Apakah Benar Bangunan Ruko PT. PKP Diduga Memakai Batu Bata Dari Limbah B3…!

SK, Batam – Berdasarkan informasi dari beberapa warga maupun pengunjung pameran PT. PKP di Mega Mall Batam Center (pada bulan Maret 2019) yang merasa ada keganjilan pada struktur bangunan ruko yaitu Batu Bata cetak/press biasanya berwarna merah tapi pada jaman now telah berubah warna menjadi hitam dan ungu gelap dipakai oleh Developer PT. PKP berdomisili di Sei Jodoh – Batam.

Dan berdasarkan info pekerja, marketing maupun Kantor Pemasaran PT. PKP dilokasi bangunan ruko Mega Legenda 2, yang di anggap tidak masuk akal, tidak logis serta mengada-ada hingga menimbulkan kecurigaan dan tanda tanya besar sebab di duga sengaja merahasiakan atau menyembunyikan sesuatu hal yang tidak benar.

Setelah mendengar informasi tersebut, maka dalam waktu seketika awak media ini langsung melakukan investigasi ke lapangan untuk mencari tahu kebenarannya.

Menurut keterangan beberapa warga dan pengunjung pameran namun tidak bersedia namanya di tulis mengatakan, Pada awalnya kami ada beberapa orang melihat lokasi ruko di Mega Legenda 2. Tapi kami merasa heran, merasa aneh saja, biasanya batu bata cetak berwarna merah kan..tapi kok ini warnanya hitam dan ungu gelap…? ungkapan warga masyarakat yang merasa heran.

Lalu kami bertanya sama pekerjanya juga marketing, tapi jawabannya, Oh itu kami tidak tahu dan bisa ditanyakan langsung ke kantor pusat di Jodoh atau ke kantor pemasaran di Mega legenda 2 sama bpk Ahlor, mungkin bisa dijelaskan, katanya.

Kemudian kami pun bolak balik lagi ke Mega legenda 2 mencari Bapak Ahlor hanya untuk bertanya kenapa batu bata nya kok berwarna hitam tidak seperti biasanya. Setelah bertemu Pak Ahlor menjawab, Ooh mungkin itu batu batanya masih basah – kami pun merasa heran, cuaca panas terik begini kok dibilang masih basah..

Pak Ahlor juga bilang, batu bata itu di press dijamin kualitasnya dan ada surat jaminan dari pabriknya, tapi tidak menunjukkan surat jaminan seperti apa bunyinya.

Dan Pak Ahlor bilang lagi, soal material bangunan ruko disini disediakan dan di kerjakan oleh Kontraktor jadi bukan PT. PKP yang mengerjakannya.

Maaf mas, kami mau balek kasi laporan sama bos, menutup pembicaraan dengan media ini.

Dari hasil investigasi awak media ini, di lapangan, disinyalir dan secara patut diyakini bahwa Kontraktor bersama PT. PKP selaku Developer tahu dan sadar atas struktur bangunan ruko yaitu Batu Bata dicetak/diproduksi dari bahan Limbah B3 pasir sanblasting coverslag dan mungkin limbah B3 dari Batubara serta lainnya yang telah di daur ulang tanpa melalui prosedur proses Perijinan dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk di produksi kembali dan digunakan untuk bagunan Ruko dan rumah di Kota Batam.(rm)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: