Hasil Pertemuan Gubernur Kepri dengan pengurus HNSI Kabupaten Kepulauan Anambas, Terkait Pukat Cangrang

Hasil Pertemuan Gubernur Kepri dengan pengurus HNSI Kabupaten Kepulauan Anambas, Terkait Pukat Cangrang

Anambas, SK.co.id – Terkait penolakan rencana pemerintah dalam pelegalan alat tangkap ikan trawl/cantrang. Yang terakhir yakni agar menghentikan alat penangkapan ikan trawl/cantrang yang beroperasi di kawasan perairan Kab. Anambas-Natuna seperti dalam tuntutan nelayan.

Hal ini disampaikan langsung kepada Gubernur Provinsi Kepri yang saat ini sedang berkujung ke Anambas dalam rangka kunjungan kerjanya.(05/09/2020).

Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas Abdul Haris, Menyampaikan, “Kami dari pemerintah daerah sangat berharap kepada gubernur supaya memperketat pengawasan laut, karna jenis alat tangkap nya sangat lah merusak atau menghbiskan semua jenis Ikan Atau Apa Yang Ada di laut, Mata jaring nya sangatlah kecil. Dan juga kapal mereka sangatlah besar, mencapai 40 Gt, Dan juga Ada yang 50 Gt, sehingga Nelayan Lokal Kita tidak Mampu menandingi Semua jenis alat Tangkap mereka”.

Sekretaris HNSI Kabupaten Anambas Dedi Syahputra menyampaikan, “Permasalahan yang sampai saat sekarang ini yang masih menjadi polemik di Kabupaten KKA khususnya Nelayan Anambas masalah adanya kapal cantrang yang beroperasi di Anambas dan masalah zona tangkap ikan pada saat ini masih terdapat pelanggaran. Nelayan pada saat sekarang ini sangat menjerit pak gubernur apalagi belum adanya revisi oleh kementerian Kelautan masalah alat tangkap”.

“Masalah zona tangkap masih ditemukan pada saat sekarang ini tadi malam ada 4 kapal yang tertangkap di perairan Kec. Siantan Timur warga sudah ambil aksi dengan membawa bensin untuk membakar kapal tersebut untung saja hal itu tidak terjadi dan masih bisa di redamkan”.

“Persoalan zonasi tapak yang mengacu pada Permendagri Nomor 71 di atas 30 GT sejauh 13 mil maka akan ditawar menjadi 60 atau 100 mil. Dengan alasan bahwa dibawah 100 mil itu arena nelayan kita mencari ikan, ini sangat miris sekali. Belum lagi persoalan Pukat Mayang belum selesai ditambah adanya kapal cantrang ini. Inilah yang membuat emosi kami meluap-luap saat ini”.

Perwakilan nelayan Kec. Siantan Timur Penyampaian, “Penangkapan kapal mayang di daerah Kecamatan Siantan Timur yang masih beroperasi 4 Mil dari sisi pantai, hal ini sangat merugikan nelayan yang hasil jauh lebih rendah dari apa yang mereka tangkap. Kalau ini terus selalu dibiarkan maka tidak menutup kemungkinan akan terjadinya aksi yang tidak diinginkan, kami hadir disini meminta tolong kepada Gubernur tolong sampaikan hal ini kepada pihak yang berwajib menindaklanjuti kapal-kapal yang sering melakukan penangkapan ikan dibawah 12 Mil”.

Perwakilan Nelayan Kec. Palmatak Penyampaian, “Pemerintah dalam hal ini harus serius dalam menindaklanjuti hal tersebut. Dengan hasil tangkapan over fisihing mana lagi untuk kami nelayan yang hanya dalam 1 hari cuma dapat 2 s/d 3 ekor ikan saja mana lagi untuk anak cucu kami kalau masih banyak nelayan asing menangkap ikan over fisihng. Hal ini perlu diperhatikan jangankan kami nelayan anak kami ada yang S1 masih belum juga mendapatkan pekerjaan”.

Gubernur Kepri Isdianto menyampaikan, “Minta waktu supaya kami bisa mengatasi permasalahan ini saya tidak berjanji, kalau saya masih bisa mencoret coret, dan masih di izinkan mengatasi permasalahan ini, saya akan memperhatikan permasalahan ini, ini sudah kadi catatan saya permasalahan ini, kita akan menindaklanjuti permasalahan ini, saya akan mencoba menangapai permasalahan ini, saya minta ada salah satu utusan himpunan nelayan mendampingi saya, mengatasi permasalahan ini di provinsi, Dalam Hal ini Saya Tidak bisa bekerja sendiri, saya minta bantuan kepada bpk bupati, dan sebagian nelayan supaya melapor jika ada hal hal yang tidak sesuai dengan hala yang di tentukan”.(***)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: