Home » Anambas » Penyempitan Sungai Diduga Jadi Penyebab Banjir Di Tarempa

Penyempitan Sungai Diduga Jadi Penyebab Banjir Di Tarempa

Kondisi Sungai di Pelantar sekah Tarempa

SAMUDERAKEPRI.CO.ID, ANAMBAS – Hutan gundul akibat ulah tangan manusia yang menebangi kayu.

Penebangan hutan untuk lahan pertanian yang dilakukan masyarakat atau untuk pembangunan pabrik, kantor, jalan atau perumahan rakyat yang kadang tak sadar telah mengurangi hutan di negeri ini.

Hutan sebagai paru-paru dunia bahkan ada yang menyebutnya sebagai jantung dari bumi kita ini, selayaknya mendapat perhatian ekstra ketat.

Kebijakan pemerintah seharusnya pro terhadap kelestarian hutan, bukan seperti sekarang ini yang belum memikirkan terhadap perlindungan hutan secara maksimal.

Penebangan pohon tanpa dilakukanya reboisasi, hal ini disebabkan karena masyarakat kurang faham akan arti pentingya pohon dalam kehidupan sehari hari dan peran Masyarakat dan Pemerintah Daerah untuk menjaga dan melestarikan juga harus perperan aktif.

Coba seandainya masyarakat tahu akan manfaat pohon  bagi kehidupan manusia sangatlah banyak.

Bencana banjir terjadi karena air hujan yang tidak diserap oleh akar tanaman, sehingga air tersebut masuk ke dalam tanah, dan semakin banyak air yang masuk kedalam tanah akan menimbulkan air tersebut akan beradah diatas permukaan tanah.

Salah satu warga yang menjadi korban banjir di Tarempa Anambas, “Martani, “Menjelaskan, kondisi Sungai yang ada di Tarempa saat ini sudah mulai menyempit.

“Sementara intensitas hujan saat ini sangat tinggi. Akibatnya sedimentasi sungai juga sangat tinggi,” kata Martani. Saat dihubungi media ini, Rabu (17/01/2018)

Salah satu buktinya, tambah Martani, Kalau air sungai yang meluap sekarang warnanya keruh. Tidak lagi bersih.

“Dari situ sudah kelihatan jika hutan di hulu sungai gundul,” ujar Martani.

Faktor itulah yang kemudian dikatakan Martani jadi penyebab terjadinya pendangkalan sungai. Alhasil saat terjadi hujan besar air sungai akan meluap.

Saat ini banyak rumah warga dan harta benda yang menjadi korban banjir bahkan sampai menelan korban jiwa, sampai saat ini belum diketahui kerugian yang ditmbulkan dari bencana alam ini, kita berharap hal tidak akan terjadi lagi.

Selam ini juga Pemerintah Daerah tidak ada membangun karangan di bantara sungai ditambah lagi rumah warga banyak yang dibangun di bibir sungai.

“Kami masyarakat meminta kepada Pemerintah Daerah untuk menurunkan tim survei untuk mengetahui penyebab banjir dan cara mengatasinya agar tidak terjadi lagi di masa mendatang, ”kata Martani. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Web
Analytics
%d blogger menyukai ini: