Home » Batam » Warga Kampung Setengar Tanjung Piayu Melaporkan PT. Hai Sumber Sejahtera Ke Polresta Barelang

Warga Kampung Setengar Tanjung Piayu Melaporkan PT. Hai Sumber Sejahtera Ke Polresta Barelang

Terkait Dugaan Perusakan Yang Menghancurkan
Tanam Tumbuh Didalam Area Kebun Milik Warga Masyarakat

Advokad Penasehat Hukum Warga Masyarakat Kampung Setengar bersama Staf Ahli

SAMUDERAKEPRI.CO.ID, BATAM – Setelah 2 tahun lamanya, menunggu dan menunggu dalam do’a harapan serta keyakinan yang cukup tinggi, akhirnya warga masyarakat Kampung Setengar memanjatkan rasa syukur atas kebesaran dan keagungan Tuhan yang telah menghadirkan penegakan supremasi hukum di Kota Batam.

Apakah hanya warga masyarakat Kampung Setengar Tanjung Piayu saja yang layak disebut makhluk ciptaan Tuhan atau hamba-hamba Tuhan yang lemah, bodoh tiada memiliki ilmu pendidikan namun memiliki hati yang berisi etika rasa malu serta akal sehat yang jernih…? Bagaimana pula dengan makhluk-makhluk ciptaan Tuhan lainnya terlihat berwajah suci berhati mulia yang lebih mengutamakan hukum akal-akalan dan harga diri yang menonjol namun lalai menjaga amanah anugerah bumi pertiwi sehingga menciptakan rasa alfa dan energi rasa khilaf…konon kisah hidupnya juga lahir dari rahim seorang boenda..?

Dr. H. Razman Arif Nasution, SH, S.Ag, MA, (Ph.D). Advokad Penasehat Hukum warga masyarakat Kampung Setengar Tanjung Piayu – Batam menyatakan bahwa “PT. Hai Sumber Sejahtera resmi telah dilaporkan oleh warga masyarakat Kampung Setengar Tanjung Piayu Kec. Sei Beduk ke Polresta Barelang dalam perkara Pidana Perusakan No. LP-B/303/III/2018/SPKT/Kepri/Resta Brlg, pada hari jumat tanggal 16 Maret 2018.

Razman menjelaskan Laporan polisi ini resmi dilakukan warga masyarakat yang telah dirugikan oleh PT. Hai Sumber Sejahtera dan tidak mengindahkan somasi yang telah disampaikan. PT. Hai secara sewenang-wenang telah merusak menghancurkan tanam tumbuh didalam kebun milik warga yang dikerjakan bertahun-tahun secara turun temurun sebagai sumber kehidupannya.

Dokumentasi Foto Bukti Alat-alat Berat Yang Didatangkan Oleh PT. Hai SS – Batam

PT. Hai didalam aksinya yang semena-mena mendatangkan alat-alat berat (sambil menunjukan bukti foto dokumentasi kejadian tahun 2016) untuk merusak dan menghancurkan tanam tumbuh didalam kebun milik warga bahkan terdapat tanam tumbuh sudah menghasilkan untuk kebutuhan hidup sehari-hari warga bersama keluarganya namun semuanya telah disapu bersih rata dengan tanah seluas 30 Ha dengan total kerugian yang dialami warga masyarakat sebesar 24 Milyar.

Advokad Penasehat Hukum yang sangat popular dibumi persada ini menambahkan, anda punya mata bisa melihat enggak…? Sudah jelas ada penghuninya tinggal disana dengan mata pencarian hanya berkebun bercocok tanam untuk menghidupi keluarganya tapi koq malah diganggu dirusak dan dihancurkan sumber kehidupannya…? Bagaimana kalau anda yang mengalaminya terima enggak dan marah enggak…?? Ini koq tiba-tiba bisa mengklaim milik orang lain menjadi miliknya sendiri, bagaimana caranya…??

Dan saksi pelapor adalah ahli waris dari orang tua jaman dahulu (masa kerajaan) yang menetap hidup hingga akhir hayat (Makam Tua Keling bin Jabat) memiliki dokumen yang sah diakui pemerintah Kota Batam juga Soerat Grand seharusnya dilindungi sesuai amanah undang-undang harus ditegakkan. Dan sanak saudara keluarga ahli waris maupun kerabatnya adalah satu bagian dari sumber kehidupan atas tanam tumbuh didalam kebun tersebut.

Berdasarkan hasil penelusuran media ini diharapkan dan dipandang perlu adanya suatu penghayatan yang bijak secara seksama atas sebuah nama besar dan harumnya aktifitas perusahaan dalam kehidupan bernegara selaku warga Negara yang baik yakni kembalikan sumber kehidupan warga masyarakat yang di zolimi.
Bersambung…Historis Sejarah Hukum Kearifan Lokal. (RMSAg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Web
Analytics
%d blogger menyukai ini: