Warga Batam Mengeluhkan Kinerja Disduk & Capil Kota Batam

SAMUDERAKEPRI.CO.ID, BATAM – Sudah seharusnya Walikota Batam “H. Rudi, SE” menerapkan kembali rasa kearifan dan kebijakan serta janji sucinya mungkin luput dari pandangan maupun pantauan karena jadwal yang cukup padat atas keluhan dan rasa jengkel warga masyarakat Batam, khususnya standar pelayanan aturan SOP kantor Disduk & Capil yang terjadi dan terpendam sampai detik ini.

Sehingga…Masya Allah, beberapa ibu rumah tangga yang tinggal di Pulau Buluh, Pulau Ngenang Punggur dan Nongsa harus bolak balik datang ke kantor Disduk & Capil beralamat di Sekupang hanya untuk mengurus Akte Kelahiran anaknya. Dan harus menunggu panggilan berjam-jam lamanya. Akan tetapi harus kembali lagi ke rumahnya dengan rasa lelah dan hampa sebab Akte Lahir anaknya belum siap juga —belum di TTD Kadis- kata pegawai petugas tersebut.

Menurut keterangan ibu-ibu RT terlihat menggendong bayi bersama anaknya masih balita menyebutkan namanya “Wati & Masnah” menyampaikan, kami sudah berulang kali kesini, hari ini disuruh datang lagi untuk mengambil Akte Lahir anak kami- sambil melihat anaknya didalam gendongan. Kami sampai disini dari pagi jam setengah sembilan sekarang jam setengah dua belas tapi belum dipanggil lagi. Minggu lalu sama seperti ini sampai jam 2 kami menunggu tapi belum siap jadi kami balek ke rumah di pulau bukan dekat sini kami tinggal.

Ibu-Ibu RT yang tinggal di pulau. . .ujung kulon Kota Batam menambahkan, “Tolonglah Pak.. .kami tidak punya uang balik kesini lagi, untuk minum dam makan kami bawa bekal dan rumah” terlihat air matanya menggenang tertahan dengan kesabaran yang dalam…

Kemudian setelah itu, Tim Investigasi media ini mengeluarkan Camera Shoting Video dan jepret, jepret. . .jepret.. .bliz camera menyala. Dan selang beberapa saat keajaiban pun terjadi dalam waktu 2 menit sang pegawai petugas memanggil para ibu-ibu rumah tangga tersebut dan terlihat memberikan Akte Lahir anak-anaknya, disusul pula oleh beberapa warga masyarakat lain yang sudah menunggu cukup lama.

Dan sebelum ibu RT tersebut pulang masth sempat menyalam awak media ini bahkan tersenyum pula membuat awak media bertanya “Kenapa Ibu-ibu masih bisa tersenyum?” lalu dijawab dengan polos “kami orang pulau hanya punya senyum itulah khas marwah kami.

Dan awak media bertanya lagi “Marwah ita apa ya bu…? Mereka salaing pandang lalu menjawab “Marwah ita disini pak…sambil menunjuk ke kening dan ke dada sebelah kiri. Kami orang kecil tak punya sekolah, hanya Tuhan tempat kami mengadu…Terima kasih ya pak… sambil memperhatikan awak media dari ujung kaki sampai kepala mengakhiri kalimatnya.

Sementara itu, dari beberapa warga masyarakat (lebih dari 10 orang) terlihat memegang resi bukti pengurusan berada diluar pagar kantor menyampaikan, “Pak Jokowi dan Pak Menteri, karni rakyat kecil sudah susah kok dibikin susah lagi. Akte saja sampai sata bulan bahkan lebih belum siap-siap juga. Sebenarnya siapa yang calon…? Kami lihat sendiri orang-orang itu pakai seragam dinas bolak balik mengambil formulir tak pakai nomor antrian juga bawa map tertempel kertas putih (maksudnya disposisi ACC).

Katanya memperhatikan mengutamakan kesejahteraan rakyat tapi rakyat yang mana…? Apakah ita contoh kerja pemerintah yang wajib didengar dan dihormati…?

Namun demikian, “Said Khaidar” Kepala Disduk & Capil Kota Batam belum dapat ditemui meskipun sudah terjadi beberapa kali keributan & perdebatan karena warga masyarakat merasa jengkel & kesal dipermainkan.

Sungguh hebat, bijak dan cerdas pegawai petugas Disduk & Capil Kota Batam. Apakah memang ita standar aturan SOP yang diperintahkan atasan kepada bawahannya? Dan ternyata jelas terlihat dalam hitungan menit Akte tersebut sudah siap di TTD Kadis, sehingga tidak perlu membuang waktu sampai 1 bulan bahkan lebih membuat warga masyarakat harus bolak-balik berulang kali dengan jarak tempuh lumayan jauhnya.

Belum lagi ketimpa hujan jalanan macet dan didukung pula oleh informasi iklan populer banjir melanda…(Ricky Mora / Red)

Tagged with

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

www.000webhost.com