Pinalti, Modus Licin dan Licik Bercelona Meraup Keuntungan Besar

Samuderakepri.co.id, Batam – Berbagai macam cara teknik dan stragegi manusia hidup diatas dunia fana ini untuk meraih keuntungan besar. Bahkan ditemukan manusia yang butuh hidup lebih layak lagi diatas bumi ciptaan Tuhan untuk meraup keuntungan yang sebesar-besarnya dengan sengaja pula lalai atas dasar-dasar ketentuan hidup yang dianjurkan maupun keterbatasan langkah manusia hidup yang tiada memiliki kesempurnaan.
Apakah teknik dan strategi Pinalti ala Barcelona (Developer Perumahan Barcelona Residence) berdomisili di Kelurahan Belian Kecamatan Batam Kota – Batam akan berhasil dan sukses…?
Menurut keterangan konsumen berinisial SLI dan saksi (Berdasarkan Data) menyatakan bahwa “pada tanggal 24 Agustus 2015 konsumen membayar uang Booking Fee sebesar Rp. 3000.000,- untuk tanda jadi pembelian 1 unit rumah Barcelona Residence type 48 dengan harga yang tertera pada brosur sebesar Rp. 444.000.000,- dan angsuran uang muka (DP) Rp. 3.700.000,- per bulan untuk masa 12 bulan.
Kemudian konsumen telah melakukan pembayaran angsuran hingga bulan ke 5 dan pihak Developer membuat Surat Kesepakatan Jual Beli (SKJB). Namun pada saat pembayaran angsuran ke 8 pihak Developer menghubungi konsumen via telepon dan memaksa agar konsumen segera melakukan akad kredit (KPR)…??
Dan pada saat konsumen membayar angsuran ke 9 ditolak oleh pihak Developer dengan alasan pembelian rumah sudah dibatalkan secara lisan dan uang muka tersebut dinyatakan hangus oleh pihak Developer.
Akan tetapi pihak Developer pula yang memaksa konsumen kembali untuk melanjutkan angsuran uang muka ke 10 dengan syarat utama yaitu harga rumah masuk ke dalam brosur harga tahun 2016 sebesar Rp. 499.000.000,- serta dengan berbagai macam cara dan alasan pihak Developer (pertimbangan umur konsumen) memerintahkan karyawannya pada saat itu berinisial LF untuk memalsukan surat keterangan kerja juga slip gaji konsumen dan konsumen terpaksa memberi uang kepada pihak Developer sebagai jasa pemalsuan dokumen. Dalam kondisi ini (setelah pemalsuan dokumen SKJ & slip gaji konsumen) status pembeli rumah telah beralih dari konsumen berinisial SLI kepada anak kandung konsumen berinisial MTI atas persetujuan sang Direktur Ir. MAS dan mengharuskan konsumen membeli rumah tersebut dengan harga brosur tahun 2017 sebesar Rp. 560.000.000,-.
Kemudian setelah DP lunas dan berkas dokumen persyaratan akan kredit KPR atas nama MTI berupa fotocopy KTP, KK, NPWP dll, diserahkan konsumen (bulan Mei 2017) kepada pihak Developer Perumahan Barcelona Residence PT. Multi Propertindo Mandiri berdomisili di Komp. Royal Sincom – Batam Center. Namun pihak Developer menyampaikan pula kepada konsumen (bulan Juni 2017) bahwa Bank BTN hanya bisa mencairkan dana pinjaman sebesar Rp. 325.000.000,- sedangkan sisa KPR sebesar Rp. 143.000.000,- harus dilunasi oleh konsumen dalam masa 3 bulan.

Dan bila tidak diselesaikan maka pihak Developer membatalkan kesepakatan jual beli serta angsuran uang muka bulan ke 1 hingga bulan ke 10 dinyatakan hangus oleh pihak Developer…ungkapan konsumen yang dipermainkan dan ditipu oleh PT. Multi Propertindo Mandiri Developer Perumahan Barcelona Residence pada kantor BPSK Batam.
Menurut pandangan Komisi I DPRD Kota Batam bahwa seharusnya pelaku usaha pengembang (Developer) tidak melupakan atau lalai atas hak konsumen yang telah diatur Undang-Undang. Mengingat aturan sebagaimana mestinya KPR dapat dilakukan setelah uang muka (DP) lunas dan pihak Developer perumahan membantu menjebatani urusan KPR konsumennya kepada pihak Bank yang telah ditentukan atau disepakati pada awalnya.
Menurut pendapat Ketua REI Batam bahwa mayoritas konsumen itu masyarakat awam terhadap hukum ataupun ketentuan-ketentuan yang mengikat di dalamnya. Seharusnya pihak pelaku usaha dapat menyikapinya dengan bijak. Dan perlu kiranya edukasi dilakukan supaya dapat dipahami dan lebih baik kedepannya.
Berdasarkan hasil investigasi media ini, ditemukan modus operandi yang mulus dan sukses telah terjadi berupa pemalsuan dokumen konsumen hasil karya PT. Multi Propertindo Mandiri selaku Developer Perumahan serta dengan sengaja menerima pembeli atau konsumen berusia lanjut. Dan pada akhirnya masuk perangkap teknik dan strategi pinalti ala Barcelona untuk meraup keuntungan berlipat ganda.
Dan hingga berita ini ditayangkan, Penasehat Hukum Developer Perumahan Barcelona Residence “Edy Ginting, SH” maupun sang Direktur berwibawa penoreh luka Ir. MAS belum bisa dikonfirmasi.
Apakah modus licin dan licik ala Barcelona dapat dibenarkan dan diterima oleh akal sehat…? Dan ada apa dibalik madu berasa buah anggur bercita rasa empedu produksi Multi Pro Mandiri…?? Nantikan berita selanjutnya dalam alur sidang Majelis BPSK Kota Batam. (Ricky Mora/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

www.000webhost.com