Pengusaha Minyak “LIMIN” Digugat Pemilik Lahan Yang Sesungguhnya

“Lokasi lahan seluas 5000 m2 milik Ikup yang telah dialih fungsikan oleh Limin pengusaa minyak” (foto istimewa)

samuderakepri.co.id, Batam – Bagaikan tersengat arus listrik di siang bolong (arus pendek) “Limin” sang pengusaha minyak kaget dan tersentak atas kelalaian dan keteledorannya yang tidak memperhatikan dengan cermat dokumen surat penguasaan lahan tanah yang dibelinya. Sehingga Limin pengusaha minyak  di gugat serta Nurjanah pemilik lahan abal-abal oleh pemilik yang sesungguhnya.

Ikup atau panggilan populernya Pak Pendek sebagai pemilik lahan menjelaskan bahwa lahan tanah kebun disini luasnya 8 Ha termasuk lahan di bawah /tepi laut dekat rumah adalah milik orang tua kandung saya Alm. H Manaf dan dibenarkan oleh tokoh masyarakat setempat Madi, Ahad, Moden, Rusli, Musa & Rahmat (Ketua RT sebelumnya)

Ikup pemilik lahan menambahkan bahwa lahan dibawah/tepi laut adalah tempat usahannya menghidupi keluarga berupa keramba kepiting sudah berjalan bertahun-tahun lamanya bahkan sampai tengah malam saya mengerjakannya terutama masa terang bulan mulai dari tanggal 12 hari bulan sampai tanggal 16 hari bulan. Tapi kok tiba-tiba diserobot di jual dan di sulap begitu saja sama orang lain tanpa sepengetahuan saya..?

Palti Siringo-ringo, SH kuasa hukum pemilik lahan menuturkan bahwa benar adanya gugatan terdaftar pada PN Batam tanggal 12 juli 2016, nomor 171/PDTG/2016/PN/BTM, untuk kepentingan kliennya Ikup (Pak Pendek) atas sebidang lahan luasnya 5000 m2 adalah milik kliennya yang telah di jual dan di alih fungsikan oleh tergugat Limin dan Nurjanah. Berdasarkan dokumen surat penguasaan tanah tahun 1990 yang diterbitkan oleh kepala Desa Pulau Buluh Muchsin dan disaksikan RT, RW setempat pada masa itu, maka Ikup kliennya adalah pemilik lahan yang sesungguhnya. Sementara Nurjanah penjual lahan menunjukan surat penguasaan tanah tahun 1996 dengan RT, RW yang berbeda akhirnya limin dan nurjanah harus berurusan dengan hukum/meja hijau untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Berdasarkan hasil pantauan media ini, lokasi lahan dengan luas 5000 m2 area dapur 12 yang dibeli oleh Limin sang pengusaha minyak telah di sulap menjadi kawasan pelabuhan pribadi atau pelabuhan tikus. (RMSAg).


Tagged with

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

www.000webhost.com