Terkait Oknum Konmisioner KPU Anambas Di Gerbek Warga Dikamar Kos Yang simpang Siur

Kronologis peristiwa 22 juni 2013
TANJUNGPINANG, siantannews-Pada tanggal 22 juni 2013 jam 17:00 WIB, saya sampai di Kota Tanjungpinang dari Anambas untuk mengikuti pelantikan KPUD Kabupaten Anambas.
Pada jam 21:30 WIB, saya di telpon oleh seorang wanita yang bernama Serli meminta saya datang ketempatnya tinggal dan saya langsung menuju kerumahnya. Setelah sampai disana saya duduk didepan rumah bersama kawan-kawan yang tinggal di rumah tersebut sampai jam 23:44 WIB.
Pada jam 23:50 WIB saya masuk kekamar serli tidak berapa lama mungkin sekitar 30menit pintu kamar di ketok oleh seseorang dan setelah pintu dibuka ada oknum yang mengaku RT setempat meminta KTP saya dan menanyakan saya berasal dari mana.
Saya jawab dari Anambas dan KTP yang saya berikan di photo melalui kamera setelah itu dikembalikan kepada saya.
Seingat saya tidak ada pertanyaan lain yang menyangkut keberadaan diri saya didalam kamar tersebut dan begitu juga dengan wanita yang ada didalamnya.
Kondisi saya dan wanita yang ada didalam tersebut berpakaian lengkap dan ada oknum yang memoto dan merekam kejadian saat itu karna saya tahu persis salah seorang dari 5 orang yang datang membawa hendicam.
Tidak berapa lama setelah kejadian tersebut mereka langsung pergi dan saya langsung pulang kerumah seingat saya proses kejadian tersebut tidak lebih dari pada 3 atau 4 menit saja.
Tanggal 23 Juni 2013 saya mendapat sms dari seseorang yang berharap dapat bertemu dengan saya dengan alasan photo dan video kejadian saat itu ada dengan yang bersangkutan.
Sms tersebut saya balas dan saya tunggu di suatu tempat bersama dengan kawan saya ternyata yang bersangkutan tidak datang.
Berikutnya ada sms lagi minta saya dapat menentukan pertemuan berikutnya dan pertemuan tidak terjadi karna yang bersangkutan ada urusan yang lain.
Pada tanggal 26 juni 2013 saya menerima sms dari saudara Carles yang mengaku wartawan Batamtoday ingin kompirmasi dengan saya tentang wanita tersebut kompirmasi ini tidak saya layani karna Batamtoday telah mengeluarkan berita di Media Online Batamtoday dengan judul NGINAP DENGAN WANITA SIPANAN DI KOS KONMISIONER KPU ANAMBAS DI GREBEK WARGA.
Bayak sekali keterangan yang tidak sesuai dengan kejadian yang sebenarnya antara lain alamat tempat kejadian di sebutkan jalan putri ledang yang sebenarnya adalah jalan ptri ayu dan yang lainnya nama wanita yang ditulis bernama oliv itu adalah tidak benar sebagai mana keterangan yang menyatakan bahwa saya mengaku wanita tersebut adalah istri saya dan setelah ditanyakan buku nikah saya tidak dapat memberikannya ini adalah keterangan yang tidak benar.
Apakah maksud dan tujuan RT melakukan pengecekan kamar di rumah sewa tersebut bersama dengan kawan-kawannya dan kenapa hanya saya pribadi yang ditanyai identitasnya yang lain kenapa tidak di Tanya.
Jika saya dianggap menggangu ketertipan lingkungan setelah KTP saya berikan saya tidak ditindak lanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Wanita tersebut tidak diminta keterangan dan juga Idintitasnya maupun di photo sebagai bahan bukti.   
Masih Pada tanggal 26 juni 2013 sekitar jam 18:30 WIB, saya dipanggil oleh yang mempunyai rumah sewa agar dapat datang datang karna ada 5 orang wartawan yang menunggu di rumahnya untuk kompirmasi dengan saya.
Setelah sampai disana saya jelaskan kronologis peristiwa yang sebenarnya dan di saksikan yang punya rumah dan dari keterangan yang saya berikan itu dapat di pahami oleh mereka dan berbagai pertanyaan yang diajukan kepada saya  dan saya jawab dengan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
Disaat pertemuan itu lah saya baru mengenal yang namanya saudara Carles wartawan Batamtoday dan seingat saya waktu kejadian malam itu diantara 5 orang yang ada saudara carles tidak ada pada saat itu.
Menurut keterangan yang punya rumah pada malam itu dia didatangi pak RT bersama 3orang lainnya minta diketok pintu kamar serli untuk mengecek siapa yang ada didalam oleh yang punya rumah permintaan itu dilaksanakan sebagai mana kejadian di atas dan setelah itu yang punya rumah bertanya kepada Pak RT apakah kamar yang lain perlu saya ketok,salah seorang yang mengikut dengan pak RT menjawab tidak perlu karna target sudah tercapai.
Saudara Carles wartawan Batamtoday berjanji akan meralat kembali berita yang sudah diterbitkan di Media Batamtoday setelah dia mendapat keterangan yang jelas dari pihak yang mempunyai rumah.
Sampai hari ini saya tidak mengerti kenapa berita yang keluar dari berbagai media cetak tidak mengkompirmasi dengan saya terlebih dahulu hanya dengan Berdasarkan berita dari Batamtoday yang ditulis dari saudara carles yang tidak menyebutkan sumber dan narasumber berita dari mana dia dapatkan jelasnya saudara Carles tidak ada pada malam kejadian di TKP.
Yang sangat saya sesalkan sebagai mana bentuk kejadian tanpa kompirmasi untuk menulis berita dan lebih parahnya lagi berita yang ditulis tidak menghargai Kode Etik nama di tulis dengan jelas seharusnya inisial, dan berita yang disajikan hanya di copy faste tanpa kompirmasi dengan yang bersangkutan, menurut Undang-Undang Pokok Pers tahun 1999 yang mengacu pada  Kode Etik seorang Jurnalis yang harus Profisional dalam menyajikan pemberitaan yang tidak mengandung/menyebabkan mencoreng nama baik seseorang dan memberikan hak jawab dari yang bersangkutan yang tidak sesuai dengan kejadian yang sebenarnya hal ini sangat merugikan masyarakat.
Editor : Cs

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

www.000webhost.com