Home » Anambas » Tim Pengawasan Peredaran Penjualan Minuman Beralkohol di Anambas di Bentuk

Tim Pengawasan Peredaran Penjualan Minuman Beralkohol di Anambas di Bentuk

SAMUDERAKEPRI.CO.ID, ANAMBAS – Tim Terpadu Pengawasan Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol Kabupaten Kepulauan Anambas Mengadakan rapat di Aula Bupati Pada hari Rabu (28/03/2018).

“Asmarullah, Staf ahli bid. Ekonomi dan pembangunan, Menyampaikan, “Bahwa berdasarkan Permen Perdagangan No. 20/M-DAG/PER/2014 tentang pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Permendag No 06/M-DAG/PER/4/2015 tentang perubahan kedua atas Permendag No 20/M-DAG/PER/4/2014 tentang pengendalian dan pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol, maka perlu di lakukan pengawasan untuk mengawasi peredaran dan penjualan minuman beralkohol.

Selanjutnya diharapkan kepada tim yang telah dibentuk agar bekerja seoptimal mungkin dan saling bekerja sama guna melakukan pengawasan terhadap peredaran minuman beralkohol khususnya di wilayah Anambas.

“Kabid Perdagangan Diskoperindag, “Menyampaikan, “Dalam pelaksanaan kegiatan, Tim terpadu akan bekerja sesuai SOP yang telah disepakati yaitu lebih mengarah pada pengawasan, peringatan dan penindakan. Dan lama kegiatan pengawasan, tim melakukan monitoring terhadap jumlah minuman beralkhohol yang masuk serta mendata siapa pelaku penjual, pendistribusi serta gudang/toko yang menyimpan minuman tersebut. Selain itu, perlu diketahui juga darimana asal distribusi minuman tersebut sehingga dapat ditempuh langkah cegah dini.

“”Sebagai persoalan awal yang perlu diketahui bersama bahwa untuk penjualan minuman beralkohol di wilayah anambas hanya di Pulau Bawah yang memilki izin penjualan dan peredaran minuman beralkohol. Sementara utk kios / toko yang ada di anambas belum ada yang mendapatkan izin penjualan serta peredaran minuman beralkohol sehingga perlu utk diberikan pemahaman serta peringatan terkait perizinannya.

“Ketika pendataan dan pengawasan telah dilaksanakan maka Tim akan memberikan peringatan. Adapun peringatan tersebut terkait pendistribusian, penjualan, pengedaran dan perijinannya sehingga kios / toko yang sudah melakukan penjualan minuman beralkohol tidak mengalami kerugian akibat melanggar peraturan yang telah ada terkait perijinan penjualan minuman beralkohol.

“Apabila pada batas waktu peringatan yang telah diberikan tidak dilaksanakan oleh para pelaku usaha penjualan minuman beralkohol, maka degan berkoordinasi dengan pihak TNI dan Polri serta Satpol PP akan dilakukan tindakan perampasan dan eksekusi barang bukti berupa minuman beralkohol. Adapun pelaksanaan perampasan dan penyitaan minuman alkohol tersebut, Tim terpadu tetap berpegang pada SOP yang berlaku sehingga kedepan pengusaha / palaku usaha segera menyelesaikan perijinan usaha penjualan minuman beralkohol.

Samad, ”Dari Dinas Kesehatan Menyampaikan, “Kadar minuman alkohol yang boleh diedarkan dikalangan masyarakat bebas yaitu minuman dengan kadar alkohol di bawah 4 % yang tdk menimbulkan efek hilangnya kesadaran sesorang.

“Minuman yang memiliki kadar alkohol tinggi diatas 4%, penjualan hanya dilerbolehkan ditingmat supermarket atau hotel berbintang terutama minuman alkohol kelas A,B,C yang memiliki kadar alkohol diatas 10%.

“Dinas kesehatan dlm Tim Terpadu akan melaksanakan pengecekan terkait kandungan alkohol yang ada serta berkoordinasi dgn BPOM terkait kadar serta kandungan lainnya.

“Iptu Feri Polres Anambas, Penyampaikan, “Berdasarkan pengalaman yang sdh dilakukan oleh pihak kepolisian terkait penanganan permasalahan minuman alkohol, operasi pasar yg dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap peredaran minuman alkohol dilakukan dgn brkoordinasi dgn pihak dinas terkait di suatu wilayah seperti dunas perdaganan dan BPOM.

“Adapun keguatan perampasan dan penyitaan barang bukti dapat saja dilakukan selama melanggar ketentuan hukum yg berlaku.

Mayor Kav Harioko, Pabung Kodim 0318/Natuna Penyampaikan, “Peredaran munuman alkohol yang melebihi kadar yg telah ditentukan oleh pemerintah serta penjualan yang pada bukan tempatnya sangat berdampak pada kehidupan sosial di masyarakat sehingga perlu mendapat perhatian dan penertiban sebagai langkah konkrit dalam menjaga ketertiban perdagan di pasar serta menghindari keresehan masyarakat akibat persediaan serta penjualan minuman alkohol sembarangan. TNI akan mendukung upaya pemerintah dalam menegakkan peraruran daerah dhi pengawasan terhadap peredaran dab perdagangan minuman beralkohol.

Tim Terpadu Pengawasan Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol Kabupaten Kepulauan Anambas tahun 2018 :

1. Bupati Anambas selaku Pembina
2. Wabup Anambas selaku Pengarah
3. Sekretaris Daerah Anambas selaku Penanggung jawab
4. Kadiskop dan UMPP sebagai Ketua pelaksana
5. Kasatpol PP Anambas sebagai Sekretaris
6. Danlanal Tarempa, Pabung Kodim 0318/Natuna dan Polres Anambas sebagai Koordinator
7. Anggota PNS terdiri dari :
– Kabid Perdagangan Diskop UMPP
– Kabid Yankes SDM Dinas Kesehatan
– Kabid Objek dan Sarana Wisata Disparbud
– Kasi bina pasar dan pelayanan Usaha Diskoperindag
– Kasi Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Diskoperindag
– Kasi Opsdal Satpol PP
– Staf bid. Perdagangan Diskoperindag
8. Anggota Non PNS :
– Staf bid perdagangan Disperindag
– Satpol PP
Rapat selesai dan selama kegiatan berlangsung dengan aman dan lancer.(sam7)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Web
Analytics
%d blogger menyukai ini: