Dugaan Kebocoran Pajak PAD Kota Batam, Banyak Pengusaha Hiburan Dan Gelper Mangkir RDP

SK – Batam. Komisi II DPRD Kota Batam menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara BPM PTSP dan BP2RD (Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah) Kota Batam, serta Pengusaha Hiburan dan Gelper (Gelanggang Permainan) di Gedung DPRD Kota Batam-Batam Center, pada hari Selasa tanggal 02 Juli 2019.

Namun RDP itu hanya dihadiri oleh beberapa utusan perwakilan saja yaitu 3 orang ASN Bidang Perijinan dan Pengawasan Pemko Batam, serta 3 orang utusan perwakilan Pengusaha Hiburan yaitu Golden Gate, Galaxy, dan Bilyard Center.

Dalam RDP disebutkan ada 39 usaha hiburan gelper yang tersebar dan menjamur di Kota Batam, tapi hanya 10 usaha hiburan yang membayar pajak. Sementara itu ditemukan ada 29 titik usaha yang tidak jelas juntrungannya dengan memakai kedok alias topeng memiliki ijin usaha hiburan.

Hal ini menimbulkan tanda tanya besar bagaimana itu bisa terjadi sehingga membuat Komisi II DPRD Kota Batam berang dan gusar…sebab seharusnya usaha hiburan tersebut dapat memenuhi PAD Kota Batam melalui sektor pajak hiburan berdasarkan hasil prediksi mencapai lebih dari 2 Milyar. Tapi kenapa hanya 2 Milyar saja hasil yang dilaporkan…(komentar Anggota Komisi II DPRD Kota Batam).

BPM PTSP melalui urusannya mengatakan, selama ini selalu ada koordinasi dan pengawasan di lapangan, dan pihaknya sudah melakukan audit sertifikasi dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

Dan Kabid BPM PTSP juga menyebutkan, tidak ada anggaran dan perintah mengawasi tempat hiburan.

Pimpinan RDP Komisi II, Uba mengatakan, seharusnya bentuk usaha hiburan gelper itu menjadi salah satu bagian dari potensi pajak hiburan Kota Batam. Untuk permainan hiburan dewasa 35 % dan anak-anak 15 %.

Kita sama-sama mendengar bahwa ada hal lainnya yang berlangsung, artinya mereka banyak tidak memiliki ijin tapi aktifitas usahanya tetap berjalan.

Uba juga mengatakan, pengusaha arena hiburan dan gelper tidak perlu takut untuk datang dan hadir disini (RDP) sebab usaha hiburan dan gelper bukan jenis usaha berbahaya.

Saat RDP sebelumnya, lanjut Uba, pengusaha hiburan dan gelper yang hadir diwakili oleh utusan yang tidak tahu apa-apa seperti Bilyard center, Sphinx Entertainment, M 1 dan M 2. Tapi pada hari ini (02 Juli 2019) tidak datang pula, kenapa..? Tanya Uba.

Diharapkan pengusaha hiburan dan gelper agar dapat hadir/datang untuk di dengar pendapatnya, dan membawa data-data bukti pembayaran pajak. Nanti kita cek lagi ke lapangan, kemudian kita undang kembali untuk RDP berikutnya, siapa saja yang tidak membayar pajak,” Tegas Uba. (ricky)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: