Home » Batam » Satpol PP dan Walikota Batam Tidak Memandang DPRD Kota Batam

Satpol PP dan Walikota Batam Tidak Memandang DPRD Kota Batam

Rumah warga dieksekusi oleh Satpol PP dan Tim Terpadu Kota Batam

SAMUDERAKEPRI.CO.ID, BATAM – Permasalahan warga Kp. Suka Damai Kelurahan Tg. Piayu telah menjadi sorotan publik dan popular saat ini, dipandang perlu untuk disikapi dan dicermati bersama. Sebab selain dari tindakan yang dilakukan tentu memiliki unsur yang bernilai historis sebagai bahan kajian pertimbangan.

Namun apa nak dikata…kenyataannya Satpol PP dan Walikota Batam bersama Tim Terpadu telah menunjukkan kehebatan dan kekuasaannya melakukan eksekusi penggusuran rumah warga Kp. Suka Damai tanggal 25 Juli 2018 meskipun sehari sebelumnya secara resmi Rekomendasi Surat DPRD Kota Batam untuk menghentikan sementara eksekusi penggusuran rumah warga yang disampaikan langsung oleh Ketua Komisi I DPRD Kota Batam pada saat peninjauan lokasi kemarin namun tidak dipandang dan tidak diindahkan.

Aksi eksekusi penggusuran mendapat penolakan dan perlawanan dari warga masyarakat Kp. Suka Damai dengan teriakan “Pak Rudi suaramu ada dikampung ini…tolong perhatikan kami secara manusiawi… katanya ada 2 sistem aturan pemerintah menurut UU tapi kok dilangkahi, disepelekan…? Mana janjimu Pak Rudi untuk kami rakyat kecil, kami bukan penduduk liar…” Sebagian warga lain juga berteriak “Imam Tohari manusia penjilat, simpan saja senyum licikmu…”

Ketua Pembina PERPAT Sei Beduk “Neli” yang berada dilokasi penggusuran juga bersuara tegas dan tajam “ini namanya tindakan perbuatan tidak manusiawi, tidak mencontohkan yang baik untuk masyarakat. Hewan saja masih diberi tempat tinggal dan diperhatikan. Ini manusia diperlakukan seperti hewan liar saja…!”

Ketua DPW LPP Tipikor Kepri “Albert Sofyan” bersuara, Tim terpadu tidak punya rasa kemanusiaan, tidak punya akal sehat untuk menimbang latar belakang keberadaan warga disini. Taunya main bongkar paksa saja dan taunya hanya ikut perintah saja. Tidak sadar bahwa hidupnya berasal dari pajak rakyat.

Terpantau dari lokasi, warga yang rumahnya telah dibongkar paksa menangis sedih dan pilu meratapi nasibnya bahkan pingsan jatuh lemas tidak sadarkan diri. Dan eksekusi penggusuran rumah warga yang mengharap diperlakukan secara manusiawi…diiringi oleh tangisan alam dengan tetesan air mata yang melimpah sehingga tercuat fakta Kota Batam kelebihan air alias banjir melanda… dan warga masyarakat Kp. Suka Damai menyumpahi mengutuki Rudi & Imam Tohari.

Sementara itu, Komisi I DPRD Kota Batam yang mendapat info eksekusi penggusuran telah dilakukan Tim Terpadu menyampaikan “sangat menyayangkan Walikota Batam tidak mengindahkan Rekomendasi Surat DPRD Kota Batam”. (RM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Web
Analytics
%d blogger menyukai ini: