Ini Penjelasan Kepala BPKK Aceh Singkil Terkait Dana Covid-19

DPRD Batam

Ini Penjelasan Kepala BPKK Aceh Singkil Terkait Dana Covid-19

Nusantara, Aceh Singkil, SK.co.id – Pemerintah Aceh Singkil baru mampu 50 persen merealisasikan dana penanganan Virus Corona (Covid-19) hingga penghujung tahun 2020. Dimana jumlah total anggaran tersebut mencapai Rp 29 miliar lebih.

“Secara keseluruhan nilai anggaran tersebut mencapai Rp29.749.185.000, sumber Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020,” kata  Kepala Badan Pengelola Keuangan Kabupaten (BPKK) Aceh Singkil, Hendra, Kamis (3/11/2020).

Dari anggaran Rp 29 miliar itu terbagi Rp 15 miliar batuan APBA, dan 14 miliar dari APBK Aceh Singkil. Dijelaskannya, hingga laporan per 18 November 2020, dalam rangka penanganan dan antisipasi dampak pandemi Covid-19, serapan penggunaan anggaran tersebut diperkirakan baru mencapai 50 persen.

Kendati sampai saat ini proses pemanfaatannya sedang berjalan terus di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK). 

“Kami masih terus menunggu update laporan realisasinya. Untuk kegiatannya di masing-masing SKPK, sementara di sini hanya laporan keuangannya,” ungkap Hendra.

Dari anggaran Rp 29 Miliar lebih untuk penanganan wabah Covid-19, peruntukannya yakni penanganan kesehatan di RSUD dan Dinas Kesehatan.

Penanganan penjagaan wilayah perbatasan oleh Dinas Perhubungan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Satpol PP.

Kemudian dalam hal Peningkatan Ketahanan Pangan di pos kan di Dinas Pertanian Pangan Peternakan Holtikultura, dan Disperindagkop.

Dirincikannya, realisasi anggaran yang bersumber APBK sampai dengan 18 November 2020 sudah terealisasi diperkirakan mencapai Rp7.107.614.000 dari nilai keseluruhan Rp14,7 miliar.

Sementara selebihnya, Rp 7 miliar lagi dilakukan penyesuaian anggaran dengan pagu anggaran setelah perubahan sekitar Rp 8.2 miliar.

Sementara realisasi anggaran yang bersumber dari bantuan keuangan Provinsi Aceh senilai Rp 15 miliar baru terserap sekitar Rp 4.3 miliar.

Selanjutnya untuk pelaksanaan kegiatan penanganan Covid-19 bersumber dari APBK, seperti di Dinas Sosial diperuntukkan untuk biaya pendistribusian bantuan sedang proses berjalan. Sebab bantuan barang dari provinsi hanya berupa barang dan tidak termasuk pembiayaan distribusi.

Sementara itu, untuk penanganan dan pencegahan Covid-19 tahun 2021, Pemkab Aceh Singkil kembali mengajukan anggaran sebanyak Rp 2,2 miliar, yang di poskan di anggaran induk Belanja Tidak Terduga (BTT).

“Kami lihat perkembangannya, jika Covid-19 masih berjalan sudah tersedia anggaran. Jika Covid habis bisa dialihkan untuk kegiatan prioritas lainnya di anggaran perubahan berikutnya,” ungkapnya.(Ris)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: