Melayu Kepulauan Riau.

 “Kepulauan Riau memiliki potensi bahari yang bisa dikembangkan sebagai salah satu wisata bahari yang mengagumkan di Indonesia,” ucap Menteri Pariwisata RI, Dr. Ir. Arief Yahya, M. Sc, usai melepas parade kapal hias.

Pada kesempatan itu, Walikota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH, menerima rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) atas parade mobil hias tepanjang se- Indonesia. Sedangkan Gubernur Kepri, Dr. H. Nurdin Basirun, S. Sos, M. Si, menerima rekor Muri atas parade kapal hias terbanyak.

Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Senior Manager Muri, Awan Rahardjo didampingi Marketing Manager Muri, Andre Purwandono, kepada Walikota dan Gubernur Kepri.

Hadir pula, Duta besar negara sahabat, para turis, serta ribuan masyarakat yang memadati sepanjang kawasan tepi laut Tanjungpinang.

Di selah selah acara, Menteri Pariwisata RI, Dr. Ir. Arief Yahya, M. Sc, masih di lokasi TIC gedung gonggong, sekaligus menerima cendera mata hasil karya pelukis asal Anambas Provinsi Kepulauan Riau, Deddy Junizar, yang diserah kan oleh Walikota Tanjungpinang Lis Darmasyah.

Deddy Junizar, saat di wawancara Media ini, senin (31/10) “Mengatakan,  “Deddy Junizar bersyukur mendapat aprisiasi dari bapak wali kota lis darmansyah satu karyanya, lukisan potret menteri pariwisata menjadi koleksi menpar arief yahya yg diserahkan langsung lukisan tersebut kepada menpar. Walaupun belum sempurna betul tapi Deddy Junizar merasa bangga dengan apresiasi walikota tanjungpinang.

Harapan kedepan sebagai seniman perupa kepri, pemerintah harus memberi ruang dan tempat semacam bangunan galery untuk perupa bisa menampilkan karya-karya dan tempat untuk melukis.

Seperti yg kita lihat di daerah pasar seni ancol jakarta. Di situ para perupa, pematung dan seniman lain berkumpul menjadi satu komunitas para seniman, ketika masyarakat berkunjung ke tempat itu ada sesuatu yg bisa dilihat baik karya seni rupa, patung dan karya-karya para seniman kepri, pengunjung bisa berinteraksi dengan seniman dan bisa memesan sketsa wajah dan lukisan-lukisan lainnya.

 “Sejak tahun 2012 mulai aktif melukis dan lolos seleksi pada art-chipelago pameran seni rupa nusantara 2015 di galeri nasional indonaesia 23 mei 7 juni 2015. Menampilkan 108 karya perupa pilihan pada tahun yang sama juga di undang oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan untuk ikut pameran nusantara di NTT kupang. Dan pameran di bandung dalam rangkan kongres kesenian Indonesia III tgl 1 – 5 des 2015, dan pada tg 19 – 22 nov 2016 juga di undang untuk ikut pameran pada biennel sumatra di taman budaya jambi mewakili perupa kepri. Deddy Junizar ikut pameran di jambi hasil seleksi dari kurator dan dinyatakan lolos untuk ikut pameran.

Segala pencapaian selama ini tidak terlepas dari dukungan dari berbagai pihak terutama keluarga.  Dan Melukis adalah pekerjaan Deddy Junizar,  ada yang mengatakan kalau ada mood baru bisa melukis. Istilah mood bagi Deddy Junizar tidak ada yang penting harus semangat dan tetap semangat berkarya. Walaupun terkadang ada waktu yang jenuh tetapi tidak lah terlalu berlarut larut. “Ungkapnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

www.000webhost.com