PPKJT Akan Laporkan Perusak Hutan Lindung Di Jemaja Anambas

SAMUDERAKEPRI.CO.ID, ANAMBAS  – Riandi Wakil Ketua Persatuan Pemuda Kecamatan Jemaja Timur (PPKJT) akan melaporkan Dinas Terkait dan Kontraktor khususnya Dinas PU Kabupaten Anambas atas kerusakan hutan lindung yang terjadi di Bukit Padi Kecamatan Jemaja Timur.

Terkait Proyek Peningkatan Jaringan Irigasi Jemaja dikarenakan kelalaian Dinas PU Kabupaten Anambas dalam perencanaan dan pelaksanaan Proyek Peningkatan jaringan Irigasi Jemaja (DAK Penugasan) dengan nilai proyek Rp.5.509.159.000.00, pemenang tender oleh perusahan SEBERONG FATRA yang menyebabkan kerusakan hutan lindung.

Pasalnya jalan masuk akses proyek untuk alat berat masuk melalui jalur yang dibuka oleh pihak kontraktor yang saat ini masuk dalam kawasan hutan lindung dan kita akan menanyakan langsung ke Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Kepri, “Ungkapnya saat dikompirmasi samuderakepri.co.id via telpon sabtu(14/10/2017).

Riandi juga menjelaskan, “Sudah jelas dasar hukum dan bedasarkan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 Pasal 50 Larangan dan saksi bagi perusak hutan lindung siapa pun yang merambah hutan tanpa izin, poin 2 dilarang merambah hutan lindung dan poin 6 Dilarang membawa alat-alat berat Truk, lori buldozer dan lain-lain, apabila dilanggar dan melanggar akan dikenakan saksi Pidana penjara 10 tahun atau denda 10 milyar.

Bila terbukti terkena lahan Hutan Lindung kita minta penegak hukum untuk menindaklanjuti masalah ini.

Atas dasar itu lah PPKJT akan melaporkan hal ini kepada penegak hukum dalam waktu dekat ini dan saat ini kita masih mengumpulkan data-data untuk dilaporkan, "Ungkapnya. (rn/red)

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

www.000webhost.com