Home » Anambas » Seni Ukir Kayu Fosil kekayaan Alam Berada Di Kuala Maras Anambas

Seni Ukir Kayu Fosil kekayaan Alam Berada Di Kuala Maras Anambas

Kekayaan aneka fosil belum optimal diolah menjadi komoditas seni bernilai tinggi.

Jenis Kayunya Bernama Kayu Temutuk Sebutan Warga Desa Kuala Maras

SAMUDERAKEPRI.CO.ID ANAMBAS – Wilayah Desa Kuala Maras Kecamatan Jemaja Timur Kabupaten Kepulauan anambas memiliki kekayaan aneka fosil atau kayu membatu dalam proses jutaan tahun, tapi belum optimal diolah menjadi komoditas seni bernilai tinggi.

Sentuhan pengerjaan oleh para pelaku seni mengangkat nilai di tingkat perajin yang selama ini hanya menghasilkan produk fungsional, seperti asbak ataupun patung-patung konvensional dari fosil.

“Rizal, pengerajin ukiran aneka fosil atau kayu Desa Kuala Maras, biasa di sapa “Suef, saat dijumpai di kediamannya selasa (3/4/2018).

“Suef menjelaskan terkait karyanya masih ada kendala dalam pemasaran, sementara kita bisa lihat hasil dari karya seni dalam mengukir kayu menjadi perabot dan hiasan ruang tamu dan beberapa jenis seperti meja dan banyak jenis lainnya yang tidak kalah cantiknya dengan olahan mesin atau pabrik.

“Suef berharap dari hasil karyanya bisa menghasilkan lapangan pekerjaan bagi pemuda tempatan, yaitu khususnya di Desa Kuala Mara, “Ungkapnyanya.

“Penjualannya sudah sampai ke daerah Tanjungpinang, dan Anambas, “Suef “Berharap agar hasil karyanya bisa di rasakan sampai ke manca Negara Harapnya.

Saat ini jumlah yang ada di lokasi pembuatan berjumlah 20 (dua puluh) Unit bermacam macam pariasi jenis, sementara harga per Unitnya di hargai berkisar 3 (tiga) juta sampai dengan harga tertinggi berkisar 5 (Lima) Juta rupiah.

Dijelaskan terkait harga yang tiga jutaan seperti, Meja Tamu, dan meja teras, diameter tergantung pesanan pembeli atau peminat, sedangkan harga Lima juta adalah meja makan diameter juga tergantung pesanan peminat atau pembelinya, tutupnya. (sam7)

One comment

  1. Potensi spesifik ini, sangat terbatas. Baik kuantitas maupun kualitas. Dengan keterbatasan ini, selayaknya memiliki nilai jual puluhan bahkan ratusan juta. Jadi sangat naif sekali bila hanya dinilai dengan 42 karung garam atau 217 bungkus rokok surya 16.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Web
Analytics
%d blogger menyukai ini: