Gawat !! Hutan Mangrove Habis Di Babat Pengusaha Tambak Ketam, Diduga Mlilik WNA

SK, Tanjungpinang – Perambahan hutan mangrove (hutan bakau) yang merupakan benteng terdepan Kota Tanjungpinang dari abrasi pantai kini makin menggila, akibat dari perbuatan tersebut diperkira Negara di rugikan berlipat ganda tanpa adanya upaya penindakan dari kalangan aparat penegak hukum yang berkompeten terutama aparat hukum yang berada di Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau.

Samiun Tokoh Pemuda Kota Tanjungpinang, menangapi hal ini, “Perambahan hutan mangrove secara besar-besaran yang terjadi  di Kota Tanjungpinang Kampung bebek akibat dari pembangunan tambak ketam terindikasi ilegal milik kalangan pengusaha dan juga disebut-sebut oleh warga masyarakat setempat ada yang milik WNA, saat ini diperkira hutan mangrove yang dirusak berubah fungsi menjadi tambak ketam kurang lebih mencapai hektaran luasnya, “Ucapnya.

Dampak negatif  sangat besar ditimbulkan akibat dari  perubahan bentang alam semula hutan bakau berubah fungsi menjadi tambak ketam selain mengancam keberlangsungan Kota Tanjungpinang merupakan pulau terdepan terluar indonesia berbatasan langsung dengan Negara Malaysia dan singapura, Ucapnya.

Berlandaskan sesuai amanat UU No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan Perambahan Hutan, upaya yang dilakukan ini kami untuk menyampaikan dan melaporkan kepada Intansi yang terkait berbuah hasil. Tegasnya lagi.

Dengan sigap dan tagapnya Polisi Ketuhatan Unit Bintan-Tanjungpinang langsung turun ke lokasi hutan Mangrove yang di babat pengusaha tambak ketam di kampung bebek senggarang di belakang Kantor Walikota Tanjungpinang memasang plang peringatan, dari KPHP “Bangunan, lahan ini berada dalam kawasan hutan lindung (HL) berdasarkan SK 76/MenLHK-II/2015 tanggal 6 maret 2015, UU RI Nomor : 18 tahun 2013 Pasal 25
Setiap orang dilarang merusak sarana dan prasarana pelindungan hutan.”. Kamis (09/04/2020).

Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Unit IV Bintan-Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), saat di kompirmasi media ini Jumaat (10/04/2020), Ruah Alim Maha membenarkan pihaknya telah pemasangan Plang Peringatan, “Semalam kami melakukan olah TKP, saat ini sedang menyusun Laporan Kejadian untuk di laporkan ke Kadis DLHK senin depan untuk di tindak lanjuti ke GAKUM KLHK, ucapnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.