Menu

Mode Gelap

Berita · 29 Mar 2022 WIB

Gubernur Sebut Manfaat Gernas BBI Untuk Angkat Isu Daerah Kepri


Gubernur Sebut Manfaat Gernas BBI Untuk Angkat Isu Daerah Kepri Perbesar

Tanjungpinang, SK.co.id – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad menyebutkan kehadiran para menteri Republik Indonesia dalam acara Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) harus dimanfaatkan untuk menyampaikan isu-isu strategis terkait Daerah Kepri. 

“Karena kita tuan rumah Gernas BBI secara nasional maka kita bisa menjadikan momen ini untuk menyuarakan permasalahan di daerah kita, supaya pemerintah pusat bisa mencarikan solusinya,” ujar Gubernur Ansar di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Selasa (29/03/2022). 

Acara pembukaan Gernas BBI di Harbour Bay Batam, Rabu besok, akan dihadiri Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Menteri Kooperasi dan UKM Teten Masduki, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan Kepala Lembaga Koordinasi Pengadaan Barang dan Jasa (LKPP) Abdullah Azwar Anas. 

Menurut Gubernur Ansar, setidaknya ada tiga isu utama yang akan disampaikan dirinya kepada para menteri. Pertama adalah terkait kebijakan pemerintah pusat yang mewajibkan belanja pemerintah untuk dialokasikan minimal 40 persen pada produk dalam negeri. 

Gubernur Ansar menegaskan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau siap mengikuti arahan pemerintah pusat tersebut. Bahkan saat ini tercatat dari belanja barang dan jasa termasuk belanja modal APBD Provinsi Kepri yang sebesar Rp 1,9 triliun sudah 53 persen yang dibelanjakan untuk produk dalam negeri. 

“Kewajiban untuk belanja produk dalam negeri ini harus dibarengi dengan kampanye peningkatan mutu produk dalam negeri,” ujarnya. 

Selain itu, Gubernur Ansar juga akan menyampaikan strategi pemerintah daerah untuk mengurangi belanja produk impor dengan mensubstitusinya dengan produk dalam negeri.

Menurutnya, hilirisasi hasil sumber daya alam seperti smelter grade alumina di Bintan akan sangat membantu untuk mengurangi ketergantungan pada produk luar negeri. 

Selanjutnya, Gubernur Ansar juga akan mendorong pemerintah pusat mengkaji ulang kebijakan Peraturan Menteri Keuangan nomor 199 tahun 2019 yang mewajibkan barang yang dikirim keluar dari kota Batam diatas Rp 45 ribu dikenakan pajak 17 persen. Hal itu menurutnya sangat memberatkan UMKM Batam karena menyebabkan harga produk mereka menjadi tidak kompetitif di pasar dalam negeri. 

“Kita akan minta agar UMKM dengan batasan-batasan tertentu diberikan keringanan dari peraturan tersebut, supaya produk UMKM Batam bisa bersaing lagi dengan produk dari daerah lain”. pungkasnya.(red).

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Ombudsman RI Perwakilan Kepri Akan Gelar PVL On The Spot di Lingga

19 Mei 2022 - 13:53 WIB

Jelang PPDB, Perwakilan Ombudsman Kepri Rakor Anev Bersama Saber Pungli

19 Mei 2022 - 12:20 WIB

Kumdam I Bukit Barisan Berikan Penyuluhan Hukum di Makodim 0315/Tanjungpinang

18 Mei 2022 - 15:57 WIB

Wakil Bupati Natuna Membuka MTQ ke X di Masjid Agung Natuna

18 Mei 2022 - 15:34 WIB

Presiden Akan Tinjau Langsung Bulan Imunisasi Anak Nasional di Kepri

17 Mei 2022 - 16:05 WIB

Satgas TMMD Kebut Semenisasi Jalan Serta Membuat Ruas Saluran Air

17 Mei 2022 - 13:08 WIB

Trending di Berita