Home » Anambas » Sebora Anambas, Minta Pemkab AnambasAdakan Rumah Singgah Kesehatan

Sebora Anambas, Minta Pemkab AnambasAdakan Rumah Singgah Kesehatan

SAMUDERAKEPRI.CO.ID, ANAMBAS –Direktur Non Government Organizer Seni, Sosial Budaya dan Olahraga (NGO SEBORA) Kabupaten Kepulauan Anambas, Dedi Syahputra mengaku prihatin melihat pasien asal Kabupaten Kepulauan Anambas yang di rujuk keluar daerah tidak memiliki tempat tinggal.
“rumah singah itu sangat dibutuh pasien atau warga Kabupaten Kepulauan Anambas yang akan di rujuk ke luar daerah seperti di Tanjungpinang, Batam dan Jakarta. Apakah sistemnya di sewa atau atau di bangun oleh Pemda Kab. Kep. Anambas,”ungkapnya.

Aktivis social lulusan Ilmu Pemerintahan tersebut, mengungkapkan sudah menyampaikan keprihatinannya tersebut kepada Pemda, baginya rumah singgah untuk warga Kab. Kep. Anambas sangat dibutuhkan untuk diadakan.

“Kami sudah pernah menyampaikan kepemangku kebijakan, agar rumah singgah harus diadakan khususnya di Kota Tanjungpinang dan Kota Batam Provinsi Kepri, karena mayoritas warga kita di rujuk ke sana, karena ini sangat membantu masyarakat,” jelas Dedi.

Dijelaskannya, rumah singgah nanti bisa ditempati pasien dan keluarga pasien baik pasien yang rawat jalan maupun rawat inap, biasa pasien menunggu beberapa hari untuk mendapatkan perawatan, apalagi yang mengalami penyakit seperti kanker, tumor dan penyakit lainnya yang butuh waktu hingga bulanan.

Lanjut Dedi, selama ini pasien dan keluarga harus sewa kos, dan numpang rumah keluarganya kalau mempunyai keluarga, tentu harus mengeluarkan ongkos besar untuk transportasi dari rumah keluarganya ke Rumah Sakit dan dilapangan kita temukan banyak pasien tidak tuntas dalam pengobatan karena perasaan tidak nyaman lama-lama numpang rumah keluarganya. Kondisi ini sangat membebani masyarakat.

“Masyarakat sangat terbebani, Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) memang gratis akan tetapi ketika harus mendapatkan tindakan medis lebih lanjut dan di rujuk keluar daerah tidak gratis, semua harus bayar baik transportasi laut, darat, tempat tinggal dan biaya hidup tidak murah,” pungkasnya.

Jika diadakan rumah singgah nanti, paling tidak masyarakat sudah tidak terbebani untuk tempat tinggal, kalau bisa rumah singgah harus dekat dengan Rumah Sakit agar mempermudah pasien dan keluarga. Kalau perlu di tempatkan tenaga medis disana, soal teknis penempatan tenaga perawat itu urusan dinas terkait. (***)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Web
Analytics
%d blogger menyukai ini: