SEKDA BINTAN LAMIDI TUMBANG & PINGSAN SAAT RAPAT

BINTAN, siantannews.comDiberitakan sebelumnya Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bintan Lamidi, tiba-tiba kejang-kejang dan pingsan saat mengikuti rapat yang dipimpin oleh Wakil Bupati (Wabup) Bintan Khazalik, di ruang kerja Wabup, Senin (8/7) siang.          

Waktu itu, Lamidi akan mengambil air minum, tiba-tiba pingsan. Lamidi segera dilarikan ke RSUD Provinsi Kepri di Batu 8 atas Tanjungpinang. Sekitar pukul 13.30 sampai di RSUD, segera ditangani dokter dan paramedik yang berjaga.           

Pantauan di RSUD Provinsi Kepri pada pukul 14.45 Lamidi dalam kondisi siuman, namun mukanya nampak lemas, dirujuk ke Johor Malaysia.

“Pada waktu rapat internal, tiba-tiba beliau pingsan, mungkin kecapean dan lemas,” ujar Khazalik kepada wartawan.     

Kepala Dinas Kesehatan Bintan M Roem mengatakan, dirujuknya Lamidi ke Johor atas permintaan keluarga.

“Pak Sekda dirujuk ke Johor atas permintaan keluarga. Mudah-mudahan beliau (Lamidi-red) cepat sembuh kembali,” kata M Roem.            

Salah seorang perawat yang menangani mengatakan tekanan darah Lamidi 150/90, tergolong tinggi. Kemungkinan penyebab pingsannya karena hipertensi atau kecapekan, atau kemungkinan dehidrasi, kekurangan cairan. Mengingat pada pagi harinya mengikuti apel gabungan, yang juga dipimpin Wabup Khazalik di halaman Kantor Bupati.    

Rapat yang dipimpin Khazalik tersebut, selain diikuti oleh Lamidi, juga diikuti oleh Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Ramlah dan Ketua Yayasan Al-Anshar Yusrizal, yang bulan lalu dilaporkan warga ke Polres Bintan atas dugaan korupsi APBD Bintan tahun 2011 dan 2012 untuk pembangunan Masjid Jamiatul Aula Desa Sebong Lagoi.             

Rapat tersebut diduga membahas tentang pembangunan Masjid Jamiatul Aula.               

Rapat yang dimulai usai shalat zuhur itu diduga membahas tentang pembangunan Masjid Jamiatul Aula yang saat ini sedang bermasalah dengan pihak yang berwajib. 

           
Dan kondisi masjid yang sangat memprihatinkan, karena atapnya dalam kondisi bocor. Sedangkan pembangunan dihentikan karena proses audit dan proses hukum masih berjalan. Sementara masyarakat akan menggunakannya untuk shalat tarawih. 
Staff Sekdakab Bintan yang juga supir pribadi Sekdakab Bintan Azis mengatakan, kondisi Sekdakab Bintan saat ini sudah mulai sehat setelah dirujuk ke rumah sakit di Johor, Malaysia.   

Sekdakab Bintan saat dirujuk lanjut dia ditemani oleh isteri tercinta Dwi Cory, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Bintan Adi Prihantara dan Kepala Bagian Umum Setdakab Bintan Wachid.

“Saya dengar informasi dari Johor kondisi kesehatan bapak saat ini sudah mulai membaik dan sehat. Namun kepulangan kembali ke Tanjungpinang saya belum megetahui secara pasti,” ujarnya.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

www.000webhost.com