pemko tanjungpinang

Gas Langka, Kadisdagin Tanjungpinang Desak Pertamina Tetap Mendistribusikan Gas Elpiji 3Kg

Dinas Pendidikan Provinsi  Kepri

Kabupaten lingga

DPRD KABUPATEN LINGGA

Gas Langka, Kadisdagin Tanjungpinang Desak Pertamina Tetap Mendistribusikan Gas Elpiji 3Kg

Tanjungpinang, SK.co.id – Pasca libur panjang yang dimulai pada tanggal 28 hingga 31 Oktober 2020 mendatang, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Tanjungpinang akan menyurati pihak Pertamina untuk tetap mendistribusikan Gas Elpiji 3Kg di Kota Tanjungpinang.

Kadisdagin Tanjungpinang, Ahmad Yani mendesak pihak Pertamina melalui surat agar tidak libur untuk melakukan mendistribusian Gas Elpiji kepada masyarakat Tanjungpinang. Hal itu, kata dia mengingat antrian gas di semua pangkalan di Tanjungpinang mengalami peningkatan.

Karena besok libur, kita akan memberikan surat yang dituju ke Pertamina untuk tetap jalan melakukan distribusi, jadi tidak libur,” ujar Ahmad Yani, di SPBU Batu Hitam Tanjungpinang, Selasa, 27 Oktober 2020.

Ahmad Yani juga membenarkan, memang ada temuan pihaknya dilapangan terkait penyaluran Gas Elpiji 3 Kg yang tidak tepat sasaran. Namun, lanjut dia saat pihaknya melakukan sidak, tidak ada pangkalan yang menjual satu tabung gas diatas Het Rp18 ribu.

“Kayak kemarin, ada temuan, yang membeli ngantri di SPBU beli banyak-banyak, kemudian akan dijual kembali, itu tidak boleh” Ungkapnya.

Bahkan, sambung dia jika memang ada pangkalan yang nakal, dengan menjual tabung Gas Elpiji kepada bukan pelanggan, maka akan diberikan sanksi.

Ahmad Yani menyebutkan, sanksi yang akan diberikan merupakan teguran, pemotongan kuota bahkan pencabutan izin.

“Tindakannya ya memberikan sanksi bagi pangkalan yang menjual ke bukan pelanggan, sanksinya teguran, pengurangan kuota dan jika masih nakal pencabutan izin” Katanya.

“Sepanjang satu bulan ini, ada 22 pangkalan yang sudah ditegur oleh pihak Disdagin Tanjungpinang dikarenakan melanggar peraturan yang sudah ditetapkan” Jelasnya (RM)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: