Saksi Ahli : AMDK Sanford Memiliki Izin SNI, BPOM RI Edar Label Dan LSPRO

samuderakepri.co.id Batam – Akhirnya perselisihan antara Konsumen “YK” selaku pengadu dengan Produsen Air Minuman Dalam Kemasan (AMDK) merek Sanford berakhir  yang di menangkan oleh AMDK merek Sanford.

“Andris, SH, MH & Partner” Kuasa Hukum AMDK merek Sanford menyampaikan bahwa di dalam persidangan terungkap tata cara pengambilan sampel oleh konsumen yang menyalahi aturan prosedur dan tidak memiliki kapasitas yang di anjurkan. Soal Arbitrase BPSK Batam yang menggunakan peraturan UU (Pasal-nya) sudah kadaluarsa, teman-teman media tentu juga sudah tau dan menyaksikan jalannya sidang bukan…Intinya klien kami AMDK Sanford punya izin SPPT SNI No. 260/W/RE/B/VIII.8/2018 dan BPOM RI MD 2652 2900 2008.

 

Menurut keterangan “Elvi Yulia” Saksi Ahli dari Kemenkes RI Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) kelas I Batam bahwa “Alamiah air di muka bumi ini adalah air mineral karena semua air mengandung mineral dalam jumlah tertentu. Air mineral baru bisa menjadi Air Demineral apabila di lakukan proses Demineralisasi dengan menggunakan teknologi canggih dan  mahal, biasanya hanya di gunakan untuk kebutuhan Laboratorium. Pengambilan contoh uji di antar oleh konsumen artinya Lembaga Penguji tidak bertanggung jawab.

 

Menurut keterangan “Teresi” Saksi Ahli dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM-Batam) bahwa “BPOM adalah instansi yang melakukan pengawasan terhadap obat dan makanan dalam hal Pre-Market (sebelum di pasarkan) dan Post-Market (setelah di pasarkan) serta Audit proses air sebelum produksi dan produsen di berikan No. Akun untuk melakukan download sendiri terhadap label juga tetap di awasi secara berkala.

Menurut keterangan “Iwan Mulyawan” Saksi Ahli dari PT. Surveyor Indonesia Cabang Batam bahwa “AMDK merek Sanford dalam 1 tahun melakukan pengujian sebanyak 3 kali sebagai perbandingan (Pengujian Eksternal), AMDK merek Sanford selain memiliki Laboratorium sendiri juga melakukan uji sampel air sebelum di produksi secara Pengujian Internal.

 

Menurut keterangan “I Nyoman Mardika Putra” Saksi Ahli dari Lembaga Sertifikasi Product (LSPRO) Kementerian Perindustrian RI bahwa “AMDK merek Sanford adalah Air Mineral berdasarkan hasil uji yang di lakukan oleh LSPRO hanya dilakukan oleh laboratorium yang di tunjuk oleh kementerian perindustrian di BBIA Bogor dan berdasarkan audit SNI yang merupakan Audit wajib bagi semua AMDK.

 

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam, Syahrial Alamsyah Harahap, SH sebagai Hakim Ketua, Yona Lamerossa Ketaren, SH, MH dan Muhammad Chandra SH, MH sebagai hakim anggota membacakan putusan Perkara Perdata. No.85/PDT.SUS/BPSK/2017/PN.BTM, terbuka untuk umum sebagai berikut :

 

“Membatalkan putusan BPSK Kota Batam No. 004/PK-ARB/BPSK/II/2017 tanggal 29 Maret 2017 dan menyatakan AMDK merek Sanford telah memiliki sertifikat product SNI yang di wajibkan bagi seluruh pelaku usaha AMDK juga AMDK merek Sanford telah memiliki ijin edar dari BPOM RI.”

 

Humas PN Batam Endi, SH menghimbau agar para awak media dapat membuat suatu penulisan berita yang seimbang beretika demi terciptanya suasana kondusif.

 

Namun demikian berdasarkan hasil pantauan media ini terungkap pula bahwa konsumen atau pengadu tidak menyebutkan tentang kerugian yang di alaminya maupun efek samping yang di alami setelah mengkonsumsi AMDK Sanford seperti rasa mual, pening atau muntah-muntah. Sudah seharusnya kita dan masyarakat Kota Batam dapat lebih teliti dan cerdas atas informasi yang beredar namun belum memiliki alasan fakta atau kapasitasnya maupun data-data bukti yang benar dan akurat serta di akui kebenarannya.   (Ricky Mora/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

www.000webhost.com