fbpx

Dampak Pariwisata Terhadap Peningkatan Investasi Dan Pengelolaan Property

Dampak Pariwisata Terhadap Peningkatan Investasi Dan Pengelolaan Property

Nama : Ray Satria Fahitullah

Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata Ambarukmo Yogyakarata

DAMPAK PARIWISATA TERHADAP PENINGKATAN INVESTASI DAN PENGELOLAAN PROPERTY LAHAN DI DESA SEBONG PEREH – TELUK SEBONG, KAB. BINTAN – KEPULAUAN RIAU

Opini, SK.co.id – Dunia Pariwisata Di Indonesia mengenal alam Sebagai salah satu dari Tiga “Mesin” utama yang diproyesikan untuk menghasilkan Devisa. Ekowisata menurut The International Ecotourism Society adalah Segala Aktivitas wisata yang memiliki tanggung jawab kepada alam, masyarakat dan lingkungan sekitar. Diperkirakan pada tahun 2025, Kawasan Asia Tenggara Akan memiliki sektor pariwisata yang berkualitas mengingat keragaman budaya dan alam yang dimiliki. Hal ini bisa terwujud asalkan komitmen kepada pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Indonesia adalah Negara yang sangat kaya dengan alamnya, setiap daerah memiliki keunikannya tersendiri dan menjadikan prioritas setiap daerah pastinya berbeda-beda. Pulau Bintan atau yang dikenal dengan Bintan Island adalah salah satu Daerah yang juga memiliki keunikannya tersendiri.

Pulau Bintan dikembangkan sebagai sebuah Destinasi pariwisata yang berbasiskan keindahan Alam (Terutama wisata Pantai & Laut). Selain alam yang Indah Pulau Bintan adalah salah satu Pulau yang terdekat dengan Negara Tetangga Singapore & Malaysia. Dulu dikenal dengan Kerjasama antar Negara SIJORI (Singapore, Johor & Riau)

Sementara itu Kystyna Krassowska seorang pengiat Ekowisata yang sudah lama berkecimpung di Indonesia, mengatakan kesalahan para pelaku wisata dalam menggarap Ekowisata adalah menganggapnya sebagai sebuah Proyek atau hanya Program alam Bukan Bisnis. Padahal ekowisata adalah contoh nyata bagaimana bisnis bisa bersahabat dengan alam.

Di Kabupaten Bintan terdapat Kecamatan Teluk Sebong yang jaraknya sangat dekat dengan Lagoi yang merupakan  kawasan Hotel Bintang 5 ***** (Five Star Hotel) yang menyediakan berbagai fasilitas dari Hotel / Akomodasi Penginapan, Restaurant, Lapangan Golf, Wisata Kolam Terbesar se Asia Tenggara & Shopping Center, menjadi destinasi wisata bagi Penduduk Lokal khususnya Pulau Batam,  Singapore citizen dan Malaysia citizen.

Jarak Pulau Bintan dengan Negara Tetangga Singapore dan Malaysia hanya 45 menit dengan menggunakan Fast Ferry. Sehingga membuat Penduduk Negara Tetangga tersebut selalu melakukan Perjalanan Wisata Pulang – Pergi setiap Weekend. Dan Pulau Bintan sangat berdekatan dengan Pulau Batam, sekitar 15 menit dengan menggunakan Speed Boat, yang mana daerah tersebut juga dikenal dengan Kota otonom dan merupakan salah satu daerah di Indonesia yang mendapatkan perlakuan FTZ (Free Trade Zone) / Perdagangan Bebas Bea masuk dan KEK (Kawasan Ekonomi Khusus).

Pulau Bintan adalah kepulauan kecil yang sedang giat melakukan pengembangan pariwisata dan pengembangan kemajuan wilayahnya dalam segala sektor bidang kehidupan (Sosial, Ekonomi & Kebudayaan).

Mata Pencarian penduduk Bintan adalah Nelayan, Petani Kebun/Perkebunan, Pedagang, Karyawan Hotel, Karyawan Industri maupun Pengusaha. Penduduk Lokal Bintan rata-rata hidup dalam jenjang ekonomi menengah dengan adanya Pengembangan Pariwisata oleh Pemerintah.

Penduduk Asli Pulau Bintan memiliki banyak tanah warisan turun temurun dan mempunyai legalitas hak milik yang sah dari Negara kesatuan Republik Indonesia.

Dengan legalitas kepemilikan yang sah membuat sebagian penduduk berpeluang untuk melakukan Bisnis property lahan yang aman untuk dijual kepada para nasabah yang tadinya hanya pengunjung wisata lokal dan berawal dari hanya sebuah kunjungan Wisata berubah menjadi Investor lokal.

Lahan- Lahan atau Tanah tidak hanya dijual dengan ukuran kecil / kaplingan tetapi juga lahan dengan ukuran hektaran yang mana dalam transaksi Bisnis Investasi, lahan dipergunakan/diperuntukkan untuk membuat pemukiman/tempat tinggal. Lahan Pemukiman dengan Konsep Desa Wisata yang menggabungkan Perumahan dengan konsep pariwisata, Penggabungan pembangunan dilahan di buat dengan konsep natural dan menggunakan kecantikkan alam yang ada di area lahan tersebut, Konsep ini tidak lepas dari konsep Eco-tourism.

Dalam hal bisnis Investasi property lahan, manajemen pengelolaan sangatlah penting dan berkesinambungan atau continuously agar Investasi property tetap mempunyai nilai lebih tinggi. Mulai dari hanya masih berupa lahan kosong sampai dengan adanya Penanaman, Pembangunan di Lahan sehingga menjadi Aset bernilai lebih tinggi dari modal yang ditanam Karena hal tersebut maka dibuthkanya para Investor untuk melanjutkan tujuan tersebut

Dalam Pengembangan Destinasi Pariwisata dibutuhkan Investor dengan Jenis Investor Strategi & Investor Dampak Sosial:

  1. Investor Strategi: Merupakan Investor yang ingin berinvestasi karena melihat Keuntungan sejalan dengan arah Jangka Panjang dan Investor Strategis menganalisis dan mendukung suatu Investasi usaha untuk nilai strategis suatu hari nanti.
  2. Investor Dampak Sosial: Investor yang melayani bisnis kesejahteraan Sosial, Spectrum ini bisa luas, misalnya mendukung perusahaan/ suatu Usaha yang mempekerjakan pekerja kurang beruntung dan meningkatkan keterampilan mereka atau bisa sangat specific, Investor Dampak Sosial untuk mengejar tujuan pembagunan tertentu. Investor Dampak Sosial tidak berinvestasi sebagai Patronase, tetapi juga ingin melihat hasilnya.

Salah satu contoh Bisnis seperti yang kita bahas  diatas yaitu Bisnis Property yang bernama  KAVLING HARAPAN berikut profilenya,

PROFILE KAVLING HARAPAN PROPERTY – DI DESA SEBONG PEREH – TELUK SEBONG, KAB. BINTAN – KEPRI

Kavling Harapan Property adalah sebuah Usaha Dibidang Property yang beralamat di Desa Sebong Pereh – Teluk Sebong, Kab. Bintan – Kepri. Usaha Penjualan Kavling harapan property ini di mulai sejak Tahun 2014 sampai dengan sekarang. Kavling Harapan melalui beberapa Tahap Penjualan, Yaitu: Tahap I sampai dengan Tahap 8.

Lokasi Tiap tahap berada di Area Desa Sebong Pereh – Teluk Sebong, Kab. Bintan, yang berarti Lokasi Lahan Tidak berada jauh Hanya sekitar 10 menit dari Pintu Gerbang Masuk Ke Area Pariwisata Lagoi Bintang 5 *****.

Usaha ini dimulai dan bergerak dengan Pemikiran awal adalah  lokasi lahan yang sangat strategis dengan kawasan Pariwisata Bintang Lima, yang mana akan menumbuhkan ketertarikan Wisatawan Lokal maupun Luar Negeri yang berada di Lagoi untuk melakukan aktivitas wisata diluar Lagoi, Seperti Wisata Pemandangan Alam danau Buatan, Danau / Kolam Pemancingan lengkap dengan Fasilitas Restaurant, Pemukiman dan Kolam Renang, dll.

Dalam hal Dampak Pariwisata Terhadap Kenaikan Investasi Property Lahan, Usaha Kavling Harapan ini menjadi

Salah satu Pioneer di Desa Sebong Pereh dengan Usaha penjualaan kavlingnya yang menggabungkan Konsep Wisata

Di tengah lahan Kapling Perumahan / Tempat tinggal yang dijual.

Dengan adanya suatu Lokasi yang berdekatan Kawasan Pariwisata serta merta kawasan yang tidak jauh dari lokasi Pariwsata tersebut akan mendapatkan dampak Secara Ekonomi, Sosial Dan Budaya.

Dengan adanya Penjualan lahan/ tanah untuk Investasi maupun usaha yang di pasarkan melalui Pengusaha Property. Dengan Cara mengkonsepkan dan mengabungkan keunikan alam dan dijadikan destinasi wisata, lalu lahan dikaplingkan untuk dijual kepada penduduk lokal dari Bintan sendiri maupun Kota Batam dan dari Kota di Indonesia Lainnya, 

Hal tersebut akan mempercepat lajunya Investasi dan Harga Jual Tanah / Lahan tiap tahunnya, dan semua itu disebabkan oleh adanya pengabunggan wisata alam di lahan kapling yang di Investasikan.

Contoh Lokasi / Denah Lahan kapling perumahan yang menggabungkan dengan konsep wisata alam:

DESA SEBONG PEREH – TELUK SEBONG, KAB. BINTAN – KEPRI

DENAH I

Dampak Pariwisata Terhadap Peningkatan Investasi Dan Pengelolaan Property, SamuderaKepri

DENAH 2

Dampak Pariwisata Terhadap Peningkatan Investasi Dan Pengelolaan Property, SamuderaKepri

Dari Hasil pembahasan diatas maka dapat disimpulkan, sebagai berikut :

Dengan adanya keindahan alam, keunikkan daerah dan lokasi wisata yang strategis, mampu dan bisa menjadikan

Daerah tersebut mengalami kemajuan dari segi ekonomi, sosial & budaya.

Dan juga dalam penggabungan pariwisata dengan bisnis investasi property lahan, suatu pilihan terbaik dalam berwisata dan berinvestasi. Menanam modal ke lahan yang sudah jelas sudah ada produk invest, akan membuat investor aman, nyaman dan menikmati hasil.

Penduduk yang datang ke bintan untuk berwisata bisa menikmati manfaat yaitu berwisata dan mempunyai investasi.

Dengan berinvestasi membeli tanah / lahan di kawasan yang dekat dengan area wisata dan pulau yang begitu dekat dengan luar negeri, membuat property lahan investasinya tidak mengalami penurunan dan juga hak legalitas yang sah dan aman.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: