fbpx

Hari Ini Sidang Perdana 12 Terdakwa Tambang Bauksit Kepri

Hari Ini Sidang Perdana 12 Terdakwa Tambang Bauksit Kepri

Tanjungpinang, SK.co.id – 12 terdakwa kasus korupsi Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) bauksit di Bintan, Kepulauan Riau menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungpinang, Jumat (13/11).



Para tersangka yaitu Bobby Stya Kifana, juga merupakan Perseroan dan Perseroan Komanditer, Wahyu Budi Wiyono (46) Direktur CV Buana Sinar Khatulistiwa, Harry E selaku Ketua Koperasi Haluan Kelompok Tambang Rakyat, Sugeng (51) Wakil Ketua Koperasi Haluan Kelompok Tambang Rakyat. Eddy Rasmadi (47) Direktur CV Gemilang Mandiri Sukses, Drs.Azman Taufik (60) mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Provinsi Kepulauan Riau, Jalil (51) Mitra BUMDES Maritim Jaya Desa Air Glubi, M. Adrian Alami (41) Kepala Cabang Persero PT. Tan Maju Bersama Sukses di Tanjungpinang, Arif Rate selaku Direktur CV Gemilang Sukses Abadi. Dr Amjon M.PD (50) mantan Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepulauan Riau 2018-2019, M. Achma (43) Direktur PT Cahaya Tauhid Alam Lestari dan Junedi (46) Persero Komenditer CV Dwi Karya Mandiri.

Sidang perdana perkara dugaan korupsi dilakukan secara virtual tersebut dipimpin 5 orang Majelis Hakim yakni, Guntur Kurniawan SH dengan Hakim Anggota Corpoiner SH, Suherman, SH, Weninanda, SH, Albiferri SH MH. didampingi dua panitera pengganti, yaitu L. Siregar dan Nor Asikin SH.

Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terdapat sebanyak 8 orang dari Kejati Kepri, Kejari Tanjungpinang dan Kejari Bintan yang dipimpin oleh Dodi Gazali Emil, SH dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri.

Penasehat Hukum (PH) dari 12 terdakwa tersebut terlihat hadir sebanyak 13 orang, sehingga cukup memadati ruangan sidang yang dilakukan secara virtual, dimana masing-masing terdakwa hanya bisa dilihat melalui layar monitor dan masih berada di Rutan Kelas 1 Tanjungpinang.

Sidang perdana perkara dugaan korupsi tersebut dalam agenda pembacaan dakwaan JPU masing-masing terdakwa Sebelumnya, Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kepri, Wagiyo menjelaskan, ke 12 tersangka Korupsi IUP-OP tambang bauksit itu disangka melakukan korupsi dengan, memalsukan pengurusan izin tambang bauksit yang seolah ingin membangun sesuatu ditempat yang ada sumber daya mineralnya Bauksit

Wagiyo menyebutkan, modus yang disebutkan itu hanya satu perumpamaan saja yang diusulkan misalnya 10 meter, tetapi diberikan jauh diatas yang diberikan tetapi memang faktanya tidak ada.

“Untuk mengeruk hasil tambang itu, kita harus memahami peraturan yang dibuat pemerintah daerah itu dalam rangka memelihara atau menjaga tanah Tanjungpinang, tapi ada aturan pembangunan tapi ini tidak ada pembangunannya dan semata-mata untuk mengeruk bauksit saja disana,” jelasnya.

Atas perbutan mengeruk dan menjual material tambang Bauksit tersebut, ke 12 tersangka disangka mengakibatkan kerugian negara Rp32,5 Milliar lebih, atas hilangnya potensi pajak dan PAD daerah dari pengerukan bauksit yang dilakukan.

“Perbuatan para tersangka dapat dijerat sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 2 jo Pasal 18 jo Pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak Pidana Koripsi, jo Pasal 55 KUHP,” pungkasnya.

Salah satu penasehat hukum terdakwa Diky mengatakan sidang di tunda pekan depan. (RM)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

%d blogger menyukai ini: