Pembangunan Sekolah SMA Di Desa Kiabu, Anambas Kapan Terlaksana OlehPemerintah Prov Kepri ?

Samuderakepri.co.id, Anambas – Sesuai dengan UUD 1945 dan Sistim Pendidikan Nasional ( SISIDIKNAS ) No.20 th 2003, mengamanahkan bahwa setiap warga Negara Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang layak. Itu artinya, masyarakat di kota maupun di desa, di daerah maju maupun di daerah yang tidak maju berhak mendapatkan pendidikan yang formal maupun informal. Salah satunya, seperti di daerah terluar,terdepan dan terpencil, dan di daerah perbatasan khususnya yang ada di Kabupaten Anambas.
Menurut informasi yang dapatkan media ini bahwa, pendidikan masyarakat di daerah tertinggal ,terluar, terdepan serta di daerah perbatasan seperti daerah Kabupaten Anambas Kec. Siantan Selatan Desa Kiabu, pendidikan masyarakatnya masih tertinggal, yang dimana sebagian besar penduduknya  setelah  tamat SD dan SMP, banyak yang tidak melanjutkan pendidikannya ke jenjang SMA. Tidak hanya itu, masyarakatnya juga banyak yang putus sekolah.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan, mengapa pendidikan masyarakat di daerah itu sangat tertinggal, Sarana transportasi Kapal, kondisinya sangat sulit dan keadaanya. Disamping itu, letak/jaraknya sangat jauh dari pusat kota Anambas. Sarana prasarana yang kurang memadai, seperti peralatan alat tulis sekolah baik berupa buku, dan lainnya.

Kesadaran masyarakat di daerah pedalaman akan arti pentingnya pendidikan masih lemah. Contohnya, Bagi anak-anak dari masyarakat itu lebih memilih pergi ke laut mencari ikan untuk membantu orang tua mereka, daripada menuntut ilmu di sekolah.

Contoh lain, jarak tempuh dari pemukiman penduduk menuju sekolah sangat jauh dan tidak mungkin untuk pergi sekolah harus pulang ke rumah, bagi pelajar SMA, dan harus tinggal di Ibu kota Anambas, sedang kan biaya kehidupan di Anambas sangat lah tinggi apa lagi untuk menyewa tempat tinggal.

Mengingat di Desa Kiabu mata pencarian Masyarakatnya Nelayan dan kehidupannya pun masih dalam kondisi yang sangat serba sulit apa lagi dengan kondisi harga bahan pokok yang semakin hari semakin melambung tinggi, sedangkan hasil dari Nelayan tidak memadai untuk masyarakat di sana.

Sarana listrik, tidak tersedia siang hari sehingga. Dan di sekolah, tidak bisa menggunakan alat teknologi seperti komputer, Akibat dari beberapa kekurangan yang saya sebutkan tadi, tidak menutup kemungkinan mutu pendidikan semakin rendah, sehingga SDM akan rendah pula, maka terciptanya kemiskinan dan kebodohan. Karena didasari dengan proses belajar mengajar yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.
Sebagai kesimpulan, untuk mengatasi kondisi tersebut solusi yang dapat dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Anambas dan Pemerintah Provinsi Kepri.

Memberikan seluas-luasnya kepada masyarakat kesempatan pendidikan dengan membangun gedung-gedung sekolah, penambahan dan pemerataan tenaga pengajar, serta meningkatkan penambahan gaji guru didaerah terpencil. Selain itu, pemerintah harus membangun jalan dan menyediakan listrik untuk mendukung proses berjalannya pendidikan.

Penyuluhan terhadap masyarakat tentang arti pentingnya peran pendidikan. Tidak lupa juga untuk membangun kesehatan di diri masing-masing individu, karena kesehatan hubungannya sangat erat dalam mewujudkan pendidikan yang tidak bisa dilepaskan.

Pemerintah Daerah Provinsi Kepri untuk membantu membangun pendidikan di daerah pedesaan, karena mereka juga bagian dari masyarakat Provinsi Kepulauan Riau yang harus maju seperti yang ada di kota Provinsi. Sesuai dengan visi Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau “Menjadikan Masyarakat Kepulauan Riau menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Mandiri,Kompetitif, Berakhlak Mulia dan Bertamadun Melayu”.

Semoga perencanaan pembangunan gedung SMA di Desa Kiabu oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dapat secepatnya terlaksana dan dapat bermanfaat dan menjadi motivasi bagi kita semua untuk mewujudkan pemerataan pendidikan yang berkualiti tinggi. (Red)

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

www.000webhost.com