Home » Batam » PN Batam Menggelar Sidang Perkara Pidana Pencurian, Ruangan Sidang Terasa Alot, Tegang dan Panas

PN Batam Menggelar Sidang Perkara Pidana Pencurian, Ruangan Sidang Terasa Alot, Tegang dan Panas

“Keterangan saksi Asetanian Marine berinisial Mi yang berani atau telah disumpah secara lisan, telah membuka Tabir Tersembunyi tentang historis kisah Barang Bukti yang terukir indah dibawah Sumpah Kitab Suci, namun terpampang sangat jelas (Kitab Suci) berada diatas meja berkaki empat”.

SAMUDERAKEPRI.CO.ID, BATAM – Pengadilan Negeri Batam yang telah menggelar sidang beberapa waktu lalu hingga saat ini memasuki tahap sidang mendengarkan Keterangan Saksi-Saksiserta Keterangan Saksi Fakta yaitu sidang perkara Pidana Pencurian dengan TDW berinisial EI dan MR. Tapi alangkah kerennya bila sidang ini dapat disebut sidang 363 yang menyita waktu dan energi akal sehat bahkan energi sinar alfa yang membias diri.

Tepatnya pada hari Selasa tgl 12 Februari 2019 waktu pagi hari sidang digelar, dibuka oleh Ketua Majelis Hakim dan terbuka untuk umum dengan Agenda Sidang Mendengarkan Keterangan Saksi.

Menurut keterangan saksi Mi bahwa dirinya bekerja dibawah naungan perusahaan PT. Asetanian dengan kapasitas sebagai Kordinator Material yang berkantor pusat di Singapura. Dan mengatakan bahwa barang/benda atau kapal adalah milik bos nya Asetanian (Asetanian Marine PTE LTD).

Di dalam persidangan, baik Majelis Hakim, JPU dan Penasehat Hukum mempertanyakan seputar Barang Bukti berupa potongan besi pabrikasi bagian kapal yang telah dicacah, serta daftar dokumen barang-barang yang diambil TDW beberapa bagian, sehingga menjadi pokok Perkara Pidana Pencurian.

Kemudian suasana ruang sidang berubah menjadi alot, tegang dan panas oleh pertanyaan demi pertanyaan yg di lontarkan tapi saksi Asetanian terlihat gugup kelabakan, bahkan sempat menyatakan keberatan dengan alasan diluar kewenangannya dan merasa tidak relevan untuk menjawab/menjelaskan secara detail – khususnya pertanyaan Penasehat Hukum tentang hubungan Barang Bukti potongan besi secrab dengan Kontrak Kerja dan status dokumen kapal serta dimana posisi keberadaan kapal..?

Di dalam alur perjalanan sidang yang terasa tegang dan panas…Ketua Majelis Hakim mengingatkan para pihak bahwa fungsi dan tugas Pengadilan Negeri ini adalah memeriksa perkara sesuai materil dengan detail. Maka sampaikan lah materi pertanyaan dengan baik, akal sehat dan jelas. Juga menegaskan bahwa Hakim Pengadilan di Sumpah Atas Jabatannya. Jadi tidak perlu takut menyampaikan hal yang benar…!

Terlihat sangat ampuh dan mujarab jalinan kalimat yang di tegaskan oleh Ketua Majelis Hakim di dalam ruangan sidang khususnya bagi saksi Mi yang sempat mengalami kegalauan dan kegugupan, namun dalam waktu seketika tersengat energi alam sehat menjadi lebih percaya diri dan sangat yakin kepada Kuasa Tuhan.

Akhirnya saksi Mi memberi keterangan jawaban dengan jelas dan pasti yang disaksikan awak media ini serta pengunjung di dalam ruangan sidang.
Saksi Mi mengatakan bahwa Barang-Barang berupa potongan-potongan besi yang diambil oleh TDW bukan bagian dari kapal. Dan saksi Mi tau barang-barang yang diambil adalah sebagai Pembayaran Kontrak No. NB – 002/MTC – ASET/XI/14. Tentang status dokumen kapal – saksi Mi tidak pernah melihatnya.

Namun tentang keberadaan kapal – saksi Mi tau bahwa kapal bukan dipindahkan tapi dihancurkan sama Owner. Dan tentang kerugian perusahaan Asetanian mencapai 9 milyar berupa daftar dokumen barang dengan berat 1000 Ton – saksi Mi hanya menunjukkan daftar barang tanpa Tanda Check List. Dan saksi Mi mengatakan bobot kapal 6000 Ton.

Dari pantauan media ini, sungguh terasa indah panorama alam semesta yang di suguhkan oleh sinar mentari pagi…beraneka ragam corak pelangi dan tehnik permainan bahkan strategi hidup manusia-manusia suci yang terukir indah pada jidatnya yang licin dan bening…merasa dirinya yang paling benar, serta memiliki ilmu ketulusan yang sangat tinggi, hingga menciptakan Sinar Alfa dan amunisi kelalaian…yang disaksikan serta dicatat pula oleh para Malaikat Tuhan yang menciptakan dirinya dari segenggam tanah yang berbau busuk pula…Itulah ciri khas manusia suci berhati mulia terkesan bermental krupuk.

Namun demikian, bagaimana lanjutan kisah Historical Sidang Perkara Pidana Pencurian….? Tetaplah berdoa dan yakin hanya kepada Kuasa Tuhan.

Inilah historis kisah di bumi melayu payung negeri sesuai faktanya dikelilingi oleh Makam Tua, khususnya wilayah Tanjung Bemban pada era 81 an atau tahun 1981 dan pada saat ini genap berusia 18 tahun, secara patut dinyatakan telah dewasa dan kondisinya cukup sehat, berbunyi ” Malang Orang Ku Sangka Batu, Tanjung Bemban Nampak Meredup…Sungguh Malang Nasib Diri ku, Menanggung Beban Seumur Hidup… (ricky mora red).

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Web
Analytics
%d blogger menyukai ini: