Proyek SPAM IKK Dan SR Kecamatan Jemaja Akan Dilaporkan Ke Kajati Kepri

Samuderakepri.co.id, Anambas – Dua proyek pembangunan SPAM IKK Kecamatan Jemaja (RPLJM) dan Pembangunan distribusi air bersih dan sambungan rumah (SR) Kelurahan Letung Kecamatan Jemaja Kabupaten Anambas diduga menyalahi aturan, Pasalnya kedua proyek tersebut tidak sesuai dengan aturan, mekanisme penggadaan dan telah menciptakan masalah.

Wakil Ketua Ormas Persatuan Pemuda Jemaja Timur (PPKJT), Riandi kepada samuderakepri.co.id, Kamis (22/09), mengatakan, ada dua proyek yang diduga terdapat terindikasi menyalahi aturan.

Dua proyek tersebut yaitu SPAM IKK Kecamatan Jemaja (RPLJM) Tahun 2014, dengan nilai Rp 2.566.898.000 dan Pembangunan distribusi air bersih dan sambungan rumah (SR) Kelurahan Letung Kecamatan Jemaja Tahun 2015 dengan nilai Rp 1.509.226.000.

Sedangkan prancanaan dan lokasi yang seharusnya di dibangun di Desa Ladak Kelurahan Letung Kecamatan Jemaja, namun Pembangunan disterbusi air bersih dan sambungan rumah (SR) dibangun di Kecamatan Jemaja Timur ada apa?….yang lebih lagi dalam pengelolaannya di kelolah oleh kelurahan kecamatan jemaja, bukan Kecamatan Jemaja Timur sedang kan SPAM IKK dan SR di wilayah Kecamatan Jemaja Timur.

Kejanggalan pada proyek dengan sumber dana DAK ini menjadi perhatian masyarakat Jemaja Timur. Dengan tidak adanya musyawarah dan mufakat masyarakat petani dalam penggalihan pungsi irigasi persawahan masyarakat menjadi intribusi air bersih (SR) ini dikerjakan, saat ini yang membuat kekurangan pengairan untuk persawahan dan perkebunan petani setempat, lagi pula dengan masalah ini lah sampai-sampai warga jemaja timur mengalami pemukulan dan penganiayaan.

Yang anehnya lagi sudah jelas-jelas dalam perencanaan dan nama proyek Pembangunan disterbusi air bersih dan sambungan rumah (SR) Kelurahan Letung Kecamatan Jemaja Tahun 2015, kenapa pembangunannya di Kecamatan Jemaja Timur ini kan aneh.

Kita akan laporkan masalah ini ke Kajati Kepri untuk meyelidiki dan mengungkap kasus ini karena ada indikasi KKN nya, saat ini kita masih dalam mengumpulkan informasi dan data-data pendukung untuk melaporkannya. “Ungkapnya. (red)

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

www.000webhost.com