Ini Penjelasan P2TL PLN Batam, Terkait Etika Dan Tata Cara P2TL Yang Membongkar Paksa Alat KWH Meter Milik Pelanggan

SK, Batam – Mengapa begitu banyak informasi terdengar tentang tindakan P2TL yang merasa dirinya sudah sangat benar juga sudah sesuai SOP katanya.

Khususnya keluhan warga masyarakat Kota Batam yang merasa kecewa dianggap tidak manusiawi atas Etika dan Tata Cara Pelaksanaan P2TL yang telah membongkar paksa alat KWH meter pada saat pemilik rumah tidak berada ditempat.

Juga Etika dan Tata Cara P2TL yang telah membawa serta melakukan pengecekan, pemeriksaan Alat KWH meter (kondisi segel milik P2TL bagus dan utuh), Akan tetapi malah Pelanggan pula yang dituduh melakukan perusakan alat KWH meter tersebut.

Menurut keterangan Tio warga RT. 02 / RW. XI Batu Besar mengatakan, memang benar PLN datang kesini pake 5 mobil bawa aparat lagi bikin kaget warga saja. Katanya mau ngecek dan membuka KWH meter padahal pemilik rumah tidak berada ditempat. Tapi kok malah saya yang dipaksa jadi saksi, katanya hanya sebagai laporan saja. Kejadiannya kalau saya tidak lupa waktu bulan Desember 2018 lalu.

Lanjut Tio, pemilik rumah pake Pulsa Token dan waktu kejadian itu petugas PLN nampak terburu-buru sampe menelpon pemilik rumah pun pake HP saya dan saya dipaksa pula untuk menelpon pemilik rumah, inikan aneh..kalau petugas PLN itu benar kenapa harus kayak gitu bikin kaget warga disini ,saya ada fotonya bikin orang kesal aja..!

Ketua RT. 02 / RW. XI Kelurahan Batu Besar Wely Waluyo mengatakan, waktu dipanggil saya sempat melihat kejadian itu. Sangat disayangkan tindakan petugas P2TL B’right PLN terburu-buru dan bahkan menelpon pemilik rumah pun petugas PLN tidak mau malah menyuruh memaksa warga disini. Pada hal sudah dijelaskan pemilik rumah lagi berkabung berdukacita tapi tidak dihiraukan.
Apakah memang itu yang dianjurkan dan diajarkan oleh pimpinannya..?

Ijal warga setempat juga menyebutkan, dia melihat petugas P2TL PLN yang membuka segel, membongkar KWH meter, terus mengecek instalasi dan memeriksa alat KWH meter tapi kok malah pelanggan yang dituduh melakukan perusakan alat itu. Apa maksud tujuan petugas PLN berbuat seperti itu atau petugas PLN mau memanfaatkan kebodohan dan lengahnya warga masyarakat…?

Kemudian setelah mendengar informasi keluhan warga, maka awak media ini mencoba melakukan konfirmasi hingga beberapa kali kepada pihak Humas B’right PLN namun baru di jawab via hp WA pada bln April 2019 sebelum pemilu dengan alasan kesibukan.

Furqon selaku humas corporate B’right PLN Batam mengatakan, bahwa dia sempat di cuekin oleh P2TL terkait Etika dan Tata Cara tersebut. Tapi akhirnya dijawab juga oleh Jhon Wislon P2TL yang berada di Imperium Sukajadi.

Jhon Wislon menjelaskan, Tata cara sudah diatur sesuai SOP yang berlaku dan untuk etika tetap harus bersikap ramah dan sopan serta menghindari konflik di lapangan dengan pelanggan.

Namun demikian, atas penjelasan P2TL Jhon Wislon menimbulkan respon dari pemilik rumah dan warga masyarakat setempat bertanya, SOP nya memang punya P2TL PLN tapi etika dan pelaksanaannya, apakah benar dianjurkan seperti itu dan apakah orang kantor dibelakang meja bisa melihat tindak tanduk petugas dan pelaksanaannya dilapangan. Lihat dululah apa permasalahannya, jangan menuduh orang/pelanggan sembarangan saja…! (rm)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: