Home » Batam » Ditpam BP Batam Laporkan Kegiatan Ilegal Di Area Hutan Duriangkang Ke Pihak Berwajib

Ditpam BP Batam Laporkan Kegiatan Ilegal Di Area Hutan Duriangkang Ke Pihak Berwajib

SK, Batam – Kawasan Hutan Duriangkang adalah area lokasi yang dilindungi oleh Undang-Undang, seharusnya di jaga, di rawat dan dilestarikan. Sebab di dalam kawasan hutan tersebut tempat beradanya Daerah Tangkapan Air (DTA) sebagai sumber air yang di butuhkan oleh masyarakat Batam.

Akan tetapi masih saja ada dan ditemukan tingkah polah manusia ceroboh lumayan serakah yang tega merusak hutan hanya untuk kepentingan dirinya sendiri.

“Muhammad Salim” Kepala Seksi Pengamanan Lingkungan (Kasi.Pamling) Ditpam BP Batam mengatakan, pada awalnya kegiatan ilegal ini (Penggalian Pipa di kawasan hutan Duriangkang) sulit terdeteksi sebab mereka berhati-hati sekali dan terhalang rimbunnya pohon-pohon hutan. Tapi akhirnya ditemukan oleh anggota Ditpam yang sedang berpatroli, dan mengundang kecurigaan sebab terlihat aktivitas truk dan beko melakukan penggalian (tanggal 13 Mei 3019).

Kemudian Ditpam BP Batam melakukan peninjauan ke lokasi DTA Duriangkang. Saat ini lah jelas terlihat aktifitas penggalian pipa ilegal dengan panjang lebih dari 300 meter, lebar 3 meter, dan kedalaman 1 meter, terhitung dari pinggir jalan menyisakan jarak 10 meter, sampai ke waduk.

Setelah diselidiki penggalian pipa ilegal ini diinisiasi oleh PT. Putra Pangestu Jaya dan sudah dilaksanakan sejak hari Kamis tanggal 9 Mei 2019 lalu. Dan pihaknya menemukan 1 unit truk, 1 unit beko, dan 3 orang pekerja PT tersebut.

Ia juga menjelaskan, bahwa pipa yang digali adalah inventaris BP Batam yang disewakan kepada PT. ATB selaku pengelola air bersih di Batam pada tahun 2001 untuk di operasikan. Namun PT. Putra Pangestu Jaya mengaku memperoleh ijin dari BP Batam pada tahun 2017.

Akan tetapi setelah dilakukan pengecekan dokumen, ternyata ijin yang diberikan BP Batam salah lokasi dan menyalahi ketentuan aturan. Jadi sudah jelas kegiatan ini adalah ilegal sebab pipa yang digali termasuk dalam inventaris BP Batam. Sehingga jika ingin melakukan pengambilan pipa harus melalui ketentuan aturan prosedur yang benar, jadi tidak bisa digali dan diambil begitu saja,” tegas Salim.

Lanjut Salim, pihaknya tidak dapat mengetahui apa tujuan dan motif dari penggalian pipa yang dilakukan oleh PT. Putra Pangestu. Selain pemilik perusahaan tidak berada dilapangan, ia juga sulit untuk dihubungi. Sehingga Kantor Pengelolaan Air dan Limbah BP Batam serta PT. ATB sepakat untuk menyerahkan permasalahan ini ke pihak yang berwajib / ditangani oleh Polsek Sei Beduk.

Dan mengenai sanksinya jika pun nanti diproses oleh hukum, pelaku harus memasang kembali pipa yang telah digali dan dilepaskan serta wajib melakukan reboisasi atas kerusakan hutan yang ditimbulkan,” tutup Salim. (rm)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Web
Analytics
%d blogger menyukai ini: