Pemko Tanjungpinang

21 Program Prioritas Perikanan dalam RPJMD Anambas Belum di Realisasikan

DPRD KABUPATEN LINGGA

21 Program Prioritas Perikanan dalam RPJMD Anambas Belum di Realisasikan

SAMUDERAKEPRI.CO.ID, ANAMBAS – 2,3 Tahun Kepemimpinan Abdul Haris, SH-Wan Zuhendra menjadi Bupati-Wakil Bupati Kepulauan Anambas dengan Visi “Kepulauan Anambas Sebagai Kabupaten Maritim Terdepan yang Berdaya Saing Maju dan Berakhlakul Karimah” belum berdampak pada meningkatnya kesejateraan nelayan di Kepulauan Anambas.

Menurut Dedi Syahputra, Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) adalah Kabupaten Maritim terdepan yang mempunyai potensi kelautan dan perikanan yang begitu besar, sehingga membutuhkan pembangunan maritim secara strategis dan terstruktur.

Dirinya mengatakan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) KKA tahun 2016-2021 yang merupakan pejabaran visi-misi dan program Bupati dan Wakil Bupati untuk kurun waktu 5 (lima) tahun dan juga menjadi pedoman dan merupakan satu-kesatuan harmonis dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RKJP) dan acuan dokumen lainya untuk membuat target pembangunan nasional, target pembangunan provinsi dan target pembangunan Kabupaten Kepulauan Anambas.

Oleh karena itu menurutnya, sektor kelautan dan perikanan KKA belum menjadi fokus pemerintah daerah dalam pembangunan dan kebijakan, bahkan terkesan kontradiksi dengan Peraturan Daerah (PERDA) No. 16 Tahun 2016 Tentang RPJMD.

“Kalau kita melihat dan mempelajari VISI-MISI dan Dokument RPJMD Pemerintah daerah, seharusnya sektor Perikanan menjadi sekala prioritas, dimana program unggulannya sudah ada yang direalisasikan-(red), karena RPJMD itu sebagai pedoman dalam Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Rencana Kerja (RENJA) SKPD dan perencanaan anggaran,” sebut Dedi.

Lebih lanjut Dedi menuturkan ada 21 program prioritas perikanan yang belum direalisasikan dalam RPJMD Tahun 2016-2021 KKA:

Pertama, Peningkatan kapasitas armada perikanan tangkap, dan alat penangkapan ikan (API) yang handal, efesien, dan berdaya saing.

Kedua, Alokasi yang profesional antara stok sumber daya ikan, kemampuan sumber dan jumlah kapal penangkap ikan.

Ketiga, peningkatan kesejahteraan nelayan dan pembudidaya melalui : penyediaan sumber permodalan dan pengembangan fasilitas kredit yang murah, mudah dan aksesibel dan penyebaran informasi tentang potensi dan sebarannya, cuaca dan harga ikan.

Keempat, memfasilitasi dan introduksi teknologi perikanan tangkap dan budidaya terkini untuk masyarakat dengan menyelenggarakan pelatihan dalam rangka peningkatan kapasitas dan kemampuan perikanan tangkap dan budidaya dengan mendatangkan ahli perikanan tangkap maupun budidaya.

Kelima, pengiriman nelayan tangkap dan budidaya terpilih untuk belajar di daerah dan perusahaan yang memiliki kredibilitas yang cemerlang dalam perikanan tangkap dan budidaya.

Keenam, peningkatan jumlah dan partisipasi aktif kelompok masyarakat pengawas; memperkuat kelembagaan kelompok pengawas masyarakat; serta peningkatan penertiban ketaatan pelaku usaha.

Ketujuh, koordinasi dengan berbagai pihak terkait pengawasan wilayah perairan melalui skema patroli gabungan dan inisiatif mandiri yang dilakukan oleh kelompok masyarakat yang terlibat PPNS.

Kedelapan, penyelenggaraan kegiatan penyuluhan dan pembinaan masyarakat kaitannya dengan penangkapan ikan yang lestari dan budidaya yang berkelanjutan.

Kesembilan, penyelenggaraan pembinaan personal terhadap masyarakat yang terlibat dalam kasus-kasus pelanggaran pemanfaatan keanekaragaman hayati yang dilindungi oleh regulasi pemerintah maupun hukum adat.

Kesepuluh, pengembangan kawasan sentra produksi perikanan terpadu, lengkap dengan fasilitas pendukung dan terintegrasi (hulu-hilir).

Kesebelas, sentra produksi dan pengelolaan dengan pengembangan sistem rantai dingin dalam penanganan hasil perikanan yang didukung oleh revitalisasi dan pembangunan pabrik es, cold storage di lokasi-lokasi yang tepat.

Keduabelas, penyediaan informasi tentang peluang investasi yang lengkap dan akurat sehingga dapat memberikan kejelasan kepada calon investor sekaligus membantu mereka dalam pengambilan keputusan investasi

Ketigabelas, peningkatan daya tarik investasi pada sektor perikanan melalui kemudahan prosedur perizinan, insentif fiskal dan non fiskal.

Keempat belas, peningkatan promosi investasi pada sektor industri perikanan secara lebih efektif.

Kelima belas, penelitian komoditas perikanan potensial, pengembangan diversifikasi produk olahan komoditas potensial berbasis sumber daya ikan setempat, menciptakan jaringan pasar dan distribusi pemasaran produk.

Keenambelas, peningkatan mutu, nilai tambah dan inovasi teknologi pengelolaan hasil perikanan melalui : (1) pengembangan kapasitas, moderisasi, dan daya saing UMKM pengelolaan hasil perikanan; (2) sertifikasi dan pengembangan standarisasi mutu; (3) pengembangan saran prasarana pengelolaan hasil perikanan.

Ketujuh belas, pembentukan dan pengembangan UMKM dan enterpreneur di bidang pengelolaan perikanan dengan memberikan stimulan berupa dana inkubasi dan pinjaman modal yang mudah diakses.

Kedelapanbelas, penciptaan pasar industri end product dengan peyelenggaran festival, pameran dan membangun pasar industri end product.

Kesembilanbelas, pembangunan dan pembukaaan akses pasar untuk mendistribusikan produk olahan perikanan dalam lingkup daerah, luar daerah dan macannegara.

Keduapuluh, peningkatan ketersediaan indukan dan stok produksi benih dengan cara: (1) peningkatan kualitas input produksi, seperti benih ikan unggul, induk yang berkualitas, pakan murah bermutu, obat-obatan dan vitamin, serta kesediaan dan kemudahan distribusinya; (2) pengembangan teknologi pembuatan pekan kompetitif dengan sumber bahan baku lokal; (3) penguasaan dan inovasi teknologi perbenihan dan induk unggul komoditas strategis; (4) rekayasa lingkungan yang mendukung produktivitas reproduksi.

Kedua puluh satu, ekstensifikasi kegiatan marikultur di lokasi-lokasi yang potensial. (rls)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: