Pemko Tanjungpinang

Hadapi Musim Kencang Pemda Anambas Koordinasi Kesiapsiagaan Bencana

DPRD KABUPATEN LINGGA

Hadapi Musim Kencang Pemda Anambas Koordinasi Kesiapsiagaan Bencana

Anambas, SK.co.id – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas mengelar rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Bencana pada hari Sabtu (17/2020) sekitar Pukul 15:00 wib di Ruang rapat kantor bupati lama (Dinas PM, Nakertrans) Jalan Imam bonjol Kelurahan Tarempa Kecamatan Siantan Kabupaten Kepulauan Anambas.



Dalam kegiatan tersebut yang dihadiri oleh Sekda Anambas Sahtiar, Sirajul Munir Kepala BMKG Tarempa, Johan BNPB Anambas, Lettu Purba Danunit Intel Lanal Tarempa mewakili Danlanal, Akp. M.djais kabagops Polres Anambas mewakili Kapolres, Kapten (Chb) Dede P Danramil Tarempa mewakili Dandim Natuna, Effi Sjuhairi Kepala Dinas DKP Anambas dan Perwakilan instansi terkait dan ormas yang ada di Anambas.

Dalam sambutannya, Sekda Anambas Sahtiar, Mengatakan, “Terima kasih atas kehadiranya dan permohonan maaf bapak Bupati tidak bisa hadir, dalam pertemuan ini dalam rangka koordinasi kesiap siagaan bencana di Kabupaten Kepulauan Anambas, sebagai langkah antisipasi baik terjadi maupun tidak terjadi bencana”.
“Bahwa Pos sementara Kesiap siagaan bencana berbarengan dengan posko covid-19 yaitu di Jalan Ahmad Yani Kantor Perusda Anambas dan dengan pembentukan Tim ini kita membagi tupoksi masing masing”.


Sirajul Munir Kepala BMKG Tarempa, mengatakan, “Musim ekstrim yang melawati Anambas dibagi dua yaitu Elnino musim angin timur cuaca kering terjadi bulan mei s/d September, Lanina angin baratan/musim utara terjadi bulan oktober s/d april, Suhu di Kabupaten Kepulauan Anambas yaitu 26 ⁰c s/d 29 ⁰c, Kecepatan Angin sekitar 5 s/d 15 knot”.
“Ombak besar terjadi di bulan November s/d Januari dengan ketinggian 0,5 s/d 2.0 dan maksimum 4.0 m, Curah hujan tertinggi terjadi bulan November s/d Januari dengan curah hujan 300 s/d 500 mm (tinggi)”.
“Persiapan dalam rangka untuk menyambut musim tahuna cuaca di anambas kepada instansi terkait, Bencana di anambas yang sering terjadi adalah karena Angin kencang, gelombang tinggi, banjir dan tanah longsor”.

Kepala BPBD Anambas Johan menyampaikan, “Memonitor Potensi bencana di Anambas, Kendala apabila terjadi bencana di KKA yaitu mobiliasai dan logistik karena kepulauan, Kurangnya alat komunikasi, Terbatasnya gudang logistic, Terbatas tenaga terampil”.
“Membentuk Langkah langkah antisipatif seperti tim satgas,Posko dan menyiapkan sinergitas unsur dari RT, RW dan Pemda s/d instansi terkait TNI Polri dan basarnas, Terkait kurangnya Sarana dan prasarana serta anggaran agar di anggarkan dipemda”.

Pembentukan Tim satgas Kesiap siagaan bencana ini sangat penting karena sebagai langkah antisipasi untuk persiapan bila terjadi bencana maupun persiapan personil dan materil, Agar segera ada lanjutan dari kegiatan ini dengan membuat sekenario latihan-latihan atau simulasi menghadapi bencana.(***)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: