Home » Anambas » Terkait Peningkatan Pertanian Jemaja dan Jemaja Timur, Karang Taruna Pertanyakan Pesan Gubernur Kepri kepada Kadis PU Anambas

Terkait Peningkatan Pertanian Jemaja dan Jemaja Timur, Karang Taruna Pertanyakan Pesan Gubernur Kepri kepada Kadis PU Anambas

SAMUDERAKEPRI.CO.ID ANAMBAS – Bukit Padi, Ulu Maras, Serta Desa Mampok adalah salah satu penghasil Beras terbesar yang ada di Anambas ada Puluhan Hektar lahan masyarakat yang rutin ditanami dan ada juga lahan masyarakat yang terlantar. (14/2/2018).

Program Nawacita Bapak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo terkait peningkatan Ketahanan Sandang Pangan disektor Pertanian,Perikanan Dan Perternakan wajib kita Dukung pemerintah terus mengalakkan perluasan dan pengucuran dana yang tidak sedikit hampir keseluruh wilayah Indonesia termasuk Anambas.

Gubernur Kepri Bapak Nurdin Basirun dalam kunjungannya beberapa waktu yang lalu pasca bencana Longsor dan banjir menyempatkan diri berkunjung di lahan masyarakat yang sedang tertanami padi Nurdin sangat menyayangkan terkait potensi Pertanian yang ada di Desa bukit padi sangatlah memprihatinkan pengelolaan jaringan irigasinya yg kurang maksimal sehingga masyarakat yang bersawah jika membutuhkan pengairan ke sawah mereka harus menjebol tanggul irigasi induk, ini kan namanya merusak.

Nurdin juga berpesan kepada Kepala Dinas PU Provinsi kepri dan Kepala Dinas PU Anambas Agar sesegera mungkin memperluas Areal pertanian yang ada di Desa Ulu Maras,Desa Mampok, dan Desa Bukit Padi.

“Mana nech PU Anambas Tolong ya perhatikan dan Anggarkan perluasan lahan pertanian milik masyarakat sehingga kita menjadi contoh bagi daerah daerah lainnya terkait ketahanan pangan”cetusnya saat kunjungannya ke Jemaja Timur beberapa waktu yang lalu.

Saat di konfirmasi ketua Karang Taruna Desa Bukit Padi Syaprici menjelaskan terkait kendala dan hambatan mengapa lahan pertanian di desa bukit padi ini cenderung lambat berkembang atau sepertinya kurang diminati, contoh misalnya bangunan irigasinya ada namun Perawatannya dari Dinas PU yang tidak ada jadi itu juga membuat petani malas mau bercocok tanam misalnya contoh tanaman padi yang banyak membutuhkan air,namun mau di ambil dari mana airnya akses irigasinya ada tapi airnya tidak ada di akibatkan tersumbatnya dan pecahnya beberapa bangunan irigasi Tersier yang menuju ke sawah masyarakat.

Masih Richi kerap disapa, kami berharap kepada pemerintah baik itu dari Pemerintah pusat,provinsi,maupun pemerintah kabupaten kota agar memperhatikan bangunan irigasi yang sudah dibangun beberapa tahun yang lalu tapi tidak terawat dan tidak dapat dirasakan pembangunannya oleh masyarakat petani khususnya. Harapnya. (Sam7).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

%d blogger menyukai ini: